Nasib Pengusaha Roti di Tana Toraja Meninggal Tertimpa Pohon Tumbang
Robertus Didik Budiawan Cahyono May 20, 2026 12:19 PM

Tribunlampung.co.id, Sulawesi Selatan - Nasib seorang pengusaha roti di Kabupaten Tana Toraja, Sulawesi Selatan saat mengendarai motor di kawasan bundaran Plaza Kolam Makale, Kabupaten Tana Toraja, Selasa (19/5/2026).

Pengusaha roti dan sepeda motornya tertimpa pohon tumbang hingga mengalami luka parah.

Korban yang bernama Aris Tandepadang (41) langsung dievakuasi warga dan membawanya ke RS Fatima Makale untuk mendapatkan penanganan medis.

Namun, nyawa pengusaha roti Aris tidak berhasil diselamatkan.

Ternyata pohon tumbang yang membuat Aris meninggal dunia bukan pohon di pinggir jalan. Melainkan pohon yang berada dalam area Cafe Royal di kawasan bundara Plaza Kolam Makale, Kabupaten Tana Toraja.

“Pohon itu bukan pohon di pinggir jalan, melainkan pohon dari dalam Cafe Royal. Itu pohon yang sudah rapuh dan tumbang menimpang pengendara,” ujarnya Kepala BPBD Tana Toraja, Cristian Sakkung Batara kepada Tribun-Timur.com.

Menurut Cristian, pihak BPBD pertama kali mengetahui adanya korban jiwa akibat pohon tumbang melalui informasi yang beredar di Facebook.

Setelah menerima informasi tersebut, tim BPBD langsung menuju lokasi kejadian. “Waktu kami tiba di TKP, korban sudah dilarikan ke Rumah Sakit Fatimah Makale,” katanya.

Sesampainya di lokasi, petugas langsung melakukan evakuasi terhadap batang pohon yang menutup jalan.

“Kami langsung mengevakuasi pohon tumbang itu, dipotong menjadi beberapa bagian lalu ditepikan ke trotoar,” lanjutnya.

Cristian kembali menegaskan bahwa pohon tersebut berada di dalam area Cafe Royal sehingga pihak pemerintah tidak bisa melakukan penebangan tanpa persetujuan pemilik lahan.

Ia mengungkapkan, penyewa bangunan di area Royal sebelumnya pernah menyampaikan kepada pemilik rumah agar pohon tersebut dipangkas karena dinilai membahayakan.

Namun, menurut Cristian, usulan tersebut tidak disetujui pemilik.

“Penyewa di bangunan Royal itu sebenarnya sudah pernah menyampaikan kepada pemilik rumah supaya pohon yang membahayakan itu dipangkas, tapi pemiliknya tidak bersedia,” ujarnya.

Ia menyebut kondisi pohon memang sudah tua dan rapuh sehingga berpotensi membahayakan warga yang melintas.

Cristian juga menyinggung sejumlah pohon kelapa sawit di pinggir jalan raya yang dinilai berbahaya.

Menurutnya, pohon-pohon tersebut kerap menghalangi videotron di kawasan Kota Makale.

“Kalau pohon kelapa sawit itu sebenarnya harus ditebang karena membahayakan, tapi selama ini kami hanya pangkas-pangkas saja,” katanya.

Meski demikian, BPBD tetap harus melakukan negosiasi dengan pemilik lahan sebelum melakukan penebangan karena pohon berada di area milik pribadi.

“Kalau pohon tua yang berada di bahu jalan pasti kami tebang tanpa minta izin karena itu area jalan. Tapi kalau berada di dalam area yang ada pemiliknya, kami harus minta izin,” jelasnya.

Cristian menambahkan, selama ini juga tidak pernah ada laporan resmi terkait kondisi pohon tersebut kepada BPBD.

Dari pantauan dilokasi saat ini, potongan batang pohon tersebut telah disusun dipinggir trotoar bersama dahan dan ranting, dilokasi kejadian telah dipasang tanda untuk berhati-hati melintasi jalan tersebut.

Detik-detik Pengusaha Roti Tertimpa Pohon Tumbang

Pohon tersebut berada di belakang Videotron milik Pemkab Tana Toraja dan tumbang ke arah jalan bertepatan saat korban melintas menggunakan sepeda motor.

Korban bersama kendaraannya langsung tertimpa pohon hingga mengalami luka parah.

Warga di sekitar lokasi kemudian mengevakuasi korban dan membawanya ke RS Fatima Makale untuk mendapatkan penanganan medis.

Namun, nyawa korban tidak berhasil diselamatkan.

Suasana duka tampak menyelimuti rumah sakit saat keluarga korban berdatangan memenuhi area RS Fatima Makale.

Sekitar pukul 17.17 WITA, jenazah korban dibawa pulang ke rumahnya diiringi mobil keluarga serta puluhan pengendara motor.

Pantauan Tribun Toraja, saat kejadian cuaca di wilayah Kecamatan Makale yang merupakan ibu kota Tana Toraja diguyur hujan.

Aris Tandepadang (41), dikenal sebagai pengusaha roti.

Aris merupakan pemilik usaha roti “Aries Kue” yang cukup dikenal masyarakat Tana Toraja.

Produk rotinya selama ini banyak dijual di kios-kios dan warung di sejumlah wilayah.

Kabar meninggalnya Aris pun cepat menyebar dan ramai diperbincangkan warga di media sosial.

Banyak warganet menyampaikan ucapan belasungkawa sekaligus mengenang sosok korban dan usaha rotinya.

Salah seorang pelanggan, Yohanes, mengaku sering membeli roti milik Aris.

“Enak kuenya, sering saya beli,” tulis Yohanes di salah satu akun Facebook.

Berdasarkan data yang dihimpun, Aris Tandepadang merupakan warga Pasa’, Dusun Pasa’buntu, Kelurahan Tiromanda, Kecamatan Makale Selatan, Kabupaten Tana Toraja.(*) 

Baca Selanjutnya Kesaksian Tetangga Kos sebelum Mahasiswi NDR Ditemukan Tewas, Diduga Ada Tindak Pidana

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.