BATAM, TRIBUNBATAM.id - Upaya mempercantik wajah Kota Batam kembali tercoreng. Sebanyak 60 batang bunga bougenville yang ditanam di atas Underpass Pelita Batam, jalur dari arah Sei Panas menuju Pelita, dicabut oleh Orang Tidak Dikenal (OTK).
Padahal, tanaman hias tersebut baru sekitar tiga bulan ditanam dan sebagian besar mulai memasuki masa berbunga.
Kini, area yang sebelumnya dipenuhi deretan bougenville warna-warni tampak kosong, tanpa menyisakan satu batang pun.
Karudin, petugas pertamanan BP Batam yang ditemui di lokasi, mengatakan seluruh tanaman yang berada di sepanjang atas underpass telah hilang.
“Jumlahnya ada sekitar 60 batang. Dari jumlah itu, 15 batang berukuran besar, sisanya ukuran standar,” ujar Karudin, Rabu (20/5/2026).
Ia menjelaskan, bougenville yang ditanam di kawasan tersebut bukan tanaman biasa.
Sebagian besar merupakan bougenville hasil sambung atau dikawinkan, sehingga mampu menghasilkan beberapa warna bunga dalam satu batang.
“Sebanyak 45 batang itu sudah dikawinkan jadi tiga warna, sedangkan sisanya dua warna,” katanya.
Menurut Karudin, jenis bougenville tersebut berbeda dengan tanaman yang ditanam di dalam pot di sejumlah titik taman kota.
“Kalau yang di pot biasanya belum dikawinkan, jadi ditanam beberapa batang dengan warna berbeda. Yang di atas underpass ini memang khusus, satu batang bisa keluar beberapa warna bunga,” tuturnya.
Selain memiliki nilai estetika tinggi, harga tanaman tersebut juga cukup mahal. Bougenville dengan kombinasi warna memiliki harga jauh di atas tanaman biasa.
“Kalau satu warna harganya masih di bawah Rp1 juta per batang. Tapi yang tiga warna, paling murah sekitar Rp1,8 juta,” ungkapnya.
Aksi pencabutan tersebut disayangkan, karena tanaman itu merupakan bagian dari penataan dan penghijauan kota yang dilakukan untuk mempercantik kawasan jalan utama Batam.
Dimintai tanggapannya, Deputi Bidang Pelayanan Umum BP Batam, Ariastuty Sirait, mengatakan pihaknya sudah melaporkan kejadian itu kepada pihak kepolisian.
"Kita sudah laporkan ke polsek terdekat," kata Tuty, sapaannya.
Tak lupa, ia mengimbau masyarakat ikut menjaga fasilitas dan tanaman penghijauan yang telah ditanam pemerintah.
“Kami mengimbau masyarakat untuk bersama-sama menjaga apa yang sudah ditanam demi memperindah kota, bukan malah merusaknya. Mari kita jaga lingkungan dan wajah Kota Batam bersama-sama,” ujarnya. (Tribunbatam.id/Pertanian Sitanggang)