Laporan Muhammad Azzam
TRIBUNBEKASI.COM, KARAWANG- Di tengah menjamurnya cafe modern dengan menu kopi kekinian, hadir sebuah tempat nongkrong berbeda di Kabupaten Karawang, Jawa Barat.
Cafe Balandongan Raja Kami menawarkan konsep unik dengan menjadikan jamu tradisional sebagai menu utama yang dikemas modern dan ramah anak muda.
Cafe itu baru dibuka pada Minggu (17/5/2026) dengan lokasi tepatnya berada Jalan Pasundan, Adiarsa Barat, Kecamatan Karawang Barat.
Cafe bernuansa joglo Sunda ini bukan hanya karena desainnya yang estetik dan tradisional, tetapi juga karena menghadirkan pengalaman “nongkrong sehat” lewat berbagai racikan jamu tradisional.
Ketika memasuki area kafe, suasana khas Sunda dan aroma rempah yang kuat langsung terasa. Ditambah lagi, design interior yang didominasi kayu, ornamen tradisional, serta alunan musik khas sunda membuat tempat ini terasa hangat dan berbeda dari kafe kebanyakan.
Owner Cafe Balandongan Raja Kami, Prama Buana Gumilang mengatakan, pihaknya mengandeng Omah Jamu Jeng Ratu asli Yogyakarta yang merupakan minuman jamu yang dikemas secara kekinian dengan dibalut nuansa sunda.
Omah Jamu Jeng Ratu ini ada sejak 40 tahun dan sudah banyak tersebar diberbagai daerah di Indonesia bahkan hingga Malaysia maupun Singapura.
"Dan untuk di Karawang perdana hadir di tempat kami di Cafe Balandongan Raja Kami," kata Gumilang saat diwawancara.
Ide menghadirkan cafe jamu kekinian dengan nuasan budaya sunda berawal dari keinginan orangtuanya yakni Nace Permana selaku Ketua Paguyuban Budaya Jawa Barat.
Orangtuanya ingin menghadirkan sesuatu yang berbeda di Karawang. Artinya dapat memadukan hal modern dengan tradisional. Sehingga, anak-anak muda tertarik datang dan dapat mengenal kebudayaan sunda.
Di cafe ini, pengunjung bisa menikmati berbagai jenis jamu seperti kunyit asam, beras kencur, hingga racikan herbal lainnya yang dikemas layaknya minuman premium di cafe kekinian.
“Kalau jamu di Karawang mungkin sudah banyak, tapi kebanyakan model gerobakan. Nah di sini kita bikin konsep cafe dengan nuansa joglo supaya tetap terasa tradisional,” katanya.
Balandongan Raja Kami ingin menyuguhkan jamu dengan enak di tempat nongkrong, yang siap memikat kawula muda dengan mendorong gaya hidup sehat namun tetap hits.
"Kami juga sediakan live musik. Nanti juga ada beberapa event jaipong oleh Lodaya Entertainment," ujar Gumilang.
Lebih dari 40 tahun Kinasih Eko Yuliani atau yang akrab disapa Jeng Ratu berkutat dengan jamu. Kini ia berhasil menyalakan minak kawula muda untuk menikmati jamu.
Minatnya pada jamu tak lepas dari peran ayahnya, yang sebagai seorang polisi harus mempunyai berbagai kecakapan, termasuk pengobatan.
"Ayah saya tabib. Orang dulu tidak mengenal ambulans, dokter. Jadi kalau ketembak atau malaria masuk ke hutan mencari yang bisa jadi obat," ujar Jeng Ratu di sela pembukaan Balandongan Rajakami, Karawang, Jawa Barat, Minggu (18/5/2026) lalu.
Sebagai anak sulung, sejak belia ia kerap membantu sang ayah. Minatnya pada jamu pun kian tergugah. Ia kemudian melakukan riset dan penelitian dari hulu ke hilir. Termasuk soal standar keamanan pangannya. Lahirlah Omah Jamu Jeng Ratu, yang mitranya kini ada di sejumlah kota. Bahkan diminati hingga Singapura hingga Malaysia.
Jamu yang ia racik tak melulu berpenampilan tradisional. Namun juga enak dan estetik, bak minuman kekinian; beraneka warna namun dari warna alami. Misalnya warna biru keunguan dari bunga telang dan merah dari secang.
"Kalau dari tampilannya itu kan akan sama dengan minuman-minuman modern itu, yang padahal jamu ya? Kita juga buat berlayer - layer," ujarnya.
Ia menyebut hal itu dilakukan agar masyarakat tak sungkan minum jamu, terutama kawula muda. Tak hanya menyuguhkan jamu, ia juga menawarkan konsultasi kesehatan.
Tim ditugaskan khusus yang telah dilatih untuk sesi ini, sebelum akhirnya jamu diracik.
"Best sellernya anti imflamasi, kunyit. Sejak zaman nenek moyang, dikenal sebagai anti imflamasi yang mujarab," ujar dia.
Lima tahun terakhir, ia membuka kemitraan. Namanya tak melulu harus sama dengannya, bebas sesuai mitra. Misalnya di Karawang namanya Bale Emak yang ada di Cafe Balandongan Raja Kami.
Warga Karawang bisa menikmati jamu kekinian ini mulai dari Rp 10.000 di Balandongan Rajakami, tempat nongkrong baru yang digawangi seniman Karawang, Nace Permana dan putranya Praja Buana Gumilang.
Di tempat ini wargi juga bisa menikmati jaipong dan seni tradisional Sunda lainnya pada waktu tertentu. (MAZ)