Laporan Wartawan Tribunjabar.id, Nazmi Abdurrahman
TRIBUNJABAR.ID, BANDUNG- Banyak orang tua siswa khawatir anaknya tidak diterima di sekolah negeri pada Seleksi Penerimaan Murid Baru (SPMB) 2026.
Anggota Komisi V DPRD Jawa Barat dari Fraksi PPP, Aten Munajat, menilai kekhawatiran itu wajar karena daya tampung sekolah negeri di Jawa Barat memang masih terbatas.
Menurut Aten, kapasitas sekolah negeri saat ini hanya sekitar 43,9 persen dari total daya tampung pendidikan menengah di Jawa Barat. Kondisi itu membuat tidak semua lulusan SMP dan MTs bisa diterima di sekolah negeri.
“Karena itu komunikasi publik harus jujur. Tidak semua siswa akan masuk sekolah negeri dan pemerintah harus menyiapkan jalur alternatif yang berkualitas,” ujar Aten, Rabu (20/5/2026).
Aten mengatakan, secara umum kapasitas pendidikan menengah di Jawa Barat sebenarnya mencukupi.
Pada tahun ajaran 2026/2027, total daya tampung SMA, SMK, dan MA mencapai sekitar 909.183 kursi, sedangkan jumlah lulusan SMP/MTs berada di angka 826.996 siswa.
“Artinya secara agregat, kapasitas pendidikan di Jawa Barat sebenarnya melebihi jumlah lulusan atau berada di kisaran 109 persen dari total kebutuhan,” katanya.
Menurutnya, persoalan utama bukan kekurangan kursi pendidikan secara keseluruhan, tapi tingginya ketergantungan masyarakat terhadap sekolah negeri.
Aten mendorong Pemerintah Provinsi Jawa Barat tidak hanya fokus pada program unggulan seperti Sekolah Manusia Unggul (Maung), tetapi juga memperkuat kualitas sekolah reguler agar pemerataan akses pendidikan tetap menjadi prioritas.