Iran Lancarkan Operasi Besar, Buru dan Serang Kelompok Penyelundup Senjata yang Didukung AS-Israel
Eri Ariyanto May 19, 2026 02:10 AM

TRIBUNNEWSMAKER.COM - Iran melancarkan operasi besar-besaran untuk memburu dan menghancurkan jaringan penyelundup senjata yang disebut mendapat dukungan dari Amerika Serikat dan Israel.

Operasi yang dipimpin pasukan intelijen Garda Revolusi Iran (IRGC) itu dilakukan setelah Teheran mengklaim menemukan aktivitas penyelundupan senjata dan bahan peledak ke sejumlah wilayah strategis di negaranya.

Dalam penggerebekan tersebut, aparat Iran dilaporkan menangkap sedikitnya 20 orang yang diduga tergabung dalam lima sel jaringan bersenjata yang disebut terkait dengan kepentingan Israel.

IRGC juga menyita puluhan senjata api, ribuan butir amunisi, hingga puluhan kilogram bahan peledak yang diduga akan digunakan untuk memicu aksi kekacauan dan serangan bersenjata di dalam negeri Iran.

Teheran menuding operasi penyelundupan tersebut merupakan bagian dari upaya perang bayangan yang melibatkan Amerika Serikat dan Israel di tengah memanasnya konflik kawasan Timur Tengah.

Situasi ini terjadi setelah hubungan Iran dengan AS dan Israel terus memanas akibat rangkaian serangan militer, operasi intelijen, serta aksi saling balas di sejumlah wilayah strategis kawasan.

Pihak Iran menyebut kelompok penyelundup itu berupaya memasok senjata kepada sel-sel bersenjata untuk menciptakan instabilitas keamanan dan memicu kerusuhan internal.

Di sisi lain, Washington dan Tel Aviv hingga kini belum memberikan tanggapan resmi terkait tuduhan Iran tersebut, meski ketegangan geopolitik di kawasan terus meningkat dalam beberapa bulan terakhir.

Operasi besar ini pun disebut menjadi salah satu langkah paling agresif Iran dalam menghadapi dugaan infiltrasi jaringan bersenjata asing yang dianggap mengancam stabilitas nasional negara tersebut.

Baca juga: Tak Gentar Diperingatkan Donald Trump, Taiwan Blak-blakan Tegaskan Kemerdekaan Negaranya

Seperti diketahui, Korps Garda Revolusi Iran (IRGC) mengatakan telah menyerang kelompok teroris kontra-revolusioner yang didukung Amerika Serikat (AS) dan Israel.

Peristiwa itu terjadi di wilayah Provinsi Kurdistan, Iran barat, yang dekat perbatasan dengan Irak.

Menurut laporan Al Jazeera, Senin (18/5/2026), kelompok-kelompok tersebut berupaya menyelundupkan senjata dan amunisi dari AS ke Iran.

Pihak komando menambahkan bahwa “sejumlah besar senjata dan amunisi ditemukan dan disita”.

Sejalan dengan itu, dalam pernyataan yang dikutip dari AFP, Senin (18/5/2026), Garda Revolusi mengatakan bahwa kelompok tersebut berasal dari Irak utara.

Mereka bertindak atas nama AS dan rezim Zionis dan sedang berupaya menyelundupkan sejumlah besar senjata dan amunisi Amerika ke Iran.

Dilaporkan, kelompok-kelompok itu diserang di kota Baneh, Iran, di wilayah Kurdistan.

PERAN IRAN AS-ISRAEL - Israel dan AS melancarkan serangan “Lion’s Roar” terhadap Iran pada Sabtu (28/2/2026). Di hari yang sama Iran meluncurkan serangan balasan. Kawasan Teluk yang digadang-gadang sebagai pusat masa depan teknologi kini mencekam setelah Pasukan Garda Revolusi Iran meluncurkan serangan drone ke pusat data Amazon Web Services (AWS) di Dubai dan Bahrain, Rabu (4/3/2026).
PERAN IRAN AS-ISRAEL - Israel dan AS melancarkan serangan “Lion’s Roar” terhadap Iran pada Sabtu (28/2/2026). Di hari yang sama Iran meluncurkan serangan balasan. Kawasan Teluk yang digadang-gadang sebagai pusat masa depan teknologi kini mencekam setelah Pasukan Garda Revolusi Iran meluncurkan serangan drone ke pusat data Amazon Web Services (AWS) di Dubai dan Bahrain, Rabu (4/3/2026). ((Ist)/Tangkap Layar Youtube Tribunnews.com dari Dok. Viory)

Israel bangun pangkalan militer di Irak

Selain penyelundupan melalui Irak, sebelumnya dikabarkan, Israel telah membangun pos militer rahasia di gurun Irak untuk mendukung kampanye udaranya melawan Iran.

Dari sana, mereka sempat melancarkan serangan udara terhadap pasukan Irak yang nyaris menemukan lokasi tersebut di awal perang Iran, menurut sumber yang mengetahui hal itu, termasuk pejabat AS.

Dilansir Wall Street Journal, Sabtu (9/5/2026), pangkalan militer itu menampung pasukan khusus dan berfungsi sebagai pusat logistik bagi angkatan udara Israel. Dibangun tepat sebelum perang dimulai.

Tim pencarian dan penyelamatan juga ditempatkan di sana untuk berjaga-jaga jika pilot Israel ditembak jatuh.

Pangkalan militer rahasia di Irak tersebut memungkinkan Israel untuk lebih dekat dengan medan perang.

Israel mengerahkan tim pencarian dan penyelamatan di sana agar mereka dapat merespons lebih cepat jika diperlukan untuk misi penyelamatan darurat.

(TribunNewsmaker.com/Kompas.com)

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.