Kronologi Marbot Musala di Lombok Timur Meninggal Diduga Tersengat Listrik
Idham Khalid May 20, 2026 09:22 AM

 

Laporan Wartawan TribunLombok.com, Rozi Anwar 

TRIBUNLOMBOK.COM, LOMBOK TIMUR - Warga Dusun Permatan, Desa Gunung Malang, Kecamatan Pringgabaya, Lombok Timur, Nusa Tenggara Barat (NTB) digegerkan dengan penemuan seorang marbot musala dalam kondisi meninggal dunia pada Senin malam (18/5/2026). 

Korban diduga terjatuh dari atas plafon Musala Nurul Ihsan saat hendak memperbaiki instalasi lampu yang ada di Mushola tersebut.

Korban diketahui bernama Kamaruddin alias Amaq Mursidin (70), selama ini bertugas sebagai marbot di musala tersebut.

Kasi Humas Polres Lombok Timur, IPTU Lalu Rusmaladi, mengatakan korban pertama kali ditemukan warga sekitar pukul 18.30 WITA dalam kondisi terlentang di teras samping kanan musala dengan bercak darah di sekitar kepala.

"Korban ditemukan warga yang hendak melaksanakan salat. Saat ditemukan, korban sudah dalam keadaan meninggal dunia," kata Rusmaladi pada Selasa (19/5/2026).

Sebelum kejadian, korban sempat mengeluhkan kondisi lampu musala yang sering mati dan menyala sendiri. Pada pagi hari sekitar pukul 06.00 WITA, korban masih terlihat berada di musala dan berbincang dengan salah seorang warga mengenai gangguan lampu tersebut.

Namun saat menjelang salat Magrib, kondisi musala masih gelap. Salah seorang warga kemudian menyalakan lampu melalui saklar MCB di dalam bangunan musala karena biasanya lampu telah dinyalakan lebih awal oleh korban.

Kecurigaan warga muncul ketika sandal milik korban masih berada di teras musala, sementara korban tidak terlihat di sekitar lokasi. 

"Setelah itu warga bersama keluarga lalu melakukan pencarian dan menemukan korban sudah tergeletak di sisi kanan bangunan musala," tuturnya.

Baca juga: Petugas Pemasang Jaringan Listrik Tersengat Listrik, Korban Dilarikan ke RS Praya

Dari hasil pemeriksaan awal, polisi menemukan bagian plafon sebelah kanan musala dalam kondisi rusak. Selain itu, terdapat tangga di dalam gudang yang diduga digunakan korban untuk naik ke atas plafon dengan ketinggian sekitar 3,5 meter.

"Diduga korban terjatuh dari atas plafon saat hendak mengecek atau memperbaiki lampu musala," jelas Rusmaladi.

Jenazah korban telah dievakuasi ke rumah duka untuk dimakamkan. Pihak kepolisian mengimbau masyarakat agar lebih berhati-hati ketika melakukan perbaikan instalasi listrik, terutama di ketinggian, dan sebaiknya menggunakan bantuan tenaga ahli.

"Semoga ini menjadi pelajaran bagi masyarakat lain, untuk lebih berhati-hati," pungkasnya 

(*)

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.