Kobarkan Semangat Pattimura ke-209, Gubernur Maluku Ajak Generasi Muda Jangan Takut dan Malas
Mesya Marasabessy May 19, 2026 03:48 AM

 

Laporan Wartawan TribunAmbon.com, Novanda Halirat

AMBON, TRIBUNAMBON.COM- Pemerintah Provinsi (Pemprov) Maluku bersama Pemerintah Kota (Pemkot) Ambon menggelar Upacara Peringatan Hari Pahlawan Nasional Kapitan Pattimura ke-209 Tahun 2026 di Pattimura Park, Kota Ambon, Maluku, pada Senin (18/5/2026).

Tema peringatan tahun ini "Teladani Perjuangan Pattimura, Wujudkan Maluku yang Gemilang Menuju Indonesia Emas 2045”.

Berbalutkan pakaian berwarna merah, Wali Kota Ambon, Bodewin Wattimena bertindak sebagai Inspektur Upacara.

Sementara itu, Kapitan upacara dipercayakan oleh Pelaksana Tugas (Plt.) Kepala Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Kota Ambon Silver Maryon Leatemia. 

Sebelum sambutan, Raja Batu Merah, Ali Hatala menyerahkan obor kepada Wali Kota untuk membakar obor induk di depan patung Pattimura. 

Usai pembakaran obor, Wali Kota didampingi Wakil Gubernur meletakkan karangan bunga untuk mengenang jasa Kapitan Pattimura.

Upacara ini diikuti seluruh unsur pimpinan dan OPD lingkup Pemerintah Provinsi Maluku dan pemerintah Kota Ambon.

Gubernur Maluku dalam sambutannya yang dibacakan oleh Wali Kota Ambon, Bodewin Wattimena, mengajak masyarakat untuk merefleksikan kembali perjuangan Thomas Matulessi atau Kapitan Pattimura pada 209 tahun silam.

Baca juga: Miris! Setahun Mangkir dari Jabatan Kepsek, Aliansi SEMPPAT Boikot SDN 25 Tam Ngurhir Tual

Baca juga: Polda Maluku Mulai Limpah Berkas Perkara Korupsi Ismail Usemahu dan Cs ke Kejaksaan Tinggi

Dia menegaskan rakyat Maluku harus memiliki keberanian, keteguhan dan cinta tanah air seperti jati diri seorang pahlawan.

“Dua ratus sembilan tahun yang lalu, Kapitan Pattimura berdiri memimpin perlawanan rakyat Maluku melawan penjajahan. Dengan keberanian, keteguhan, dan cinta kepada tanah air, beliau menunjukkan bahwa rakyat Maluku memiliki harga diri, martabat, dan semangat yang tidak pernah dapat ditaklukkan,” ujarnya.

Gubernur juga mengingatkan perkembangan tantangan era kolonialisme dan modernisasi sekarang ini.

Dulu Kapitan Pattimura mengangkat parang dan Salawaku, maka generasi saat ini harus melawan kebodohan, kemiskinan, perpecahan, dan ketidakadilan.

”Hari ini kita harus berjuang melawan kebodohan dengan pendidikan, melawan kemiskinan dengan kerja keras, melawan keterbelakangan dengan inovasi, melawan perpecahan dengan persaudaraan, dan melawan ketidakadilan dengan keberpihakan kepada rakyat,” tegasnya.

Menurutnya semangat api perjuangan akan redup jika generasi muda malas dan takut bersaing.

Gubernur menjelaskan beberapa Program Strategis Nasional (PSN) yang saat ini sedang digenjot seperti seperti proyek kilang gas alam Blok Masela, Maluku Integrated Port, hingga pengawalan Rancangan Undang-Undang (RUU) Daerah Kepulauan di DPR RI dan DPD RI.

Dengan berbagai PSN itu, peran generasi muda dengan semangat perjuangan sangat diperlukan.

Lewerissa berpesan agar seluruh masyarakat mengikis rasa rendah diri dan bangga atas identitasnya sebagai orang Maluku.

“Jangan pernah merasa kecil menjadi orang Maluku. Dari tanah rempah-rempah ini pernah lahir pejuang besar yang mengguncang dunia. Saya percaya, dari tanah ini pula, akan lahir generasi emas yang membawa Maluku menuju masa depan gemilang.” harapnya.

Upacara peringatan ditandai dengan pembakaran obor oleh Wali Kota Ambon, Bodewin Wattimena.

Hadir dalam prosesi upacara ini, Wakil Gubernur Maluku Abdullah Vanath, Sekretaris Daerah Maluku Sadali Ie, unsur Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) Provinsi Maluku dan Kota Ambon, Ketua TP-PKK Provinsi Maluku, pimpinan dan anggota DPRD, jajaran TNI/Polri, serta para Pejabat Pimpinan Tinggi Pratama dan Pimpinan OPD lintas pemerintahan. (*)

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.