TRIBUN-MEDAN.com, MEDAN – Penguatan narasi besar Indonesia dinilai menjadi langkah penting dalam menyiapkan sumber daya manusia (SDM) yang mampu menghadapi tantangan masa depan.
Hal itu mengemuka dalam seminar kepemimpinan bertajuk “Narasi Besar Indonesia: Peran Strategis Sumatera Utara untuk Masa Depan Bangsa” yang menghadirkan strategic transformation coach Muhammad Furqan Alfaruqiy di Medan.
Kegiatan tersebut menjadi ruang diskusi mengenai arah pembangunan Indonesia menuju Indonesia Emas 2045 di tengah perubahan geopolitik, transformasi teknologi, perkembangan ekonomi global, hingga kompetisi dunia yang semakin dinamis.
Dalam pemaparannya, Muhammad Furqan Alfaruqiy menekankan pentingnya membangun kembali grand narrative Indonesia melalui pembacaan sejarah bangsa, tantangan masa depan, serta penguatan kualitas SDM berbasis budaya, ilmu pengetahuan, dan kepemimpinan strategis.
Menurutnya, pembangunan nasional tidak cukup hanya berorientasi pada pertumbuhan ekonomi semata, tetapi juga perlu memperkuat karakter bangsa serta mendorong budaya inovasi.
“Indonesia memerlukan penguatan kembali narasi kolektif kebangsaan agar transformasi pembangunan tidak semata berorientasi pada pertumbuhan ekonomi, tetapi juga pada penguatan karakter, budaya inovasi, kapasitas kepemimpinan, dan ketahanan peradaban bangsa,” ujarnya.
Selain itu, ia menilai Sumatera Utara memiliki posisi strategis sebagai salah satu wilayah dengan potensi besar dalam mendukung pembangunan Indonesia ke depan, baik dari sisi geoekonomi, keberagaman sosial, maupun pengembangan ekosistem riset dan industri berbasis inovasi.
Kegiatan tersebut juga menjadi bagian dari upaya membangun konsolidasi gagasan terkait pengembangan SDM, riset strategis, dan transformasi industri berbasis inovasi melalui kolaborasi lintas sektor.
Dalam kesempatan itu, turut disampaikan pentingnya peran perguruan tinggi dalam menyiapkan SDM yang unggul, adaptif, dan berdaya saing untuk menghadapi tantangan Indonesia di masa mendatang.
Versi ini lebih menggeser fokus dari institusi penyelenggara ke isu besar: penguatan SDM, narasi kebangsaan, dan masa depan Indonesia.
(cr26/tribun-medan.com)

