TRIBUNNEWSBOGOR.COM — Kasus dugaan penganiayaan yang menyeret nama Rien Wartia Trigina alias Erin kini memunculkan perbedaan pengakuan di antara para asisten rumah tangga (ART).
Mantan istri komedian Andre Taulany tersebut sebelumnya menjadi sorotan di jagat maya setelah dilaporkan oleh mantan ART yang bernama Herawati.
Namun, kesaksian berbeda justru datang dari Nur Rohma, salah satu ART yang sampai saat ini masih aktif bekerja di rumah pengusaha fashion tersebut.
Nur Rohma mengaku sangat terkejut saat pertama kali mengetahui adanya perseteruan hukum antara Herawati dengan majikannya.
Ia tidak menyangka hubungan kerja di rumah itu bisa berujung pada laporan kepolisian.
"Saya sih sebenarnya kaget," ujar Nur dikutip dari YouTube Rasis Infotainment, Rabu (20/5/2026).
Menurut pengakuan Nur, sosok Erin yang ia kenal sehari-hari sangat berbeda dengan narasi buruk yang beredar di media sosial.
Selama bekerja di sana, Nur mengaku diperlakukan dengan sangat baik dan tidak pernah terlibat konflik apa pun dengan sang majikan.
Bagi Nur, kehebohan yang terjadi saat ini murni merupakan permasalahan pribadi antara Erin dan Herawati, bukan gambaran umum situasi kerja di rumah tersebut.
Dalam kesempatan itu, Nur membeberkan pengalamannya selama mengurus rumah tangga Erin.
Ia menjelaskan bahwa Erin memiliki standar kerja yang cukup tinggi.
Baca juga: Suami Nangis Istrinya 3 Minggu Tak Ada Kabar Kerja di Erin Taulany, Syok Saat Ketemu Terakhir Kali
Seluruh pekerja yang berada di dalam rumah tersebut diwajibkan untuk patuh dan disiplin terhadap segala peraturan yang telah ditetapkan oleh ibu tiga anak itu.
Nur menilai amarah Erin biasanya dipicu oleh kelalaian pekerjanya sendiri yang tidak mengikuti instruksi dengan benar.
Menurutnya, Erin akan menegur atau memarahi karyawan jika hasil pekerjaannya tidak sesuai dengan perintah awal.
"Kalau kerja itu harus sesuai sama apa yang dia (Erin) ucapin, jangan melenceng. Kalau nggak sesuai sama apa yang dia omongin pasti Ibu akan sedikit marah, ngasih tahu juga," jelasnya.
Kendari demikian, Nur menyadari bahwa setiap pekerja memiliki ketahanan mental dan cara pandang yang berbeda-beda saat menerima teguran dari majikan.
Bagi Nur, kunci agar bisa bekerja dengan tenang di rumah Erin adalah dengan selalu menuruti perkataannya dan menyelesaikan tugas dengan baik.
"Tapi kan mungkin orang beda-beda ya menanggapinya, gimana kita aja kerja di sini. Kalau kita kerja baik-baik di sini nurut apa yang Ibu bilang ya Ibu nggak akan marah," tambahnya lagi.
Lebih lanjut, Nur juga membongkar tabiat asli Herawati selama masih berstatus sebagai ART di rumah tersebut.
Nur menyebut bahwa Herawati memang sering kali melanggar peraturan kerja yang sudah disepakati bersama.
Salah satu contoh keteledoran Herawati adalah mengenai aturan penutupan pintu di area atas rumah.
Karakter Herawati dinilai cukup bebal dan sulit untuk diarahkan oleh sesama pekerja maupun oleh majikan.
"Karena ibu kan belum bilang semisal di atas pintu kamar mandi harus ditutup. Mbak Hera susah dikasih tahunya karena mungkin lupa atau entah apa, karena saya bagian di luar Mbak Hera di atas jadi pas kejadian juga yang di atas itu saya nggak tahu tuh cuman katanya-katanya gitu," pungkas Nur.
Sebelum kesaksian dari Nur ini muncul, Herawati telah lebih dulu melayangkan laporan resmi ke Polres Metro Jakarta Selatan pada 29 April 2026 lalu.
Baca juga: Kesaksian Mantan ART Erin yang Lain, Cuma Betah Kerja 5 Bulan, Tak Tahan Diperlakukan Kasar
Dalam laporannya, Herawati mengaku telah menerima perlakuan kasar, kata-kata tidak pantas, hingga tindakan penganiayaan dari Erin.
Seluruh dugaan kekerasan tersebut diakui Herawati terjadi saat dirinya baru bekerja kurang dari satu bulan di kediaman sosialita tersebut.
Hingga saat ini, proses hukum terkait laporan penganiayaan tersebut masih terus bergulir di kepolisian.