=TRIBUNKALTARA.COM, MALINAU -Mengantisipasi lonjakan sampah jelang Hari Raya Idul Adha, Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Malinau mulai memetakan strategi penanganan kebersihan kota di Kabupaten Malinau, Kalimantan Utara.
Berdasarkan data harian DLH Malinau, produksi harian sampah di daerah perkotaan Kabupaten Malinau Kalimantan Utara rata-rata 28 ton sehari.
Pada momen besar seperti Hari Raya Idull Adha, volume sampah dipastikan melonjak dan biasanya meningkat menjadi 32 ton per hari.
Kepala DLH Malinau, dr John Felix Rundupadang menjelaskan dinamika pertambahan jumlah timbulan sampah selalu terjadi secara linear seiring bertambahnya aktivitas masyarakat.
Baca juga: Saat Lebaran Idul Fitri, Volume Sampah di Tarakan Naik 25 Persen, Hari Pertama Tembus 130 Ton
"Volume sampah itu jelas setiap tahun pasti ada kenaikan karena orang..Untuk saat ini rata-rata produksi harian di wilayah perkotaan mencapai 28 sampai dengan 32 ton," ujarnya, Selasa (19/5/2026).
Berdasarkan parameter dari kementerian terkait, setiap individu di kawasan perkotaan dengan kategori kota kecil rata-rata menghasilkan puluhan gram limbah per hari.
Angka acuan tersebut menjadi basis kalkulasi bagi instansi teknis untuk mengatur pola pengangkutan armada truk sampah di lapangan.
"Kalau secara nasional, buat kita Kabupaten Malinau sebagai kota kecil oleh Kementerian Lingkungan Hidup disebut, setiap kita memproduksi rata-rata ini, 0,4 kilogram sampah per hari. Jadi kalau tambah orang ya tambah lagi 0,4 kilogram," katanya.
Evaluasi terhadap skema operasional dan penyesuaian jadwal pembuangan bagi warga terus dimatangkan agar tidak terjadi penumpukan di tempat penampungan sementara.
Baca juga: Kebijakan Tekan Volume Sampah Malinau dari Hulu Produksi, DPRD Usul TPS3R Segera Dirampungkan
Proses pengangkutan sampah biasanya diterapkan lebih intens pada hari-hari tertentu. Masyarakat juga diimbau membuang sampah sesuai jadwal untuk memudahkan petugas kebersihan.
(*)
Penulis : Mohammad Supri