TRIBUNTRENDS.COM - Ida Yulidina membagikan cerita mengenai keseharian sang suami, Purbaya Yudhi Sadewa, selama menjalankan tugas sebagai Menteri Keuangan.
Menurut Ida, Purbaya kerap mencurahkan berbagai persoalan pekerjaan yang dihadapinya kepada dirinya di rumah.
Mulai dari tekanan pekerjaan hingga berbagai tantangan yang muncul selama memimpin sektor keuangan negara sering menjadi bahan perbincangan keduanya.
Dari cerita-cerita tersebut, Ida mengaku memahami betul sumber tekanan batin yang dirasakan sang suami selama menjabat.
Ia pun menyadari bahwa peran seorang istri menteri tidak hanya sekadar mendampingi, tetapi juga menjadi tempat berbagi dan penenang di tengah beban pekerjaan.
Karena itu, Ida mengaku telah menyiapkan diri untuk selalu hadir mendengarkan setiap keluh kesah Purbaya kapan pun dibutuhkan.
Baginya, dukungan emosional dari keluarga memiliki peran penting dalam membantu seorang pejabat negara menjalankan tugasnya.
Tak hanya itu, Ida juga merasa dirinya perlu ikut memberikan pandangan dan masukan terkait kebijakan ekonomi yang menyangkut kepentingan masyarakat luas.
Menurutnya, seorang istri memiliki kedekatan emosional dengan kehidupan rakyat sehingga bisa menjadi jembatan dalam memahami kondisi masyarakat.
Dengan cara itu, Ida berharap dapat membantu sang suami tetap peka terhadap kebutuhan rakyat saat mengambil keputusan penting bagi bangsa.
Baca juga: Pendanaan Program MBG Terus Dikuliti Purbaya, Anggaran Kembali Dipangkas Demi Selamatkan APBN
Kata Ida, seorang istri itu adalah sosok yang paling dekat dengan rakyat.
"Sebagai pendamping bapak Menkeu sih harus banyak mendengarkan, dalam mengambil kebijakan, harus banyak mendengarkan istri. Karena istri yang tahu bagaimana keadaan masyarakat. Karena kita kan dulu sebelum bapak jadi menteri, saya sering ke pasar, melihat bagaimana orang kecil," ungkap Ida Yulidina dalam acara Kartini Leaders Fest.
Kepada Purbaya, Ida mengaku sering curhat soal harga-harga di pasar yang naik.
Ida bakal marah dan bertanya soal solusi jika ia menemukan harga sembako mulai melambung di pasar.
"Kadang saya bilang 'harga beras naik, sembako naik, bagaimana tuh'. Bagian istri tuh bagian yang merasakan semua kebutuhan sehingga bisa curhat ke suami, dan suami bisa memikirkan jalan terbaiknya. Karena kita paling dekat, paling peka sama masyarakat bawah," ujar Ida.
Baca juga: Purbaya Yudhi Sadewa Sering Tak Bisa Tidur usai Jadi Menkeu, Istri Ungkap Penyebabnya
Lebih lanjut, Ida pun mengungkap curhatan Purbaya setelah beberapa bulan jadi Menteri Keuangan.
Orang kepercayaan Presiden Prabowo Subianto itu mengaku lelah menjadi menteri.
"Curhatnya (Purbaya) 'capek, ternyata jadi menteri tuh capek'," kata Ida.
Selain karena tugasnya yang berat, Purbaya mengaku ke sang istri bahwa orang-orang tak kompeten di sekitarnya juga yang membuatnya pusing.
Diungkap Ida, Purbaya sempat dilema hendak memecat orangnya yang tak bagus dalam bekerja.
"Kadang bapak itu curhatnya 'aduh, enggak beres nih orang'. Tegas juga susah, berpikirnya panjang, enggak sesaat. 'Saya pecat ini, pasti ada dampaknya', berpikirnya panjang," imbuh Ida.
Kendati tugas sebagai Menkeu berat, Ida mengaku sangat mempercayai sang suami.
Sebab kata Ida selama ini Purbaya selalu bisa dipercaya dan diandalkan.
Baca juga: Purbaya Tetap Tersenyum di Tengah Polemik Kurs Dollar, Sudah Siap Berbagai Skenario, Senyum Terus
Ida pun mengaku tak segan memarahi Purbaya jika tak konsisten.
"Dari pacaran bapak itu tidak pernah mengecewakan saya. Jadi kalau dia bilang A, saya A. Kalau enggak sesuai mulutnya, saya suka marah 'tadi bilangnya begini, sekarang begini'," kata Ida.
Karena hal tersebut, Ida yakin dengan kinerja sang suami.
Terlebih Ida lah yang jadi saksi hidup bagaimana Purbaya sangat serius memikirkan negara.
Selama jadi menteri, Purbaya kabarnya sering tak bisa tidur nyenyak.
"Kalau dia (Purbaya) bilang aman, itu memang aman, enggak dibuat-buat, atau angkanya diubah-ubah. Kalau tidak aman, dia bilang tidak aman, itu yang saya pegang. Kalau ada masalah, (Purbaya) enggak bisa tidur, enggak bisa tenang. Selalu memikirkan itu, saya ikut bangun," pungkas Ida.
Meski begitu, Ida mengaku selalu menyemangati sang suami.
Ida meminta agar Purbaya selalu percaya diri.
"Yang bagus dihujat, jelek apalagi. Saya bilang 'udah lah pede aja, yang penting kan nanti hasil akhir'," ujar Ida.
Cara Ida selalu menjaga kepercayaan diri Purbaya adalah dengan memujinya jika sang suami melakukan hal bagus.
"Kalau saya itu, bapak melakukan hal bagus, saya puji, hebat, keren, jadi bapak senang banget. Terus kalau salah, agak bengkok, saya luruskan lagi, sebaiknya begini begini," kata Ida.
(TribunTrends/TribunnewsBogor.com)