Anies Baswedan Kritik Pemerintahan Prabowo, Soroti Rupiah hingga Daya Beli Masyarakat
Tim TribunTrends May 20, 2026 11:52 AM

TRIBUNTRENDS.COM -- Mantan Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan melontarkan kritik keras terhadap pemerintahan Presiden Prabowo Subianto terkait kondisi ekonomi dan arah kebijakan pemerintah saat ini.

Melalui video yang diunggah di akun Instagram pribadinya pada Rabu (20/5/2026), Anies Baswedan menyebut kondisi Indonesia saat ini tidak sedang baik-baik saja.

Ia menyoroti sejumlah persoalan ekonomi yang menurutnya semakin dirasakan masyarakat, mulai dari melemahnya nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat hingga menurunnya daya beli masyarakat.

"Saya mengikuti dengan seksama apa yang sedang terjadi di negeri ini dan terus terang kondisinya tidak baik-baik saja."

"Rupiah jatuh ke titik terendah sepanjang sejarah, harga-harga naik, kesempatan kerja menyempit, daya beli rumah tangga melemah, tabungan tergerus. Dan ini berdampak pada hajat hidup orang banyak," ujar Anies Baswedan.

Selain persoalan ekonomi dalam negeri, Anies Baswedan juga menyinggung berbagai tantangan global yang dinilai semakin memperberat kondisi Indonesia saat ini.

Menurutnya, situasi geopolitik dunia yang memanas hingga perubahan iklim global menjadi tantangan besar yang harus dihadapi pemerintah secara serius.

"Satu ujian saja berat, saat ini beberapa datang bersamaan. Makanya beratnya berlipat," katanya.

Di tengah kondisi tersebut, Anies Baswedan menilai masyarakat dan pelaku pasar sebenarnya membutuhkan kepastian arah kebijakan dari pemerintah.

Namun, ia justru menganggap pemerintah saat ini hanya memberikan ketenangan semu tanpa transparansi yang jelas kepada publik.

"Dalam kondisi seperti ini, yang dibutuhkan oleh pasar dan publik adalah satu hal (yaitu) kepastian, bukan ketenangan semu, bukan masalah yang ditaburi gula-gula. Tapi kepastian yang lahir dari transparansi dan kejujuran."

"Dari arah yang jelas, dari pemerintah yang tahu akan ke mana negeri ini dibawa. Sayangnya itu yang justru tidak kita dapatkan," tegasnya.

KRITIK UNTUK PEMERINTAH - Mantan Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan menyampaikan kritik terhadap pemerintahan Presiden Prabowo Subianto terkait kondisi ekonomi dan kebijakan pemerintah, Rabu (20/5/2026).
KRITIK UNTUK PEMERINTAH - Mantan Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan menyampaikan kritik terhadap pemerintahan Presiden Prabowo Subianto terkait kondisi ekonomi dan kebijakan pemerintah, Rabu (20/5/2026). (Instagram/@aniesbaswedan/@prabowo)

Anies Baswedan juga mengkritik sikap pemerintah yang dianggap hanya menampilkan data positif kepada masyarakat, sementara persoalan yang terjadi justru disembunyikan.

Ia menilai beberapa pejabat publik bahkan terkesan meremehkan situasi serius yang sedang dihadapi masyarakat.

"Data (yang disampaikan masyarakat) dipilih-pilih. Hanya yang baik yang ditampilkan, yang buruk disembunyikan. Komentar pejabat soal situasi serius sering terdengar enteng, bahkan bercanda," ujarnya.

Tidak hanya itu, Anies Baswedan turut menyoroti inkonsistensi kebijakan pemerintah yang dinilai sering berubah-ubah sehingga membuat masyarakat hingga investor kebingungan.

Menurutnya, situasi tersebut berpotensi memperburuk kondisi ekonomi nasional karena membuat investor memilih menahan investasi bahkan keluar dari Indonesia.

"Pasar bingung, publik bingung, investor menahan diri, bahkan sebagian (investor) kabur," kata Anies Baswedan.

Baca juga: Ekonomi Indonesia Terguncang, Anies Baswedan Sindir Pejabat yang Tak Peka: Kemana Negeri Ini Dibawa

Ia juga menyinggung soal kebijakan efisiensi anggaran yang dinilai tidak berjalan konsisten. Menurut Anies, masyarakat diminta berhemat sementara pemerintah masih melakukan pengeluaran untuk program yang dianggap bukan prioritas utama.

"Di saat masyarakat diminta berhemat, mengencangkan ikat pinggang, pemerintah justru sibuk dengan hal-hal yang bukan prioritas. Pemborosan di atas, pengetatan di bawah. Ini tampak sebagai ketidakpekaan," tuturnya.

Anies Baswedan mengatakan berbagai kritik terhadap kondisi Indonesia saat ini tidak hanya datang dari dalam negeri, tetapi juga dari lembaga internasional dan media asing.

"Peringatan sudah datang dari mana-mana. Dari ekonom dalam negeri, dari lembaga keuangan internasional, dari media-media nasional dan internasional yang mengamati Indonesia. Tidak mungkin mereka semua keliru bersama-sama di saat yang sama," sambungnya.

Di akhir pernyataannya, Anies Baswedan meminta pemerintah untuk lebih terbuka terhadap kondisi yang sebenarnya terjadi di Indonesia.

Ia mendesak agar pemerintah berhenti menutupi persoalan dan mulai menyampaikan kondisi negara secara jujur kepada masyarakat.

"Berhentilah memberikan obat tidur bagi publik. Buka data apa adanya. Sampaikan masalah dengan jujur. Berikan arah kebijakan yang jelas dan konsisten. Pimpin secara solid, ajek dari atas sampai bawah. Itu yang menenangkan pasar dan itu yang akan menenangkan rakyat," kata Anies Baswedan. (Tribun Trends/Tribunnews Bogor)\

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.