Banda Aceh (ANTARA) - Petugas Penyelenggara Ibadah Haji (PPIH) Embarkasi Aceh melaporkan sebanyak 18 calon haji Aceh batal diberangkatkan ke Tanah Suci, karena meninggal dunia dan terkendala kesehatan.

"Hingga kelompok terbang 14 (terakhir) ada beberapa calon haji yang open seat (kursi kosong atau batal berangkat), yakni 18 seat," kata Ketua PPIH Embarkasi Aceh Arijal di Banda Aceh, Rabu.

Arijal menyebutkan adapun 18 calon haji Aceh yang batal berangkat karena meninggal tersebut, yakni Jamaluddin asal Aceh Besar, Muhammad Abdullah dari Aceh Utara. Kemudian, Atmaja Abu Bakar Rahman, Rusminah Sena Maah dan M Arif Ahmad Umar asal Kabupaten Bener Meriah.

"Mereka meninggal dunia sebelum masuk ke asrama (di daerah masing-masing)," ujarnya.

Selanjutnya, jamaah calon haji yang tertunda berangkat akibat sakit serta halangan lainnya, seperti suami meninggal, yakni Nursyuhadah Ramli Yusuf dan Rohani Syamaun Sulaiman asal Kabupaten Aceh Barat. Lalu, Zahriah Muhammad Hasan dari Aceh Utara.

Kemudian, Sakum Muhammad Abdullah dari Aceh Tenggara, Ilyas Nanyek Muhammad asal Aceh Selatan, Nurdin Teuku Sulaiman Mahmud, Marlina Salam Usman dan Nuraini Salam dari Kabupaten Pidie.

Berikutnya, Zahlul Munzir asal Kota Banda Aceh, Sabiwan Nyak Ali Kabupaten Aceh Barat Daya, Nurhabibah Badurani Kota Subulussalam, Umi Kalsum Aceh Tamiang, dan Saminah Nyomo Sontani dari Kabupaten Bener Meriah.

Arijal menjelaskan terhadap jamaah calon haji Aceh yang batal berangkat karena masalah kesehatan tersebut bakal diupayakan bisa terbang ke Tanah Suci pada musim haji tahun depan.

"Kita berkoordinasi dengan pemerintah pusat. Apakah nanti mungkin diberangkatkan tahun depan, kalau memang yang bersangkutan sudah membaik," katanya.

Arijal menambahkan untuk JCH Aceh yang sudah berada di Arab Saudi saat ini sebanyak 5.095 (kloter 1-13), dan dalam keadaan sehat. Hanya sekitar lima orang sempat menjalani perawatan medis di sana, tetapi semuanya telah sembuh dan kembali bergabung bersama kloter.

"Semuanya sudah kembali ke tempat masing-masing. Karena itu, kami juga berharap kepada jamaah agar menjaga kesehatan dan mengurangi aktivitas sebelum masuk puncak Al Muzna," kata Arijal.