Ini Dia Sederet Amalan dan Keutamaan 10 Hari Pertama Dzulhijjah, Lengkap Doa Arab dan Artinya Jelang Idul Adha 2026
Argia Melanie Pramesti May 19, 2026 12:34 AM

Grid.ID - Menjelang Hari Raya Idul Adha 1447 Hijriah, umat Muslim mulai mempersiapkan diri menyambut bulan Dzulhijjah yang penuh keutamaan. Sepuluh hari pertama Dzulhijjah bahkan disebut sebagai hari-hari terbaik untuk memperbanyak amal saleh dan ibadah sunnah.

Tepat hari ini, Senin (18/5/2026), umat Islam resmi memasuki 1 Dzulhijjah 1447 Hijriah yang menjadi awal dari 10 hari paling istimewa dalam Islam. Menjelang Hari Raya Idul Adha, umat Muslim dianjurkan memperbanyak amalan sunnah seperti puasa, dzikir, sedekah, hingga doa karena pahala ibadah di hari-hari ini disebut sangat besar.

Dalam hadis riwayat Bukhari, Rasulullah SAW menyebut tidak ada hari yang lebih dicintai Allah untuk beramal saleh dibanding 10 hari pertama Dzulhijjah. Momen ini pun dimanfaatkan banyak umat Islam untuk memperbanyak puasa, dzikir, sedekah, hingga doa.

Salah satu amalan yang paling dianjurkan selama awal Dzulhijjah adalah menjalankan puasa sunnah sejak tanggal 1 hingga 9 Dzulhijjah. Puasa Arafah pada 9 Dzulhijjah juga dikenal memiliki keutamaan besar karena dipercaya dapat menghapus dosa setahun lalu dan setahun yang akan datang.

1. Puasa Arafah

Berikut niat puasa Dzulhijjah yang biasa dibaca umat Muslim sebelum menjalankan ibadah puasa sunnah. Niat ini dibaca pada malam hari atau sebelum waktu subuh tiba.

نَوَيْتُ صَوْمَ شَهْرِ ذِيْ الْحِجَّةِ سُنَّةً لِلّٰهِ تَعَالَى

“Nawaitu shauma syahri dzil hijjah sunnatan lillahi ta'ala.”

Artinya: “Aku berniat puasa sunnah bulan Dzulhijjah karena Allah Ta’ala.”

2. Dzikir

Selain puasa, umat Islam juga dianjurkan memperbanyak dzikir seperti takbir, tahmid, dan tahlil selama 10 hari pertama Dzulhijjah. Bacaan dzikir ini dapat diamalkan kapan saja sebagai bentuk pengagungan kepada Allah SWT.

اللَّهُ أَكْبَرُ، الْحَمْدُ لِلَّهِ، لَا إِلٰهَ إِلَّا اللَّهُ

“Allahu Akbar, Alhamdulillah, Laa ilaaha illallah.”

Artinya: “Allah Maha Besar, segala puji bagi Allah, tidak ada Tuhan selain Allah.”

Amalan lain yang dianjurkan yakni memperbanyak istighfar untuk memohon ampunan kepada Allah SWT. Banyak ulama menyebut istighfar dapat membuka pintu rezeki sekaligus menenangkan hati seseorang.

أَسْتَغْفِرُ اللَّهَ الْعَظِيمَ

“Astaghfirullahal adzim.”

Artinya: “Aku memohon ampun kepada Allah Yang Maha Agung.”

3. Shalawat

Umat Muslim juga dianjurkan memperbanyak shalawat kepada Nabi Muhammad SAW selama bulan Dzulhijjah. Shalawat dipercaya menjadi salah satu amalan pembuka keberkahan dan mendatangkan rahmat Allah SWT.

اللَّهُمَّ صَلِّ عَلَى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ

“Allahumma shalli ‘ala Sayyidina Muhammad.”

Artinya: “Ya Allah, limpahkan shalawat kepada Nabi Muhammad.”

4. Doa memohon kebaikan

Selain itu, doa memohon kebaikan dunia dan akhirat juga banyak diamalkan selama awal Dzulhijjah. Doa ini menjadi salah satu doa yang paling populer dibaca umat Islam dalam berbagai kesempatan ibadah.

رَبَّنَا آتِنَا فِي الدُّنْيَا حَسَنَةً وَفِي الآخِرَةِ حَسَنَةً وَقِنَا عَذَابَ النَّارِ

“Rabbana atina fid-dunya hasanah wa fil akhirati hasanah wa qina ‘adzaban nar.”

Artinya: “Ya Tuhan kami, berilah kami kebaikan di dunia dan kebaikan di akhirat serta lindungilah kami dari siksa neraka.”

Tak hanya ibadah personal, Idul Adha juga menjadi momen untuk memperkuat hubungan sosial melalui sedekah dan silaturahmi. Semangat berbagi kepada sesama menjadi salah satu nilai penting yang diajarkan dalam perayaan Idul Adha.

Pada malam takbiran menjelang Idul Adha, umat Islam juga dianjurkan menghidupkan malam dengan takbir dan doa. Suasana malam Idul Adha biasanya dipenuhi lantunan takbir sebagai bentuk rasa syukur dan pengagungan kepada Allah SWT.

Berbeda dengan Idul Fitri, umat Islam disunnahkan untuk tidak makan sebelum melaksanakan salat Idul Adha. Makan pertama dianjurkan setelah penyembelihan hewan kurban sebagai bentuk menikmati hasil ibadah kurban.

Selain itu, umat Muslim juga dianjurkan mandi sebelum salat Ied, memakai pakaian terbaik, dan menggunakan wewangian. Sunnah tersebut dilakukan sebagai bentuk penghormatan terhadap hari besar umat Islam.

Rasulullah SAW juga mencontohkan berjalan kaki menuju lokasi salat Ied apabila memungkinkan. Nabi Muhammad SAW bahkan disebut melewati jalan yang berbeda saat berangkat dan pulang dari tempat salat.

Sepuluh hari pertama Dzulhijjah pun menjadi momentum terbaik untuk memperbaiki hubungan dengan Allah SWT melalui berbagai ibadah sunnah. Banyak umat Islam memanfaatkan momen ini untuk memperbanyak doa, introspeksi diri, dan mendekatkan hati kepada Sang Pencipta.

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.