Tangerang (ANTARA) - Sinar Mas Land dan UD IMPACT menjalin kerja sama strategis untuk menghadirkan AI Entrepreneurship Academy di BSD City Tangerang, Provinsi Banten guna meningkatkan daya saing Indonesia di era digital.
"Kerja sama ini menandai komitmen bersama untuk menjadikan kawasan BSD City tidak hanya sebagai pusat hunian dan bisnis kelas dunia, tetapi juga sebagai pusat inkubasi wirausaha berbasis AI dan mencetak talenta digital di Indonesia," kata CEO Digital Tech Ecosystem and Development at Sinar Mas Land Irawan Harahap di Biomedical Campus, BSD City Tangerang, Selasa.
Ia menjelaskan berdasarkan laporan e-Conomy SEA 2025 dari Google, Temasek, dan Bain & Company mencatat Indonesia sebagai negara dengan tingkat adopsi AI tertinggi di Asia Tenggara, bersanding dengan Singapura, Brunei, Filipina, dan Malaysia dalam lompatan transformasi AI, berkat dukungan ekosistem yang berkembang pesat.
Namun, riset AWS dan Strand Partners menunjukkan pemanfaatan AI di Indonesia masih didominasi oleh otomatisasi dasar sebesar 90 persen. Kondisi ini menegaskan pentingnya penguatan talenta dan ekosistem kewirausahaan berbasis AI untuk meningkatkan daya saing Indonesia di era digital.
BSD City, lanjut dia, telah berkembang menjadi kawasan yang mempertemukan institusi pendidikan, komunitas bisnis, dan ekosistem digital dalam satu lingkungan yang terintegrasi.
Kolaborasi dengan UD IMPACT juga memperkaya inisiatif baru, yaitu mBrace (Make BSD Research and AI Center of Excellence) berupa pusat riset dan AI untuk mendorong BSD City tidak hanya sebagai tempat belajar dan bekerja, tetapi juga pusat lahirnya inovasi dan wirausahawan muda berbasis AI.
Kehadiran program ini menjadi langkah konkret membuktikan ekosistem universitas di BSD City memiliki kesiapan, talenta, dan infrastruktur yang mampu melahirkan solusi teknologi secara relevan dan berdampak nyata bagi masyarakat.
Melalui penandatanganan nota kesepahaman ini, kedua pihak secara resmi memulai kolaborasi dalam program AI Entrepreneurship Academy diawali dengan penyelenggaraan BSD City AI Hackathon pada Q3 2026.
Program perdana ini akan melibatkan mahasiswa dari sejumlah universitas ternama di Kawasan BSD City, seperti Universitas Prasetiya Mulya, Universitas Katolik Indonesia Atma Jaya, dan Monash University Indonesia.
Director of Indonesia UD IMPACT Inc. Dion Park menyatakan optimistis calon wirausahawan terbaik Asia Tenggara saat ini masih duduk di bangku kuliah.
Mereka tidak hanya membutuhkan kurikulum AI, tetapi juga ruang bereksperimen, mentor berpengalaman, dan akses ke ekosistem global.
Bagi tim yang lolos inkubasi, UD IMPACT juga membuka akses ke Asia Growth Track mulai 2027, dengan jaringan Korea melalui TIPS Town dan Busan City, Jepang melalui Underdogs Tokyo, serta India dan Asia Selatan melalui Underdogs Delhi lengkap dengan dukungan market entry dan cross-border matching agar bisnis rintisan Indonesia siap bersaing di tingkat regional.
"Melalui AI Entrepreneurship Academy di BSD City, perusahaan ingin membuktikan kesiapan ekosistem universitas di BSD City dalam melahirkan startup AI masa depan," ujarnya.
AI Entrepreneurship Academy akan diawali melalui BSD City AI Hackathon, yaitu program intensif selama empat minggu yang mencakup online pre-camp dan onsite hackathon di BSD City untuk membekali peserta dengan dasar AI, pengembangan solusi teknologi, hingga pembuatan MVP berbasis AI untuk menjawab permasalahan nyata.
Peserta terbaik dari program ini selanjutnya mendapatkan kesempatan mengikuti program inkubasi lanjutan yang berfokus pengembangan bisnis rintisan, validasi model bisnis, pendampingan mentor, serta koneksi dengan investor hingga tahap Demo Day.
AI Entrepreneurship Academy juga menghadirkan Regular Startup Program, yakni kelas lanjutan yang terbuka untuk publik
maupun para peserta hackathon dengan materi lebih mendalam dan aplikatif.
Program ini dirancang agar para hackathoners tidak hanya berhenti pada tahap pengembangan ide, tetapi juga memahami pasar, menguji potensi bisnis, hingga mengeksekusi inovasi berbasis AI menjadi suatu usaha nyata dan berkelanjutan.
Melalui kedua program tersebut, AI Entrepreneurship Academy diharapkan mencetak talenta-talenta kewirausahaan berbasis AI yang inovatif, adaptif, dan siap bersaing di era ekonomi digital.





