TRIBUNMANADO.CO.ID,MANADO - Sektor otomotif di Sulawesi Utara terkena dampak melemahnya Rupiah terhadap Dollar AS.
Sejumlah barang otomotif mengalami kenaikan.
Termasuk oli dan onderdil kendaraan motor dan mobil.
Baca juga: Harga Oli dan Suku Cadang Motor Naik, Konsumen di Manado Tetap Beli Demi Kenyamanan Berkendara
Di Manado, harga oli naik rata-rata Rp 8 ribu hingga Rp 20 ribu untuk oli 0,8 liter hingga 1 liter.
Baik untuk oli motor maupun oli mobil.
Sales Manager Tridjaya Motor Sam Ratulangi Manado, Erwin Momuat mengatakan, harga oli motor rata-rata naik per 1 Mei 2026.
"Kenaikan harga sekitar 10 sampai 12 persen. Oli rata-rata naik Rp 8 ribu," ujar Momuat kepada Tribunmanado.co.id, Selasa (19/5/2026).
Meskipun demikian, kata Erwin, konsumen tak mempersoalkan kenaikan harga oli.
"Sejauh ini aman karena konsumen merasa ganti oli rutin harus dan memilih oli asli," ujarnya.
Selain oli, harga suku cadang juga ikut naik. Terkait ini, diler sepeda motor Honda punya tantangan.
Konsumen sedikit sensitif dan membandingkan dengan suku cadang imitasi (KW).
Diler perlu menjelaskan bahwa pihaknya menjual suku cadang asli Honda yang terjamin kualitasnya.
"Sejauh ini yang datang servis ke AHASS cenderung beli yang original. Yang beli di luar, tetap kami layani pemasangan tapi tidak menggaransi kualitasnya," katanya lagi.
Sementara itu, kenaikan harga oli di bengkel-bengkel umum relatif lebih tinggi dibanding diler resmi yang menjual produk asli sesuai HET.
Rentang kenaikan harga di bengkel umum di atas Rp 10 ribu hingga Rp 20 ribu.
Ko Teng, pemilik bengkel ganti oli dan suku cadang otomotif di Jalan RW Mongisidi bilang, kenaikan harga sudah sejak akhir April.
"Kami hanya menyesuaikan yang dari distributor di Jawa. Oli, parts semua naik," katanya.
Menurutnya, kenaikan harga tetap berpengaruh pada konsumen yang datang. "Tapi biasanya, yang datang itu memang sudah butuh," ujarnya.(NDO)