Rupiah Melemah dan BBM Naik, Harga Oli serta Suku Cadang di Manado Mulai Naik
Rizali Posumah May 19, 2026 08:22 PM

 

TRIBUNMANADO.CO.ID – Sektor otomotif di Kota Manado mulai merasakan hantaman beruntun dari pelemahan nilai tukar rupiah terhadap dollar AS serta kenaikan harga BBM non-subsidi.

Kondisi makroekonomi ini memicu lonjakan harga pada produk perawatan kendaraan, yakni pelumas (oli) dan suku cadang.

Pantauan di lapangan menunjukkan harga oli di Manado, Sulawesi Utara, naik. Kenaikannya bervariasi.

Mulai dari Rp 8 ribu hingga Rp 20 ribu untuk kemasan bervolume 0,8 liter hingga 1 liter, baik untuk kendaraan roda dua maupun roda empat.

Di jaringan diler resmi, penyesuaian tarif ini sudah berjalan sejak awal bulan.

Sales Manager Tridjaya Motor Sam Ratulangi Manado, Erwin Momuat, mengonfirmasi bahwa pergeseran harga oli motor rata-rata mulai berlaku per 1 Mei 2026.

"Kenaikan harga sekitar 10 sampai 12 persen. Oli rata-rata naik Rp 8 ribu," ujar Momuat kepada Tribunmanado.co.id, Selasa (19/5/2026).

Menariknya, kenaikan ini tidak serta-merta menyurutkan minat pemilik kendaraan untuk merawat mesin mereka.

Menurut Erwin, kesadaran masyarakat akan pentingnya performa kendaraan tetap tinggi.

"Sejauh ini aman karena konsumen merasa ganti oli rutin harus dan memilih oli asli," ujarnya.

Selain pelumas, komponen suku cadang juga tidak luput dari kenaikan harga.

Bagi diler sepeda motor Honda, situasi ini mendatangkan tantangan tersendiri dalam mengedukasi pasar.

Konsumen kini menjadi lebih sensitif terhadap harga dan kerap membandingkan produk diler dengan suku cadang imitasi (KW) yang beredar di pasaran.

Menyikapi hal tersebut, pihak diler terus memberikan pemahaman mengenai jaminan kualitas produk original Honda.

"Sejauh ini yang datang servis ke AHASS cenderung beli yang original. Yang beli di luar, tetap kami layani pemasangan tapi tidak menggaransi kualitasnya," katanya lagi.

Kondisi berbeda terlihat di lini bengkel umum.

Jika diler resmi cenderung ketat mengikuti Harga Eceran Tertinggi (HET) dari pabrikan, bengkel non-resmi justru mencatat rentang kenaikan yang lebih tinggi, yakni berada di angka Rp 10 ribu hingga Rp 20 ribu.

Ko Teng, seorang pemilik bengkel ganti oli dan suku cadang otomotif yang beroperasi di Jalan RW Mongisidi, mengungkapkan bahwa gejolak harga dari hulu sudah dirasakan sejak akhir bulan lalu.

"Kami hanya menyesuaikan yang dari distributor di Jawa. Oli, parts semua naik," katanya.

Ko Teng tidak menampik bahwa lonjakan harga ini memberikan efek kejut bagi para pelanggannya.

Meski volume kunjungan sempat terpengaruh, sifat dari kebutuhan servis yang mendesak membuat bengkelnya tetap didatangi konsumen.

"Tapi biasanya, yang datang itu memang sudah butuh," ujarnya.

Di tengah fluktuasi ekonomi saat ini, merawat kendaraan tampaknya telah bergeser dari sekadar gaya hidup menjadi kebutuhan primer yang tidak bisa ditunda oleh warga Manado. (ndo)

Bergabung dengan WA Tribun Manado di sini >>>

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.