Kelulusan Peserta Didik, Kadisdik Palangka Raya Tekankan Perpisahan Sekolah Tak Berlebihan
Sri Mariati May 20, 2026 03:51 PM

TRIBUNKALTENG.COM, PALANGKA RAYA – Menjelang musim kelulusan, fenomena acara perpisahan sekolah digelar meriah hingga memerlukan biaya besar kembali menjadi perhatian Dinas Pendidikan Kota Palangka Raya.

Plt Kepala Dinas Pendidikan Kota Palangka Raya Jayani mengatakan, pihaknya telah mengeluarkan surat edaran sebagai pedoman pelaksanaan kegiatan pelepasan siswa di seluruh sekolah di bawah naungan Dinas Pendidikan.

Melalui surat edaran tersebut, sekolah diminta tidak menjadikan kegiatan perpisahan sebagai acara wajib, terlebih sampai membebani orang tua siswa dengan iuran.

“Kami sudah membuat surat edaran, intinya laksanakan secara sederhana sesuai kemampuan,” ujarnya, Rabu (20/5/2026).

Menurut Jayani, makna “sesuai kemampuan” ialah sekolah maupun orang tua tidak memaksakan diri demi menggelar acara mewah hanya untuk memenuhi keinginan siswa.

Ia menilai tren perpisahan di hotel atau tempat berbiaya besar berpotensi memberatkan wali murid, apalagi di tengah kondisi ekonomi saat ini.

“Kalau sekolah cuma bisa mengadakan di ruang sekolah, aula sekolah, ataupun di lapangan dengan panggung sederhana, itu tidak masalah,” katanya.

Selain menekankan kesederhanaan, Dinas Pendidikan juga meminta sekolah meniadakan kegiatan study tour dan lebih mengutamakan kegiatan pelepasan yang dilaksanakan di lingkungan sekolah.

Fenomena iuran perpisahan melalui komite sekolah juga menjadi perhatian pihak dinas. Jayani mengakui masih ada sebagian orang tua yang ingin membuat acara lebih besar dengan alasan momen kelulusan hanya terjadi sekali seumur hidup dan menjadi kenang-kenangan bagi anak-anak mereka.

Namun, menurutnya hal tersebut kerap berujung pada pengumpulan dana yang akhirnya membebani sebagian wali murid.

Karena itu, pihaknya mengimbau apabila ada sekolah yang sudah terlanjur mengumpulkan iuran agar dana tersebut dikembalikan.

“Kalau memang tulus mau menyumbang, tidak ditentukan besarannya dan tidak dibatasi waktu pengumpulannya,” jelasnya.

Ia menegaskan, yang paling penting dari kegiatan perpisahan sekolah bukanlah kemewahan acara, melainkan nilai kebersamaan dan kesederhanaan.

Baca juga: Aturan WFH di Palangka Raya, Kadisdik: Tak Perlu Iri, Guru Punya Tanggung Jawab

Baca juga: Disdik Palangka Raya Instruksikan Pembatasan Handphone Murid SD, jelang Aturan Komdigi 28 Maret 2026

Sebagai alternatif, Jayani menyarankan sekolah cukup membuat kenang-kenangan sederhana, seperti backdrop untuk foto bersama siswa.

Menurutnya, dokumentasi kelulusan kini juga bisa dilakukan dengan mudah karena hampir seluruh siswa maupun orang tua sudah memiliki ponsel berkamera.

“Jadi sebenarnya bisa dibuat sederhana dan murah meriah,” pungkasnya.

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.