Kumpulan Soal Esai SAS IPAS Kelas 5 SD Semester 2 Kurikulum Merdeka 2026
Siti Umnah May 19, 2026 01:27 PM

SRIPOKU.COM - Evaluasi sumatif dalam bentuk soal esai instrumen IPAS Kelas 5 SD Semester 2 ini dirancang untuk menguji kedalaman pemahaman materi alami dan sosial secara kontekstual.

Setiap butir soal menuntut siswa untuk menuangkan analisis logis, mulai dari proses pernapasan manusia, pemanfaatan peta, hingga fenomena perubahan permukaan bumi.

Melalui latihan 5 soal esai prediksi tahun 2026 ini, siswa diharapkan dapat melatih keterampilan bernalar kritis (HOTS) demi meraih hasil penilaian akhir yang optimal.

Baca juga: 40 Soal SAS Bahasa Inggris Kelas 8 SMP Semester 2 Kurikulum Merdeka 2026

(Materi: Penjelajahan Bumi dan Antariksa)

1. Bumi melakukan dua pergerakan sekaligus, yaitu rotasi dan revolusi. Jelaskan perbedaan dampak yang dirasakan oleh manusia di Bumi akibat dari rotasi Bumi dan revolusi Bumi! Berikan masing-masing 2 contoh dampaknya!

Kunci Jawaban & Pembahasan:

Rotasi Bumi adalah perputaran Bumi pada porosnya. Dampak yang langsung dirasakan manusia adalah terjadinya siang dan malam secara bergantian, serta terjadinya gerak semu harian matahari (matahari seolah terbit di timur dan tenggelam di barat).

Revolusi Bumi adalah perputaran Bumi mengelilingi Matahari. Dampak yang dirasakan adalah terjadinya perbedaan lamanya waktu siang dan malam di beberapa belahan bumi, serta terjadinya perubahan musim (seperti musim kemarau dan hujan di Indonesia).

(Materi: Struktur Bumi dan Gunung Berapi)

2. Indonesia berada di wilayah Ring of Fire (Cincin Api Pasifik) yang menyebabkan banyaknya gunung berapi aktif. Mengapa keberadaan gunung berapi aktif ini bisa membawa dampak positif sekaligus dampak negatif bagi kehidupan masyarakat di sekitarnya? Jelaskan!

Kunci Jawaban & Pembahasan:

Dampak Positif: Abu vulkanik dari letusan gunung berapi dapat membuat tanah di sekitarnya menjadi sangat subur untuk pertanian dalam jangka panjang. Selain itu, daerah sekitar gunung berapi kaya akan sumber daya mineral/batuan dan berpotensi menjadi objek wisata atau sumber energi panas bumi.

Dampak Negatif: Gunung berapi aktif menyimpan bahaya bencana alam yang besar, seperti bahaya erupsi (letusan), awan panas (wedhus gembel), aliran lava, dan banjir lahar dingin yang dapat merusak permukiman serta mengancam keselamatan jiwa penduduk.

(Materi: Ekosistem dan Keseimbangan Alam)

3. Di sebuah ekosistem sawah, populasi ular sawah diburu secara besar-besaran oleh manusia karena dianggap mengganggu. Analisislah apa yang akan terjadi pada populasi padi dan populasi tikus di sawah tersebut akibat dari perburuan ular ini!

Kunci Jawaban & Pembahasan:

Ular sawah adalah predator alami bagi tikus. Jika ular sawah habis diburu, maka:

Populasi tikus akan melonjak drastis (meningkat tajam) karena tidak ada lagi hewan yang memangsa mereka.

Akibat populasi tikus yang terlalu banyak, mereka akan memakan tanaman padi secara agresif. Hal ini menyebabkan populasi tanaman padi akan menurun drastis atau mengalami gagal panen. Ekosistem pun menjadi tidak seimbang.

(Materi: Cahaya dan Indra Penglihatan)

4. Saat kita berjalan dari tempat yang sangat terang (luar ruangan di siang hari) masuk ke dalam ruangan yang gelap atau bioskop, mata kita awalnya tidak bisa melihat apa-apa, namun beberapa saat kemudian kita mulai bisa melihat lingkungan sekitar. Mengapa fenomena ini bisa terjadi? Jelaskan fungsi bagian mata yang berperan dalam peristiwa tersebut!

Kunci Jawaban & Pembahasan:

Fenomena ini terjadi karena proses adaptasi mata terhadap intensitas cahaya. Bagian mata yang berperan penting adalah pupil dan iris.

Saat di tempat terang, pupil akan mengecil agar cahaya yang masuk ke mata tidak berlebihan.

Saat tiba-tiba masuk ke tempat gelap, pupil membutuhkan waktu beberapa saat untuk melebar kembali agar bisa menangkap lebih banyak cahaya yang minim di dalam ruangan. Proses pelebaran pupil inilah yang membuat kita perlahan-lahan bisa melihat kembali di kegelapan.

(Materi: Sistem Pencernaan Manusia)

5. Mengapa kita sangat disarankan untuk mengunyah makanan sebanyak 20–30 kali hingga benar-benar halus sebelum menelannya? Hubungkan jawabanmu dengan fungsi lambung dalam sistem pencernaan!

Kunci Jawaban & Pembahasan:

Mengunyah makanan hingga halus merupakan bentuk pencernaan mekanis di mulut. Jika makanan dikunyah hingga halus, maka beban kerja lambung akan menjadi jauh lebih ringan. Makanan yang sudah halus akan lebih mudah dicampur dengan asam lambung dan enzim pencernaan, sehingga penyerapan nutrisi di usus halus nantinya menjadi lebih optimal dan mencegah terjadinya gangguan pencernaan seperti sakit maag atau kembung.

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.