TRIBUN-MEDAN.COM,- Sosok Novi Chindo yang membuat video bersama tukang cilok viral kini diburu warganet.
Beberapa sumber menyebut, bahwa Novi Chindo ini adalah seorang konten kreator yang memang sering membuat konten video prank.
Tapi di sisi lain, banyak juga yang tak mengenal Novi Chindo ini.
Baca juga: Video Tukang Cilok Viral, Konten dengan Narasi Bebas Remas Tuai Pro Kontra
Namanya mulai muncul ketika beredar potongan video antara dirinya dengan seorang laki-laki yang disebut sebagai tukang cilok.
Dalam video yang beredar, wanita yang disebut netizen dengan nama Novi Chindo itu tampak berada di dalam mobil.
Ia berhenti di pinggir jalan, lalu memesan cilok pada pedagang yang ada di dekat mobilnya parkir.
Setelah memesan cilok, pedagang pun kemudian mengantar pesanan Novi Chindo.
Baca juga: Link Video Bu Guru Bahasa Inggris Viral Diburu Warganet, Waspadai Scamming!
Namun, saat mengantar pesanan ini diduga ada 'permintaan tidak biasa' dari Novi Chindo.
Beberapa netizen kemudian menarasikan permintaan itu dengan kalimat 'bebas remas'.
Tidak jelas apa yang dimaksud oleh warganet.
Namun video yang beredar menunjukkan bahwa narasi itu ternyata ada hubungannya dengan gerak tubuh dari pria yang diklaim sebagai pedagang cilok.
Pria itu tampak menempelkan tangannya di area sensitif Novi Chindo.
Baca juga: Link Video Viral Bandar Membara di Hotel Masih Diburu, Padahal Ada Potensi Bahaya
Potongan video inilah yang kemudian viral dan dinarasikan dengan bebas remas.
Lantas, benarkah ini konten prank saja?
Sudah beberapa hari belakangan ini video dengan narasi tukang cilok viral beredar di media sosial, khususnya TikTok.
Warganet penasaran dengan video full antara Novi Chindo dengan tukang cilok viral dimaksud.
Baca juga: Link Video Bandar Membara Bergetar Diburu Netizen, Polisi Ingatkan UU ITE
Namun, berdasarkan penelusuran Tribun-medan.com, muncul lagi potongan video lain antara orang yang disebut sebagai Novi Chindo dan pedagang cilok.
Keduanya tampak berada di dalam mobil.
Lalu, keduanya pun melakukan adegan dewasa.
Sontak, potongan video ini kembali bikin heboh dan dibagikan ulang oleh warganet.
Tidak jelas siapa yang pertama kali mengunggah video ini.
Baca juga: Link Video Vell Lagi Telentang dengan Tatto di Perut Diburu Warganet, Waspadai Pishing!
Namun, begitu video beredar, banyak netizen yang kemudian memposting ulang video tersebut.
Sejumlah netizen menduga bahwa video Novi Chindo dengan tukang cilok cuma settingan belaka.
Sebab, setelah video tukang cilok viral pertama yang bikin heboh ramai dibagikan netizen, muncul video lain antara Novi Chindo dan pria yang diklaim sebagai pedagang tersebut.
Keduanya berada di dalam mobil, dan tampak melakukan adegan dewasa.
Baca juga: Link Video Ibu Tiri Viral Masih Diburu, Padahal Cuma Konten
Diduga kuat, video tukang cilok viral hanyalah trik untuk mengundah rasa penasaran warganet.
Dengan rasa penasaran itu, netizen akan melakukan pencarian dan mengunjungi banyak profil.
Hal-hal semacam ini berkaitan dengan engagement atau interaksi publik terhadap satu media sosial.
Tujuannya untuk meningkatkan jumlah followers dan kunjungan.
Baca juga: Link Video Ibu Tiri Vs Anak Tiri di Dapur, Waspadai Bahaya yang Mengintai
Oleh karena itu, para pengguna media sosial diminta bijak dalam merespon berbagai video yang viral.
Novi Chindo disebut sebagai seorang konten kreator.
Namun, tidak ada informasi lanjut mengenai latar belakang dirinya.
Orang hanya mengenal Novi Chindo lewat video kontroversi bersama tukang cilok viral.
Baca juga: Link Video Mahasiswa KKN di Lombok Timur 13 Menit 17 Detik Viral, Waspadai Kejahatan Digital
Selain dari pada itu, tidak ada prestasi yang dibuat oleh Novi Chindo.
Ia hanya dikenal karena video yang dianggap beberapa warganet tidak pantas dan tidak mendidik.
Di sela massifnya konten-konten video yang dianggap kurang mendidik di media sosial, Kementrian Komunikasi dan Digital Informasi (Komdigi) diminta untuk segera bertindak.
Sebab, video-video yang beredar bisa saja ditonton dan disaksikan oleh anak-anak.
Sampai hari ini belum ada terlihat pengawasan terhadap konten dewasa yang beredar di media sosial seperti TikTok dan juga Twitter.
Banyak pihak yang berharap agar Komdigi ikut mengambil langkah berkaitan dengan kasus-kasus semacam ini.(ray/tribun-medan.com)