Palopo (ANTARA) - Direktorat Jenderal (Ditjen) Imigrasi mengajak sejumlah wartawan dari media nasional dan daerah untuk mengenal lebih dekat keunikan Kantor Imigrasi Kelas II Non Tempat Pemeriksaan Imigrasi (TPI) Palopo, Sulawesi Selatan.
Bertempat di Kantor Imigrasi Kelas II Non TPI Palopo, Sulawesi Selatan, Selasa, wartawan dari Jakarta dan lokal diajak berkeliling mengenal setiap sudut kantor dan layanan serta sarana dan prasarana yang dimiliki.
Komunikasi Publik Ditjen Imigrasi Ajeng Rahma Safitri mengatakan kegiatan Media Tour Kantor Imigrasi ini telah dimulai sejak 2023, dan berlangsung setiap tahunnya. Kali ini giliran Kantor Imigrasi Kelas II Palopo yang dikenalkan karena memiliki beragam keunikan dan layanan unggulan.
"Intinya kegiatan ini selain mengenal lebih dekat, juga sebagai sarana edukasi dari kami Ditjen Imigrasi ke media dan masyarakat tentang layanan imigrasi itu bukan hanya urusan menerbitkan paspor saja, tapi juga punya fungsi pengawasan terhadap keberadaan orang asing, hingga pencegahan tindak pidana perdagangan orang (TPPO) dan juga PMI non prosedural," kata Ajeng.
Kantor Imigrasi Kelas II Palopo dipilih jadi lokasi media tour tahun ini karena memiliki berbagai keunikan. Kantor tersebut baru dua tahun ini naik kelas dari III menjadi II, setelah beroperasi sejak 2017.
Capaian tersebut terwujud berkat inovasi yang dilakukan Kantor Imigrasi Kelas II Non TPI Palopo lewat peningkatan layanan keimigrasian.
"Target dari kegiatan ini utamanya kami ingin menjalin hubungan ke media, ingin mengenalkan keunikan kantor imigrasi, karena setiap wilayah itu beda-beda layanannya dan keunikannya, misal ada wilayah yang punya tempat wisata, daerah perbatasan itu berbeda-beda," kata Ajeng.
Dari kunjungan ini diketahui, bahwa Palopo banyak dikunjungi oleh mahasiswa mancanegara dalam program pertukaran mahasiswa. Selain itu, banyak warga negara asing yang bekerja berbagai sektor seperti pabrik es krim dan tambang nikel.
Kepala Kantor Imigrasi (Kakanim) Yogie Kashogi menyampaikan Kantor Imigrasi Kelas II Non TPI Palopo memiliki enam wilayah kerja yang dilayani, yakni Kota Palopo, Kabupaten Luwu, Kabupaten Luwu Utara, Kabupaten Luwu Timur, dan Kabupaten Toraja Utara.
Dia menyebut, jumlah pemohon paspor setiap harinya cukup tinggi berkisar 60 sampai dengan 70 pemohon dengan target 75 pemohon.
"Kebanyakan pemohon ini untuk umrah, wisata dan pertukaran mahasiswa, di sini ada 17 kampus terbanyak kedua setelah Makassar," kata Yogie.
Menurut dia, mahasiswa asing yang banyak datang ke Palopo berasal dari Timor Timur dan Taiwan, sedangkan wisatawan yang datang ke Toraja didominasi dari kawasan Eropa.
Kantor Imigrasi Kelas II Non TPI Palopo menjalin komunikasi yang baik dengan Pemerintah Kota Palopo dalam memberikan layanan keimigrasian terbaik bagi masyarakat.
Gedung baru Kantor Imigrasi Kelas II Non TPI Palopo yang terletak di jantung Kota Palopo dibangun di atas lahan hibah pemda sekitar 593 meter per segi, dengan luas bangunan 2.600 terdiri atas dua lantai.
"Layanan kami juga sudah berbasis digital, 90 persen dilakukan secara daring," kata Yogie.
Selain naik kelas, Kantor Imigrasi Kelas II Non TPI Palopo juga mengantongi predikat WBK dari Kemenpan RB serta meraih predikat "baik" dalam penilaian pelayanan publik Ombudsman RI tahun 2025.
Media tour berlangsung selama tiga hari dari tanggal 19 sampai dengan 21 Mei 2026. Setelah mengunjungi Kantor Imigrasi Kelas II Non TPI, media akan diajak ke Toraja melihat proses pemeriksaan keimigrasian di daerah wisata hingga mengunjungi Desa Binaan Imigrasi di Palopo.





