TRIBUNSOLO.COM, SOLO - Persis Solo kembali harus menerima hukuman dari Komisi Disiplin (Komdis) PSSI pada kompetisi Liga 1 atau BRI Super League 2025/2026.
Klub berjuluk Laskar Sambernyawa itu dijatuhi denda sebesar Rp25 juta karena adanya suporter tim tamu yang hadir saat pertandingan melawan Persija Jakarta.
Keputusan tersebut diumumkan melalui hasil sidang Komdis PSSI yang dirilis di laman resmi PSSI pada Minggu (17/5/2026).
Baca juga: Di Balik Nyala Lautan Flare di Manahan, Persis Solo Pahami Euforia Suporter Tapi Ogah Kena Sanksi
Dalam putusan itu disebutkan bahwa terdapat pendukung Persis Solo yang hadir saat laga tandang menghadapi Persija Jakarta di Stadion Utama Gelora Bung Karno pada 27 April 2026.
Kehadiran suporter tim tamu dalam laga tandang memang dilarang dalam regulasi Liga 1.
Aturan tersebut diterapkan untuk menjaga keamanan dan mengantisipasi potensi gangguan ketertiban selama pertandingan berlangsung. Karena pelanggaran itu, Persis Solo pun dikenai sanksi berupa denda finansial.
Hukuman terbaru ini menambah daftar sanksi yang diterima Persis sepanjang musim 2025/2026.
Sebelumnya, klub asal Kota Solo tersebut juga pernah dijatuhi hukuman larangan menggelar pertandingan dengan penonton sebanyak dua kali disertai denda Rp150 juta.
Sanksi sebelumnya berkaitan dengan insiden kericuhan yang terjadi saat Persis Solo melakoni laga tandang melawan Persijap Jepara pada pekan ke-24 Liga 1, 5 Maret 2026 lalu.
Selain itu, Persis Solo masih terancam mendapat sanksi dari Komite Disiplin (Komdis) PSSI setelah belasan flare menyala di tribun Stadion Manahan Solo saat laga kandang terakhir musim ini melawan Dewa United, Sabtu (16/5/2026) malam.
Meski aturan larangan flare sudah jelas tercantum dalam regulasi PSSI dan FIFA, Direktur PT Persis Solo Saestu (PSS), Ginda Ferachtriawan, berharap insiden tersebut tidak berujung pada hukuman berat bagi Laskar Sambernyawa.
Larangan membawa dan menyalakan flare sebenarnya telah diatur dalam FIFA Stadium Safety and Security Regulation Pasal 52 serta Kode Disiplin PSSI.
“Suporter dilarang keras membawa dan menyalakan flare, kembang api dan bom asap di dalam stadion,” tulis keterangan dalam aturan tersebut.
Baca juga: Madura United Siap Tampil Mati-matian, Demi Bertahan di Super League dan Pupuskan Asa Persis Solo
Pelanggaran terhadap aturan itu berpotensi memunculkan sanksi denda bagi klub tuan rumah.
Namun hingga kini, manajemen Persis Solo mengaku belum menerima surat resmi dari Komdis PSSI terkait insiden tersebut.
Hal itu dikonfirmasi langsung oleh Direktur PT PSS, Ginda Ferachtriawan.
“Belum ada info,” jawab Ginda melalui pesan singkat, Senin (18/5/2026).
Ginda menjelaskan, sebelum pertandingan dimulai sebenarnya petugas keamanan telah mengamankan puluhan flare yang dibawa suporter ke area stadion.
Selain itu, aparat kepolisian juga sempat mengamankan belasan suporter. Namun mereka kini telah dipulangkan.
“Terkait flare sebenarnya banyak juga yang sudah kita amankan tapi tetap ada yang lolos. Kita hanya memastikan tidak ada insiden berarti di medis ada dua perempuan yang mendapatkan perawatan ringan,” jelas Ginda.
Baca juga: Soal Flare, Manajemen Persis Solo Ogah Disebut Kecolongan, Bentuk Ekspresi Suporter
Menurutnya, jumlah flare yang berhasil diamankan bahkan mencapai puluhan buah sebelum laga dimulai.
“Dibilang bukan kecolongan, tapi antusiasme. Total ada 80 yang sebenarnya sudah kita amankan dan ada 20-an suporter yang sudah sempat kita amankan,” tegasnya.
Ginda menilai penyalaan flare usai pertandingan lebih dipengaruhi antusiasme suporter yang ingin merayakan laga kandang terakhir Persis Solo musim ini.
Meski begitu, ia tetap menyayangkan kejadian tersebut karena dapat berdampak pada kenyamanan dan keselamatan penonton lain di dalam stadion.
“Kita tidak berharap kena sanksi karena ini juga pertandingan terakhir di musim ini. Mungkin teman-teman suporter ingin merayakan akhir pertandingan di kandang seperti ini,” imbuhnya.
Atas kejadian tersebut, manajemen Persis Solo kini berharap Komdis PSSI tidak menjatuhkan hukuman berat kepada klub.
“Mudah-mudahan ini tidak berimbas kepada sanksi kita,” pungkasnya.
(*)