Jalan Tol Lubuk Alung Sepanjang 2,4 KM Hubungkan Padang-Pariaman Dikebut
Darwin Sijabat May 20, 2026 09:49 AM

 

TRIBUNJAMBI.COM – Sukses mengoperasikan 100 persen jalur utama jalan tol Padang–Sicincin, Sumatera Barat tidak membuat PT Hutama Karya (Persero) berpuas diri. 

Perusahaan pelat merah ini langsung tancap gas mengalihkan fokusnya untuk mempercepat pembangunan Akses Lubuk Alung sepanjang 2,4 km guna memperkuat integrasi logistik di wilayah Sumatera Barat dan sekitarnya hingga Provinsi Jambi.

Hingga pertengahan Mei 2026, realisasi pembangunan Akses Lubuk Alung telah menyentuh angka 24,06 persen.  

Di lapangan, sejumlah pekerjaan teknis yang kompleks tengah dilakukan secara paralel dan bertahap. 

Tim konstruksi saat ini sedang mengebut pekerjaan timbunan, bored pile Abutment 1 pada Jembatan Irigasi, serta pemasangan slab overpass interchange. 

Selain itu, pengerjaan struktur box culvert dan penghamparan lean concrete (lantai kerja beton) juga terus dikebut di beberapa titik krusial proyek jalan tol tersebut.

Jaminan Mutu dan Standar Keselamatan 

Plt. Executive Vice President (EVP) Sekretaris Perusahaan Hutama Karya, Hamdani, menegaskan bahwa percepatan ini tetap berjalan selaras dengan kepatuhan terhadap prosedur konstruksi yang ketat. 

Baca juga: Tol Nyambung ke Pelabuhan Internasional Tanjung Carat Palembang, Terhubung ke Jambi?

Baca juga: Jambi Bakal Punya Kereta Api Angkut Batu Bara, Lintasi Bungo-Sarolangun-Muaro Jambi

“Kami berkomitmen menyelesaikan pembangunan Akses Lubuk Alung secara optimal dengan memperhatikan mutu pekerjaan serta penerapan aspek kesehatan dan keselamatan kerja di seluruh area proyek." 

"Seluruh pekerjaan dilaksanakan sesuai standar konstruksi dan melalui pengawasan yang ketat agar nantinya dapat memberikan manfaat maksimal bagi masyarakat,” ujar Hamdani dalam keterangan resminya.
Efisiensi Jalur Lintas Sumatera 

Keberadaan sirip akses sepanjang 2,4 km ini diproyeksikan menjadi penggerak baru bagi mobilitas masyarakat.  

Pengendara tol kini bisa mendapatkan akses langsung tanpa putus dari jalur cepat menuju pusat aktivitas di Lubuk Alung, Kota Padang, Bukittinggi, hingga pariwisata di Pariaman. 

Bagi pergerakan logistik regional—termasuk pasokan barang dari daerah tetangga—jalur konektivitas ini krusial untuk menekan ongkos angkut harian.

”Akses Lubuk Alung juga diharapkan dapat mendukung aktivitas sosial dan ekonomi masyarakat sekitar, termasuk memperlancar mobilitas harian, distribusi barang, serta akses menuju kawasan permukiman, pusat perdagangan, dan destinasi lainnya di wilayah sekitar." 

"Kehadiran akses ini menjadi bagian dari upaya Hutama Karya dalam menghadirkan infrastruktur jalan tol yang tidak hanya menghubungkan antardaerah, tetapi juga memberikan nilai tambah bagi pertumbuhan wilayah yang dilalui,” pungkas Hamdani. 

Secara makro, sirip penunjang pada Jalan Tol Pekanbaru–Padang ini memegang peranan besar dalam mencetak kawasan pertumbuhan ekonomi baru di sepanjang jaringan utama jalan tol Trans Sumatera (JTTS). 

Baca juga: Guru Gagal Terbang, Ratusan Jemaah Umrah Jambi Diduga Tertipu Travel Upro

Baca juga: Petani Sawit Jambi Waswas Dolar Menguat, Pupuk Bisa Naik Ratusan Ribu

Baca juga: Jambi Hujan di 9 Kabupaten Kota Hari Ini, BMKG Ingatkan Warga Waspada

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.