Tertunduk Usai Ditangkap, 3 Jambret HP WNA di Bundaran HI Ternyata Beraksi 120 Kali
Acos Abdul Qodir May 19, 2026 01:36 AM

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA — Tiga tersangka pelaku jambret hanya bisa tertunduk dengan tangan terborgol stainless steel saat digiring Tim Pemburu Begal ke dalam kantor Jatanras Ditreskrimum Mapolda Metro Jaya, Jakarta, Senin malam (18/5/2026).

Siapa sangka, komplotan penjarah ponsel milik warga negara asing (WNA) asal Italia di kawasan Bundaran Hotel Indonesia (HI) ini ternyata telah melakukan aksi kriminal jalanan serupa di ibu kota sebanyak 120 kali.

Penangkapan terhadap sindikat kejahatan jalanan urban (urban street crime) ini dilakukan pasca-penyelidikan intensif kepolisian atas rekaman kamera dashboard (dashcam) mobil milik pengguna jalan yang viral di media sosial.

Direktur Reserse Kriminal Umum (Dirreskrimum) Polda Metro Jaya, Kombes Pol Iman Imannuddin, mengungkapkan bahwa berdasarkan hasil pemeriksaan silang, kelompok ini memiliki rekam jejak yang sangat masif dan terorganisir.

“Tiga di antaranya adalah pelaku yang melakukan perampasan handphone [ponsel] di Bundaran HI. Dari hasil pemeriksaan awal, para tersangka disebut telah menjalankan aksi penjambretan sebanyak 120 kali,” ujar Iman Imannuddin di Mapolda Metro Jaya, Jakarta Selatan, Senin (18/5/2026) malam.

Sasar Turis Asing Lintas Negara

Pihak penyidik membeberkan bahwa kelompok ini sengaja mengincar kelengahan pejalan kaki, terutama warga negara asing yang sedang beraktivitas atau berwisata di pusat kota.

Target operasi mereka tersebar di wilayah hukum Polda Metro Jaya, termasuk kawasan Jakarta dan Bekasi.

Berdasarkan basis data laporan kepolisian, sedikitnya ada empat korban internasional dari lintas negara yang tercatat pernah menjadi korban dari komplotan ini, masing-masing berasal dari Malaysia, Jerman, Tiongkok, dan Italia.

Insiden terakhir yang menimpa warga negara Italia pada Kamis (14/5/2026) menjadi titik balik pembongkaran sindikat ini. Modus operandi pelaku tergolong nekat karena dilakukan di area terbuka yang dipantau ketat.

Baca juga: Dalam Sebulan Tiga WNA Jadi Korban Jambret di Jakarta Pusat

Detik-detik Aksi Pelaku Terekam Kamera

HP WNA DIJAMBRET - Detik-detik aksi penjambretan yang menimpa seorang warga negara asing (WNA) asal Italia di kawasan Bundaran Hotel Indonesia (HI), Jakarta Pusat, Kamis (14/2/2026), viral di media sosial. Korban kehilangan telepon genggamnya setelah dirampas pelaku yang mengendarai sepeda motor.
HP WNA DIJAMBRET - Detik-detik aksi penjambretan yang menimpa seorang warga negara asing (WNA) asal Italia di kawasan Bundaran Hotel Indonesia (HI), Jakarta Pusat, Kamis (14/2/2026), viral di media sosial. Korban kehilangan telepon genggamnya setelah dirampas pelaku yang mengendarai sepeda motor. (Tribunnews.com/@asripermata via Instagram @volkscope.)

Rekaman video dashcam memperlihatkan pelaku berkendara skuter matik (skutik) merah memotong jalur dan merampas ponsel korban di pinggir jalan Bundaran HI. Aksi itu terjadi hanya dalam hitungan detik.

Korban yang terkejut sempat berusaha mengejar pelaku, namun kehilangan keseimbangan hingga jatuh tersungkur di trotoar.

Pasca-kejadian tersebut, korban segera mendatangi Polsek Metro Menteng untuk membuat laporan polisi resmi. 

Berbekal bukti visual dan pelacakan lapangan, tim buru sergap (buser) bergerak cepat meringkus ketiga pelaku tanpa perlawanan di lokasi persembunyian yang berbeda.

“Semua ditangkap di wilayah hukum Polda Metro Jaya,” tandas Iman.

Baca juga: Diincar Sejak Keluar ATM, Seorang Wanita Jadi Korban Jambret di Senayan

Buru Jaringan Penadah

Selain membekuk tiga spesialis jambret ponsel tersebut, dalam operasi penindakan yang sama, aparat kepolisian juga berhasil mengamankan lima tersangka lain yang terlibat kasus pencurian dengan kekerasan (curas).

Penyidik Ditreskrimum Polda Metro Jaya kini mendalami seluruh titik lokasi kejahatan kelompok ini.

Fokus pengembangan diarahkan untuk memburu jaringan penadah yang menampung ponsel curian sebelum dijual kembali ke pasar gelap.

 
Penangkapan sindikat dengan rekam jejak ratusan kali beraksi ini menjadi pesan tegas bahwa ruang publik ibu kota harus steril dari premanisme demi menjamin rasa aman pejalan kaki dan citra aman pariwisata nasional.

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.