TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Menteri Pertahanan (Menhan) Sjafrie Sjamsoeddin mengungkapkan, Israel akan melanjutkan operasi militernya ke Lebanon.
Pemerintah Indonesia pun memantau perkembangan tersebut mengingat keterlibatan pasukan Indonesia, dalam misi perdamaian United Nations Interim Force in Lebanon (UNIFIL) di bawah bendera Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB).
“Yang kaitan dengan Israel, Israel akan melanjutkan operasi ke Lebanon,” kata Sjafrie, dalam rapat kerja (raker) dengan Komisi I DPR, di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Selasa (19/5/2026).
“Sebagaimana diketahui bahwa dalam operasi Lebanon, Indonesia bagian daripada UNIFIL atas bendera Perserikatan Bangsa-Bangsa,” imbuhnya.
Menurut Sjafrie, informasi mengenai serangan Israel terhadap Lebanon telah terkonfirmasi melalui Kementerian Luar Negeri RI.
Sebab itu, pemerintah memberikan perhatian terhadap keamanan personel Indonesia yang bertugas di wilayah tersebut.
“Serangan Israel terhadap Lebanon terkonfirmasi melalui Kemlu,” ujarnya.
Lebih lanjut, Sjafrie menegaskan, tugas pasukan Indonesia dalam misi UNIFIL adalah sebagai penjaga perdamaian atau peacekeeping, bukan peace making yang terlibat dalam operasi tempur.
“UNIFIL yang menggunakan Indonesia itu juga kita ini adalah tugas peacekeeping bukan peace making,” ujarnya.
Oleh karena itu, kata Sjafrie, kemampuan yang dipersiapkan bagi pasukan Indonesia di Lebanon hanya sebatas untuk mempertahankan diri apabila menghadapi ancaman di lapangan.
“Sehingga kemampuan yang kita siapkan adalah kemampuan hanya untuk membela diri,” pungkas Sjafrie.
Untuk diketahui, militer Israel sempat menyerang pasukan UNIFIL di Lebanon. Dari serangan tersebut, empat anggota TNI menjadi korban tewas.