Laporan Reporter TribunBengkulu.com, Suryadi Jaya
TRIBUNBENGKULU.COM, BENGKULU TENGAH - Putusnya Jembatan Penanding selama beberapa tahun terakhir menjadi persoalan besar bagi masyarakat Desa Penanding, Kabupaten Bengkulu Tengah.
Jembatan yang sebelumnya menjadi akses utama penghubung aktivitas warga dan jalur distribusi hasil pertanian itu hingga kini belum kembali dibangun secara permanen.
Akibat kondisi tersebut, masyarakat terpaksa mengandalkan jembatan darurat swadaya yang dibangun secara gotong royong untuk menunjang aktivitas sehari-hari.
Meski dengan keterbatasan, warga tetap berupaya menjaga akses penyeberangan sementara agar tetap bisa digunakan, terutama untuk kebutuhan ekonomi dan mobilitas masyarakat desa.
Upaya Pemerintah Daerah
Di tengah kondisi itu, Pemerintah Kabupaten Bengkulu Tengah disebut terus melakukan berbagai upaya agar pembangunan jembatan permanen segera mendapat perhatian pemerintah pusat.
Bupati Bengkulu Tengah bersama jajaran pemerintah daerah hingga Dinas PUPR diketahui telah beberapa kali membawa usulan penanganan Jembatan Penanding dalam berbagai forum koordinasi dengan kementerian terkait maupun Komisi V DPR RI.
Kepala Dinas PUPR Bengkulu Tengah, Febrian Fatahillah, mengatakan pemerintah daerah memahami besarnya harapan masyarakat terhadap pembangunan kembali jembatan tersebut karena menjadi akses vital bagi warga.
“Pemerintah daerah tidak tinggal diam. Karena ini menyangkut kebutuhan masyarakat luas dan membutuhkan anggaran besar, usulan penanganannya terus kami perjuangkan secara bertahap melalui pemerintah pusat agar dapat menjadi prioritas pembangunan,” ujar Febrian kepada TribunBengkulu.com, Rabu (20/5/2026).
Dampak terhadap Aktivitas Warga
Menurutnya, pembangunan jembatan permanen tidak hanya penting untuk mempermudah akses masyarakat, tetapi juga berdampak besar terhadap pertumbuhan ekonomi desa.
Selama ini, distribusi hasil pertanian warga dinilai menjadi kurang maksimal akibat terganggunya akses penghubung utama tersebut.
Pemkab Bengkulu Tengah berharap perjuangan yang terus dilakukan dapat segera membuahkan hasil sehingga pembangunan Jembatan Penanding bisa direalisasikan dan kembali menjadi penghubung utama masyarakat di wilayah tersebut.