Makassar (ANTARA) - Universitas Hasanuddin melalui Fakultas Vokasi memperkuat kolaborasi internasional dengan industri dan institusi pendidikan berasal dari Tiongkok, khususnya dalam pengembangan kecerdasan buatan atau artificial intelligence (AI).

Penandatanganan kerja sama dilakukan antara Foshan Polytechnic, Guandong Bangpu Recycling Technology Co., Ltd Indonesia Buri Base dan Fakultas Vokasi Unhas sebagai bagian dari implementasi program internasional “1 + 10 + 100 + 1,000 + 10,000 Project” di Jakarta.

Dekan Fakultas Vokasi Unhas Muh Restu dalam keterangan di Makassar, Selasa, mengatakan program tersebut berfokus pada pengembangan pendidikan vokasi, penguatan talenta industri, transfer pengetahuan, serta pengembangan teknologi berbasis kebutuhan industri global.

Ia menjelaskan berbagai kerja sama membuka peluang besar bagi mahasiswa dan civitas academica untuk meningkatkan kapasitas internasionalisasi sekaligus memperluas pengalaman kerja sama dengan industri multinasional.

“Kami ingin lulusan vokasi Unhas siap bekerja di industri berskala global. Dukungan universitas terhadap pengembangan pendidikan vokasi menjadi energi besar bagi kami untuk terus berkembang,” katanya.

Ia menjelaskan penguatan jejaring global menjadi langkah penting meningkatkan kualitas pendidikan vokasi agar semakin kompetitif dan adaptif terhadap perkembangan industri dunia.

Ia optimistis kolaborasi lintas negara mampu mempercepat transfer teknologi dan pengetahuan kepada mahasiswa vokasi.

Melalui implementasi program tersebut, Indonesia dan Tiongkok juga merencanakan pengembangan pusat-pusat pelatihan berbasis AI dan cross-border e-commerce di berbagai wilayah Indonesia.

Program ini didukung investasi peralatan pembelajaran berupa komputer dan layar digital untuk mendukung ruang pelatihan e-commerce berbasis industri.

Kegiatan implementasi “1 + 10 + 100 + 1,000 + 10,000 Project” berlangsung di Novotel Jakarta Pulo Mas, Selasa (19/5), dan dirangkaikan dengan agenda "China–Indonesia AI + Cross-Border E-Commerce Localization Training and Industry Exchange Program in Indonesia".