Kronologi Jurnalis RI Ditangkap Israel, Dikabarkan Sempat Kirim SOS
Bobby Wiratama May 19, 2026 01:36 AM

TRIBUNNEWS.COM - Dua jurnalis Republika, Bambang Noroyono (Abeng) dan Thoudy Badai Rifan Billah, ditangkap militer Israel (IDF) saat mengikuti misi kemanusiaan Global Sumud Flotilla 2026.

Keduanya dikabarkan sempat mengirimkan sinyal SOS sebelum kontak terputus total.

Berikut adalah kronologi lengkap peristiwa yang terjadi pada Senin (18/5/2026) dari lagi hingga malam hari kejadian

Armada Memasuki Perairan Rawan di Pagi Hari

Armada Global Sumud Flotilla yang membawa bantuan kemanusiaan bagi warga Gaza berlayar mendekati perairan internasional dekat Siprus, sekitar 200-250 mil laut dari Gaza. 

Rombongan Indonesia terdiri dari sembilan WNI yang tergabung dalam Global Peace Convoy Indonesia (GPCI).

Sekitar pukul 11.00 waktu Turki, kapal-kapal militer Israel mulai melakukan intersepsi terhadap armada tersebut.

Pasukan Israel dilaporkan mendekati kapal-kapal sipil dengan jarak sangat dekat.

Sore Hari Kirim SOS

Spekulasi terkait eskalasi oleh militer Israel pun kian menjadi setelah Bambang Noroyono, yang berada di Kapal BoraLize, sempat mengirimkan laporan SOS ke kantor Republika sekitar pukul 15.20 WIB.

Ia melaporkan bahwa kapalnya telah didekati oleh kapal perang Israel.

Jarak kapal militer Israel hanya sekitar seratusan meter dari kapalnya. 

Tak lama setelah itu, Bambang mengirim sinyal SOS sesuai protokol misi.

Setelah pesan tersebut terkirim, kontak dengan Bambang terputus sepenuhnya.

Republika menyatakan lost contact dengan kedua jurnalisnya.

Konfirmasi Penangkapan

Setelah melalui masa ketidakpastian, Command Center Global Sumud Nusantara di Malaysia pada akhirnya mengonfirmasi bahwa kapal BoraLize (Bambang Noroyono) dan Kapal Ozgurluk (Thoudy Badai Rifan Billah) telah diintersepsi.

Militer Israel menangkap lima WNI termasuk kedua jurnalis Republika, sementara empat lainnya masih berlayar.

Di Kapal Ozgurluk turut serta:
•  Thoudy Badai Rifan Billah (Republika)
•  Andre Prasetyo Nugroho (Tempo)
•  Rahendro Herubowo (relawan kemanusiaan, mantan iNewsTV)

Sinyal SOS juga sempat dikirim Anton Apri dari Tempo TV yang berada di kapal yang sama, namun statusnya masih dipantau.

Berikut adalah daftar 9 WNI Peserta GPCI yang Terlibat:
•  Herman Budianto Sudarsono (Dompet Dhuafa) – Kapal Zapyro
•  Ronggo Wirasanu (Dompet Dhuafa) – Kapal Zapyro
•  Andi Angga Prasadewa (Rumah Zakat) – Kapal Josef
•  Asad Aras Muhammad (Spirit of Aqso) – Kapal Kasr-1
•  Hendro Prasetyo (SMART 171) – Kapal Kasr-1
•  Bambang Noroyono (Republika) – Kapal BoraLize (ditangkap)
•  Thoudy Badai Rifan Billah (Republika) – Kapal Ozgurluk (ditangkap)
•  Andre Prasetyo Nugroho (Tempo) – Kapal Ozgurluk
•  Rahendro Herubowo (Relawan) – Kapal Ozgurluk

Respons Berbagai Pihak

Pemerintah Indonesia melalui Kementerian Luar Negeri mengecam keras tindakan Israel yang dianggap melanggar hukum internasional.

Tak hanya Kemenlu, Republika, MUI, PBNU, dan berbagai elemen masyarakat juga mendesak pemerintah segera mengambil langkah diplomatik untuk membebaskan para WNI.

Misi Global Sumud Flotilla ini bertujuan mengirimkan bantuan logistik dan obat-obatan ke Gaza yang tengah mengalami krisis kemanusiaan akibat konflik berkepanjangan.

(Tribunnews.com/Bobby)

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.