TRIBUNBANYUMAS.COM, PURWOKERTO - Kehadiran Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (KDMP) di Desa Kaliori sepertinya mulai menarik perhatian warga sekitar.
Meski belum seluruh layanan siap beroperasi, masyarakat berharap keberadaan KDMP mampu menyediakan kebutuhan pokok dengan harga lebih terjangkau dibanding warung biasa.
Bidang Keanggotaan KDMP Kaliori, Joko Wasisno, mengatakan hingga saat ini pengelola masih melakukan berbagai koordinasi guna melengkapi seluruh layanan yang nantinya tersedia di KDMP.
Menurutnya, beberapa fasilitas seperti klinik kesehatan dan apotek masih dalam tahap persiapan sehingga belum dapat beroperasi.
"Sementara ini yang baru siap supermarketnya.
Untuk layanan kesehatan seperti klinik dan apotek masih dalam proses persiapan," ujar Joko.
Selain supermarket, pihak pengelola juga berencana mengembangkan layanan simpan pinjam untuk masyarakat.
Tidak hanya itu, berbagai unit usaha lain berbasis potensi lokal warga juga akan mulai dirintis.
"Ke depannya masih ada usaha-usaha lain, tetapi saat ini masih dalam tahap perintisan," katanya.
Joko menjelaskan, salah satu sektor yang diproyeksikan berkembang ialah pengolahan hasil bumi masyarakat.
Komoditas ubi ungu menjadi salah satu potensi yang dipersiapkan untuk dikembangkan apabila produksi petani mulai berjalan maksimal.
"Kalau nanti petani sudah mulai produksi, salah satunya ubi ungu, yang bentuknya lonjong itu.
Selain itu mungkin juga hasil-hasil bumi lainnya," jelasnya.
100 Anggota
Dalam pengelolaannya, KDMP Kaliori saat ini memiliki lima orang pengurus inti yang terdiri dari ketua, bendahara, sekretaris, bidang usaha, dan bidang keanggotaan.
Untuk menjadi anggota, masyarakat dikenakan iuran pokok sebesar Rp50 ribu yang dibayarkan satu kali, serta iuran wajib Rp10 ribu per bulan.
"Iuran pokok Rp50 ribu sekali bayar.
Iuran wajib Rp10 ribu setiap bulan per anggota," jelasnya.
Saat ini jumlah anggota koperasi telah mencapai lebih dari 100 orang dan seluruhnya berasal dari warga sekitar Desa Kaliori.
"Anggotanya warga sini semua. Sekarang sudah sekitar 100 lebih anggota," katanya.
Padahal, jumlah kepala keluarga di wilayah tersebut mencapai sekitar 3.500 KK.
Karena itu, pengurus masih menargetkan penambahan anggota dalam waktu mendatang.
"Kalau bisa semua warga ikut menjadi anggota. Tapi masyarakat sekarang masih melihat dulu prospek ke depannya bagaimana," ujar Joko.(jti)