Kementerian Haji dan Umrah (Kemenhaj) RI memastikan layanan konsumsi untuk jemaah haji Indonesia selama fase puncak ibadah haji atau Armuzna dalam kondisi aman. Ada 3 juta paket makanan yang disiapkan.
Untuk mendukung kebutuhan makan jemaah Indonesia saat menjalani rangkaian ibadah di Arafah, Muzdalifah, dan Mina, pemerintah menyiapkan lebih dari 3 juta paket makanan siap santap atau Ready To Eat (RTE).
Dilansir dari situs resmi Kementrian Haji (20/05/2026), Direktur Jenderal Pengembangan Ekosistem Ekonomi Haji dan Umrah (PEEHU) Kemenhaj RI, Jaenal Effendi, mengatakan total kebutuhan makanan siap santap (RTE) untuk jemaah haji Indonesia selama fase Armuzna mencapai sekitar 3.082.200 paket.
"Total RTE yang kita butuhkan untuk fase Armuzna totalnya sekitar 3.082.200 paket. Ini kita bagi dalam dua kategori besar," ujar Jaenal saat memberikan keterangan kepada Media Center Haji di Makkah, Selasa (19/5/2026).
Jaenal menjelaskan, kategori pertama disiapkan untuk kebutuhan konsumsi pada 8 hingga 12 Dzulhijjah dengan jumlah mencapai 1.849.680 paket makanan. Pengadaan makanan ini dilakukan melalui kerja sama syarikah Arab Saudi bersama PT Halalan Thayyiban dan Family Food.
3 Juta Makanan Siap Santap Tersedia untuk Jemaah Haji, Isinya Rendang hingga Nasi Uduk Foto: Kemenhaj RI
|
Sementara itu, sebanyak 1.232.520 paket makanan lainnya dipersiapkan untuk kebutuhan konsumsi pada 7, 8, dan 13 Dzulhijjah. Paket makanan pada fase tersebut diproduksi oleh industri makanan asal Indonesia yang bekerja sama dengan perusahaan lokal di Arab Saudi.
Menurut Jaenal, percepatan produksi dan distribusi makanan dilakukan sebagai langkah antisipasi terhadap kondisi geopolitik global yang berdampak pada rantai pasok bahan baku pangan.
"Kemarin karena adanya geopolitik dan kenaikan bahan baku, kami memastikan pelaksanaan Armuzna mulai tanggal 7 sampai 13 tetap aman. Alhamdulillah sebagian besar (paket RTE) sudah ada di dapur dan akan didistribusikan ke hotel-hotel tempat para jemaah tinggal," katanya.
Menu makanan siap santap yang disiapkan juga disesuaikan dengan selera orang Indonesia. Beberapa menu yang akan diterima jemaah di antaranya gulai ayam wortel kentang, semur ayam kacang merah, rendang daging kacang merah, kare ayam kentang, nasi basmati putih, hingga nasi uduk.
"Nah, ini memang kita sesuaikan dengan cita rasa Indonesia. Ini sudah bisa langsung dibuka dan dimakan. Tidak perlu dipanaskan atau perlakuan lain," lanjut Jaenal.
3 Juta Makanan Siap Santap Tersedia untuk Jemaah Haji, Isinya Rendang hingga Nasi Uduk Foto: Kemenhaj RI
|
Selain praktis, paket makanan tersebut juga dipastikan aman dikonsumsi. Jaenal menyebut makanan RTE memiliki masa simpan hingga 18 bulan dan sudah melalui uji laboratorium, jadi aman untuk dimakan meski tanpa dihangatkan.
"Kemarin juga sudah kita uji lagi di laboratorium dan masih sangat layak untuk dikonsumsi. Mudah-mudahan jemaah bisa nyaman beribadah dan fokus karena kebutuhan makan selama Armuzna tercukupi," ujarnya.
Sementara itu, Juru Bicara Kemenhaj, Maria Assegaff, mengatakan hingga hari ke-28 operasional haji (18 Mei 2026), layanan untuk jemaah berjalan lancar dengan pendampingan petugas di seluruh titik layanan.
"Alhamdulillah, hingga hari ke-28 operasional haji, layanan bagi jemaah terus berjalan baik. Fokus kami saat ini adalah memperkuat kesiapan menjelang Armuzna, termasuk layanan konsumsi yang menjadi bagian penting dalam menjaga stamina dan kesehatan jemaah," kata Maria.
Maria menjelaskan, pemerintah Indonesia memilih skema makanan siap santap karena lebih praktis untuk didistribusikan dan mudah dikonsumsi jemaah di tengah mobilitas tinggi selama fase puncak haji.
"Makanan siap santap ini disiapkan dengan cita rasa nusantara agar lebih sesuai dengan selera jemaah Indonesia. Selain aman dan higienis, kami ingin makanan yang diterima jemaah juga familiar dan nyaman dikonsumsi," jelasnya.
Selama fase Armuzna, jemaah haji Indonesia dijadwalkan menerima total 15 porsi makanan siap santap. Selain itu, tersedia tambahan enam porsi makanan untuk fase pra dan pasca-Armuzna pada 7, 8, dan 13 Dzulhijjah atau bertepatan dengan 24, 25, dan 30 Mei 2026.







