Berita Persebaya Hari Ini, Tavares Soroti Jadwal Piala Presiden, Tetap Rendah Hati Lawan Persik
Wiwit Purwanto May 19, 2026 01:32 PM

 

SURYA.CO.ID SURABAYA -  Pelatih Persebaya Surabaya, Bernardo Tavares, menyambut positif rencana digelarnya Piala Presiden 2026 sebagai turnamen pramusim.

Namun di balik dukungannya, pelatih asal Portugal itu melontarkan kritik tajam terhadap jadwal turnamen yang dinilai terlalu padat dan berpotensi merugikan klub maupun pemain.

Menurut Bernardo, keberadaan lebih dari satu kompetisi sangat penting untuk meningkatkan kualitas sepak bola Indonesia. Ia menilai klub sebesar Persebaya membutuhkan lebih banyak ajang kompetitif sebelum liga resmi dimulai.

"Saya rasa semua klub ingin memiliki lebih dari satu kompetisi. Dan saya rasa Persebaya juga menginginkannya," kata Bernardo Tavares, Senin (18/5/2026).

"Karena Persebaya adalah tim yang bagus. Salah satu yang terbaik di Indonesia. Kami akan merayakan ulang tahun ke-100, tahun depan," tambahnya.

Baca juga: Rivera Jadi Pembeda, Jadi Mimpi Buruk Semen Padang Saat Persebaya Menang Telak 0-7 

Piala Presiden 2026 sendiri direncanakan berlangsung mulai 28 Juni hingga 11 Juli 2026 sebagai pengisi jeda sebelum Super League 2026/2027 dimulai pada awal September.

Jadwal Dinilai Terlalu Mepet

Meski mendukung pelaksanaan turnamen, Bernardo menilai jadwal yang disusun panitia tidak ideal. Sebab, kompetisi Super League 2025/2026 baru akan berakhir pada 23 Mei 2026.

Dengan waktu persiapan yang singkat, menurutnya klub akan kesulitan membangun skuad, menjalani pemusatan latihan, hingga mempersiapkan kondisi fisik pemain secara maksimal.

"Jadwal Piala Presiden yang diberikan panitia kepada kami akan dimulai 28 Juni. Jika kami lolos ke final, pertandingan berakhir pada tanggal 11 Juli. Jadi menurut saya itu tidak masuk akal," jelasnya.

Ia menyebut masa pramusim seharusnya dimulai lebih awal agar tim memiliki waktu persiapan yang cukup.

Baca juga: Usai Pesta Gol 0-7, Tavares Bongkar Bahaya yang Bisa Hancurkan Persebaya  

"Jika kami ingin mempersiapkan kompetisi yang dimulai pada tanggal 28 Juni, mungkin kami perlu memulainya di awal Juni," tambahnya.

Bernardo juga menyoroti potensi jeda kompetisi yang terlalu panjang apabila sebuah tim tersingkir lebih cepat dari fase grup.

"Bayangkan kami memainkan dua atau tiga pertandingan lalu tersingkir. Dan kami tersingkir pada tanggal 4 Juli. Jadi antara tanggal 4 Juli dan 4 September, ada jeda dua bulan," ucapnya.

"Jadi, apa yang akan kami lakukan dalam dua bulan ke depan? Jadi tolong, pikirkan hal-hal ini? Karena menurut saya ini tidak masuk akal," tegasnya.

Selain mengganggu persiapan tim, Bernardo menilai situasi tersebut juga menjadi beban finansial bagi klub karena tetap harus membayar gaji pemain dan staf selama jeda panjang kompetisi.

"Sebuah klub perlu membayar gaji lebih kepada para pemain yang perlu datang lebih awal. Dan dua bulan tanpa kompetisi," pungkasnya.

Bernardo Minta Persebaya Tak Terlena Kemenangan

Di sisi lain, Bernardo juga meminta pemain Persebaya melupakan kemenangan telak 0-7 atas Semen Padang FC dan segera fokus menghadapi Persik Kediri pada laga terakhir Super League 2025/2026 di Stadion Gelora Bung Tomo, Sabtu (23/5/2026).

Menurutnya, Persik merupakan lawan yang memiliki kualitas berbeda sehingga Persebaya tidak boleh terlena dengan hasil pertandingan sebelumnya.

"Melawan (Persik) Kediri, mereka memiliki tim yang bagus," kata Bernardo Tavares.

"Kami harus rendah hati dan tidak terlalu memikirkan hasil sebelumnya. Karena kami menunjukkan beberapa kesulitan di beberapa momen pertandingan," tambahnya.

Bernardo menegaskan kemenangan besar atas Semen Padang tidak bisa dijadikan jaminan untuk meraih hasil serupa pada pertandingan berikutnya.

"Kami perlu bekerja keras, bangkit kembali, dan mempersiapkan pertandingan dengan rendah hati," terangnya.

Persebaya kini memburu kemenangan untuk memastikan finis di posisi empat klasemen akhir Super League 2025/2026, sama seperti pencapaian musim lalu.

"Saya harap kami melakukan pekerjaan dengan baik dan mencoba mengumpulkan tiga poin," ucapnya.

Kondisi Pemain Masih Jadi Perhatian

Selain fokus pada strategi pertandingan, Bernardo juga masih menunggu perkembangan kondisi sejumlah pemain yang sebelumnya mengalami cedera.

"Kami perlu melihat pemain mana yang siap untuk pertandingan selanjutnya. Semoga depertemen medis memberi kabar baik," pungkas Bernardo Tavares.

Kiper Persebaya, Andhika Ramadhani, juga menegaskan target tim tetap meraih kemenangan di laga penutup musim.

"Sebagai pemain, kami akan berusaha semaksimal mungkin untuk mendapatkan kemenangan. Kami akan memaksimalkan laga sisa," kata Andhika Ramadhani.

"Paling utama tiga poin, masalah clean sheet itu hanya bonus untuk kami," pungkasnya.

 

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.