Wapres Tetangga RI Ini Dimakzulkan, Apa Penyebabnya?
Dedy Qurniawan May 20, 2026 01:03 AM

BANGKAPOS.COM — Eskalasi politik di negara tetangga Indonesia semakin memanas. Mayoritas anggota parlemen Filipina secara resmi menyetujui pemakzulan Wakil Presiden Filipina, Sara Duterte. Keputusan krusial ini membuka jalan bagi persidangan di Senat yang berpotensi mengakhiri peluang politiknya untuk maju dalam pemilihan presiden (Pilpres) 2028 mendatang.

Pemakzulan Sara Duterte disetujui dalam pemungutan suara (voting) yang digelar pada Senin (11/5/2026) waktu setempat dengan selisih suara yang sangat besar. Dilansir dari Antara, sebanyak 255 anggota parlemen mendukung langkah pemakzulan Sara Duterte, sementara hanya 26 anggota yang menolak, dan sembilan lainnya memilih untuk abstain.

Ragam Penyebab Sara Duterte Dimakzulkan Parlemen

Dilansir dari The Guardian, Sara Duterte dimakzulkan atas rentetan tuduhan berat, mulai dari dugaan penyalahgunaan dana publik, kepemilikan kekayaan yang tidak dapat dijelaskan, serta dugaan ancaman pembunuhan terhadap Presiden Filipina Ferdinand Marcos Jr. dan istrinya. Rentetan kasus ini dinilai para analis dapat mempersulit ambisi politiknya menuju kursi presiden pada 2028.

Putri dari mantan Presiden Filipina Rodrigo Duterte tersebut dimakzulkan oleh mayoritas anggota Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) yang didominasi oleh sekutu politik Marcos. Kondisi ini berbanding terbalik dengan masa lalu, di mana Sara Duterte dan Ferdinand Marcos Jr. awalnya maju bersama dalam satu tiket pada pemilihan presiden dan wakil presiden Filipina. Namun, seiring berjalannya waktu, hubungan politik kedua pemimpin negara tetangga RI ini pecah dan berubah menjadi rivalitas sengit.

Pengaduan resmi terhadap Sara Duterte selanjutnya akan dibawa ke tingkat Senat untuk menjalani persidangan pemakzulan formal. Jika nantinya dinyatakan bersalah, ia akan dilarang keras untuk menduduki jabatan publik apa pun, yang secara otomatis menggagalkan rencananya mencalonkan diri sebagai presiden pada 2028.

Respons dan Pembelaan Sara Duterte

Di tengah bergulirnya proses pemakzulan yang cepat tersebut, Sara Duterte secara tegas membantah seluruh tuduhan yang diarahkan kepadanya. Melalui tim hukumnya, ia menyatakan bahwa pihak penuduh yang memiliki kewajiban untuk membuktikan dakwaan tersebut di persidangan.

“Beban pembuktian kini berada pada pihak penuduh untuk membuktikan klaim mereka sesuai dengan konstitusi, hukum, dan aturan tentang bukti,” kata tim pengacara Sara Duterte dalam sebuah pernyataan resmi.

Meski saat ini tengah diterpa berbagai persoalan hukum dan politik yang pelik, Sara Duterte nyatanya masih memimpin sejumlah survei awal menjelang pemilu 2028. Keluarga Duterte juga terbukti tetap menjadi kekuatan besar yang mengakar dalam lanskap politik Filipina.

Di sisi lain, ayahnya, Rodrigo Duterte, telah ditangkap tahun lalu dan dibawa ke Pengadilan Kriminal Internasional (ICC) di Den Haag. Di sana, Rodrigo Duterte menghadapi tuduhan kejahatan terhadap kemanusiaan terkait kebijakan ekstrem “perang melawan narkoba” selama masa pemerintahannya pada periode 2016–2022 yang menewaskan ribuan orang.

Menanti Hasil Persidangan di Senat Filipina

Hingga saat ini, belum ada kepastian mutlak apakah Sara Duterte akan dinyatakan bersalah oleh Senat. Untuk memvonis bersalah seorang wakil presiden dalam sidang pemakzulan, diperlukan dukungan minimal dua pertiga dari total 24 anggota Senat Filipina.

Para analis politik menilai bahwa Sara Duterte memiliki basis dukungan politik yang jauh lebih kuat di tingkat Senat dibandingkan di DPR. Terlebih setelah kandidat-kandidat yang bersekutu dengan dinasti politik keluarganya mencatat hasil pemilu paruh waktu tahun lalu yang lebih baik dari perkiraan.

Sesaat sebelum pemungutan suara pemakzulan dilakukan, Senat Filipina secara mengejutkan memilih sekutu lama keluarga Duterte, Alan Peter Cayetano, sebagai presiden Senat yang baru. Cayetano merupakan mantan pasangan calon wakil presiden Rodrigo Duterte serta pernah menjabat sebagai menteri luar negeri pada masa pemerintahannya. Kendati demikian, Cayetano membantah keras bahwa pengangkatannya berkaitan langsung dengan proses pemakzulan Sara Duterte yang sedang berjalan.

Catatan Sejarah: Sara Duterte Sudah Dua Kali Dimakzulkan

Kasus ini menandai sejarah baru karena merupakan kali kedua Sara Duterte dimakzulkan oleh majelis rendah Filipina. Sebelumnya, ia juga sempat dimakzulkan tahun lalu dengan tuduhan yang serupa. Namun, pada saat itu ia berhasil menghindari persidangan Senat setelah Mahkamah Agung Filipina menyatakan proses tersebut inkonstitusional karena alasan teknis.

Secara lebih rinci, tuduhan terhadap Sara Duterte kali ini berfokus pada:

  • Dugaan penyalahgunaan dana publik saat menjabat sebagai wakil presiden dan menteri pendidikan.
  • Dugaan tindakan penyuapan.
  • Ancaman verbal terhadap Ferdinand Marcos Jr., istrinya Louise Araneta-Marcos, serta sepupu presiden yang menjabat sebagai mantan Ketua DPR, Martin Romualdez.
  • Ancaman pembunuhan tersebut sebelumnya mencuat dalam sebuah konferensi pers daring. Kala itu, Sara Duterte melontarkan pernyataan kontroversial bahwa dirinya akan menyuruh pembunuh bayaran untuk membunuh Marcos, istrinya, dan Romualdez apabila dirinya dibunuh terlebih dahulu. Namun, Sara Duterte kemudian membantah telah mengancam presiden dan berdalih bahwa pernyataannya telah disalahartikan oleh publik.

Sementara itu, Presiden Ferdinand Marcos Jr., yang merupakan putra dari mantan Presiden Filipina Ferdinand Marcos, memilih untuk menjaga jarak dan tidak banyak berkomentar dari kasus hukum yang menjerat mantan sekutu politiknya tersebut.

Marcos sendiri sebenarnya sempat menghadapi upaya pemakzulan terpisah pada Februari lalu. Namun, sekutu-sekutunya di DPR berhasil menolak tuduhan korupsi yang diarahkan kepadanya, dan Marcos pun membantah telah melakukan kesalahan dalam pemerintahannya. (sumber : Kompas.com)

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.