TRIBUN-BALI.COM, DENPASAR - Ketua Umum Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Provinsi Bali, I Nyoman Giri Prasta, memimpin rapat perdana pengurus masa bakti 2026-2030 di Ruang Rapat KONI Bali, GOR Lila Bhuana, Denpasar, pada Selasa 19 Mei 2026.
Pertemuan strategis ini menjadi tonggak awal kepemimpinan Giri Prasta dalam memetakan arah olahraga prestasi di Pulau Dewata untuk empat tahun ke depan.
Rapat dibuka oleh Sekretaris Umum KONI Bali, I Ketut Jagra Sunu, yang menegaskan bahwa agenda utama pertemuan ini adalah mendengarkan arahan langsung dari Ketua Umum terkait kebijakan besar organisasi.
Baca juga: Atlet Karate Buleleng Raih Emas Kejurnas, Siap Bela Indonesia di AKF 2026
Mengawali arahannya, Giri Prasta menyampaikan apresiasi mendalam kepada seluruh jajaran pengurus yang telah bersedia mengabdi untuk kemajuan olahraga Bali.
Kata dia, kepengurusan periode ini berfokus pada peningkatan prestasi yang signifikan melalui optimalisasi cabang olahraga (cabor).
Giri Prasta menekankan pentingnya memaksimalkan cabor-cabor yang sudah konsisten meraih medali, baik emas, perak, maupun perunggu.
Baca juga: 865 Atlet Bertarung di Denpasar, Kejurnas Taekwondo Bali Jadi Gerbang Menuju Panggung Asia
Namun, ia juga memberikan catatan khusus bagi cabor yang selama ini belum berhasil membawa pulang medali agar segera diupayakan peningkatannya agar mampu bersaing di kancah nasional maupun internasional.
"Kita harus meningkatkan prestasi sebagai tujuan utama. Cabor yang sudah meraih medali kita maksimalkan, dan cabor yang belum berprestasi harus kita upayakan bersama agar mampu meraih medali," ujar Giri Prasta.
Untuk mendukung target tersebut, ia memerintahkan sistem pendataan atlet yang lebih valid dan modern melalui pembangunan database yang kuat.
Ketum KONI yang yang juga menjabat Wakil Gubernur Bali ini meminta setiap bidang untuk memperkuat komunikasi dan koordinasi dengan Sekretariat KONI guna memastikan seluruh data atlet terinventarisasi dengan baik.
Hal ini juga berkaitan dengan proses penjaringan serta mutasi atlet yang harus dilakukan secara selektif dan mematuhi regulasi yang berlaku.
Selain aspek teknis, Giri Prasta memberikan perhatian serius pada tata kelola organisasi, terutama mengenai akuntabilitas keuangan. Ia memperingatkan seluruh jajarannya agar penggunaan anggaran dilakukan dengan sangat hati-hati sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-undangan.
"Penggunaan anggaran jangan sampai salah arah, semua harus sesuai aturan," tegasnya.
Terkait agenda olahraga daerah, Giri Prasta menyatakan segera berkoordinasi dengan Gubernur Bali guna mengeluarkan Surat Keputusan (SK) penetapan Kabupaten Buleleng sebagai tuan rumah Pekan Olahraga Provinsi (Porprov).
Langkah ini akan diikuti dengan penyusunan pedoman pelaksanaan serta pembentukan kepanitiaan dalam waktu dekat.
Angle yang paling menarik dalam rapat ini adalah komitmen nyata Giri Prasta terhadap kesejahteraan para atlet yang telah mengharumkan nama Bali.
Ia mengungkapkan rencana besar untuk membantu masa depan atlet melalui jaminan pekerjaan dan kemandirian ekonomi.
"Atlet-atlet berprestasi akan kita usahakan mendapatkan pekerjaan di perusahaan daerah atau tempat lain yang memungkinkan. Jika ada atlet yang ingin mandiri melalui UMKM, kita akan fasilitasi bantuan modal atau permodalan bank tanpa bunga dan tanpa biaya administrasi," ungkapnya.
Menutup arahannya, Giri Prasta mengingatkan bahwa keberhasilan KONI Bali hanya bisa dicapai melalui kerja tim yang solid. Ia menegaskan tidak boleh ada mentalitas single fighter dalam organisasi ini.
Dirinya menyatakan sangat terbuka terhadap segala masukan dan aspirasi demi kebaikan bersama.
"Pengurus harus berjuang bersama, tidak ada yang bekerja sendiri-sendiri. Saya siap menerima masukan karena pemimpin yang baik adalah pendengar yang baik," pungkasnya. (*)