SERAMBINEWS.COM - Pemerintah Indonesia terus berupaya menangani kasus penyanderaan empat ABK WNI di perairan Somalia secara intensif.
Kemenlu memastikan seluruh kru WNI berada dalam kondisi sehat, kebutuhan logistik terpenuhi, dan gaji mereka tetap dibayarkan.
Koordinasi dilakukan bersama pemerintah setempat, pihak manajemen kapal, serta berbagai pihak terkait di Somalia.
Selain itu, pemerintah juga aktif berkomunikasi dengan keluarga korban untuk memberikan informasi perkembangan penanganan kasus.
Kasus ini bermula saat kapal tanker MT Honour 25 dibajak perompak di perairan Somalia pada April 2026.
Empat WNI yang menjadi korban merupakan bagian dari total 17 kru kapal berbendera Uni Emirat Arab tersebut.
Baca juga: Pemerintah Wajibkan Marketplace Beri Diskon Biaya Layanan 50 Persen untuk UMK
Pemerintah berharap proses negosiasi yang sedang berlangsung dapat segera membuahkan hasil positif.
Keselamatan para WNI tetap menjadi prioritas utama dalam setiap langkah penanganan yang dilakukan pemerintah.
Juru Bicara Kemenlu, Vahd Nabyl Mulachela, mengatakan pemerintah terus memantau perkembangan kasus tersebut melalui koordinasi intensif dengan berbagai pihak terkait.
“Berdasarkan informasi yang diperoleh dari berbagai sumber, dapat kami sampaikan bahwa kondisi kru WNI tersebut dalam keadaan sehat, kebutuhan logistik mereka terpenuhi, dan gaji mereka tetap dibayarkan,” kata Nabyl dalam keterangan video kepada wartawan, Senin (18/5/2026).
Menurutnya, Kemenlu bersama Perwakilan RI di luar negeri terus berkoordinasi dengan otoritas terkait, baik di dalam maupun luar negeri, guna menindaklanjuti kasus pembajakan tersebut.
Selain itu, pemerintah juga berinteraksi dengan keluarga para kru WNI untuk menyampaikan perkembangan penanganan dan memastikan negara hadir memberikan perlindungan terbaik bagi para korban.
Baca juga: Jamaah Haji Manasik di Mock-Up Garuda Indonesia, Diutamakan Bagi yang Belum Naik Pesawat
“Saat ini, pemerintah setempat, kru manajemen, dan pihak-pihak terkait masih terus melakukan negosiasi dengan pihak-pihak di Somalia,” ujarnya.
Kemenlu berharap proses negosiasi yang sedang berlangsung dapat segera mencapai hasil positif sehingga seluruh kru dapat dibebaskan dengan selamat.
Sebelumnya, empat WNI diketahui masih berada dalam penyanderaan perompak di perairan Somalia setelah Kapal MT Honour 25 dibajak sejak 21 April 2026.
Salah satu korban penyanderaan ialah Kapten Ashari Samadikun (33), pelaut asal Sulawesi Selatan sekaligus alumni Politeknik Ilmu Pelayaran Makassar.
Saat insiden terjadi, kapal tanker berbendera Uni Emirat Arab tersebut sedaang berlayar dari Oman dengan membawa total 17 kru.
Berdasarkan data manifes, empat kru merupakan WNI, yakni Ashari Samadikun selaku kapten, Wahudinanto sebagai chief officer, Adi Faizal sebagai third officer, dan Fiki Mutakin.
Baca juga: Satpol PP-WH Banda Aceh Tertibkan Pasangan Nonmahram, Nongkrong Tempat Gelap di Tanggul Lamnyong
Sementara kru lainnya terdiri dari 10 warga Pakistan serta masing-masing satu warga Myanmar, Sri Lanka, dan India.
Direktur Perlindungan WNI Kemenlu RI, Heni Hamidah, sebelumnya menyatakan bahwa KBRI Nairobi terus melakukan koordinasi intensif dengan seluruh pihak terkait di Somalia sejak insiden terjadi.
Menurut Heni, langkah penanganan difokuskan pada kerja sama dengan otoritas setempat, tokoh masyarakat, serta pihak terkait lainnya guna memastikan keselamatan seluruh kru, khususnya WNI.
Kemenlu menegaskan pemerintah akan terus memantau situasi secara saksama melalui koordinasi yang terukur agar proses penanganan berjalan optimal dan keselamatan para korban tetap menjadi prioritas utama. (*)
Sumber: https://nasional.kompas.com/read/2026/05/18/19322981/kemenlu-4-abk-wni-yang-disandera-di-perairan-somalia-sehat-dan-tetap-digaji