SURYA.CO.ID, PROBOLINGGO - Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Probolinggo, Jawa Timur (Jatim), resmi meluncurkan layanan pengaduan masyarakat bernama Halo SAE sebagai upaya mempercepat penanganan berbagai keluhan warga.
Peluncuran dilakukan di halaman Kantor Bupati Probolinggo, Rabu (20/5/2026), di hadapan seluruh kepala Organisasi Perangkat Daerah (OPD) dan Aparatur Sipil Negara (ASN) di lingkungan Pemkab Probolinggo.
Peresmian ditandai dengan penekanan tombol oleh Bupati Probolinggo Mohammad Haris atau Gus Haris, didampingi Kepala Diskominfo.
Usai peluncuran, Gus Haris juga memakaikan jaket Halo SAE kepada tiga perempuan yang bertugas sebagai admin layanan pengaduan tersebut.
Gus Haris menjelaskan, layanan hotline Halo SAE menggunakan sistem berbasis kecerdasan buatan atau Artificial Intelligence (AI).
Menurutnya, program tersebut sebenarnya telah dipersiapkan sejak tahun lalu, namun peluncurannya baru dilakukan sekarang, setelah melalui berbagai penyempurnaan sistem.
“Ini sebenarnya sudah kami persiapkan dari jauh hari. Karena berbasis AI, ada banyak penyempurnaan yang harus dilakukan,” kata Gus Haris usai launching program Halo SAE.
Melalui hotline 082131001001, masyarakat dapat menyampaikan berbagai keluhan maupun laporan secara langsung.
Berikut fitur layanan Halo SAE yang disiapkan Pemkab Probolinggo:
Menurut Gus Haris, setiap laporan masyarakat akan dibagi berdasarkan tingkat urgensi penanganan.
Untuk kategori darurat, laporan wajib direspons dalam waktu 1 hingga 3 jam.
Sementara laporan kategori menengah harus ditindaklanjuti kurang dari 24 jam, sedangkan aduan yang memerlukan asesmen lanjutan diberi batas maksimal 3x24 jam.
“Contoh jika ada laporan seperti jalan rusak, jembatan putus, hingga kebutuhan pelayanan publik lainnya akan menjadi prioritas penanganan cepat,” beber Gus Haris.
Ia juga menegaskan sistem AI dalam Halo SAE akan membantu memvalidasi laporan masyarakat, agar aduan palsu atau iseng dapat difilter secara otomatis.
“Selain itu, validasi laporan nanti dilakukan sistem AI. Jadi kalau ada laporan yang tidak benar atau iseng, bisa langsung terfilter,” sambungnya.
Gus Haris mengakui sejak memimpin Kabupaten Probolinggo, banyak warga yang langsung menghubungi nomor pribadinya untuk menyampaikan aduan.
Kondisi tersebut dinilai membuat komunikasi menjadi kurang efektif.
“Selama ini masyarakat banyak WA langsung ke saya sampai HP saya panas. Semoga hotline ini bisa menjadi solusi. Terlebih nomor yang digunakan sudah diketahui banyak warga, karena nomor ini sebelumnya digunakan untuk Lapor Kanda,” pungkasnya.