Gus Yani Tinjau Sekolah Rakyat Gresik, Juli Mulai Terima Murid dari Desil 1
Cak Sur May 20, 2026 07:50 PM

SURYA.CO.ID, GRESIK - Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Gresik mengebut pembangunan Sekolah Rakyat di Desa Raci Tengah, Kecamatan Sidayu, Kabupaten Gresik, Jawa Timur (Jatim). Sekolah khusus bagi anak-anak dari keluarga desil 1 atau kategori sangat miskin itu, ditargetkan mulai menerima murid pada Juli 2026.

Bupati Gresik, Fandi Akhmad Yani atau Gus Yani, meninjau langsung progres pembangunan sekolah tersebut bersama jajaran Forkopimda, Rabu (20/5/2026).

Di atas lahan seluas 62.577 meter persegi, berdiri kompleks pendidikan lengkap mulai jenjang SD, SMP hingga SMA dengan konsep sekolah berasrama.

Progres Capai 58 Persen, Juni Ditarget Rampung

Saat ini pembangunan Sekolah Rakyat memasuki progres 58 persen, dari target 63 persen pada pekan ini. Pemerintah menargetkan seluruh pembangunan selesai pada Juni 2026, agar proses penerimaan murid baru bisa dimulai Juli mendatang.

Dalam peninjauan itu, Gus Yani mengaku optimistis proyek strategis tersebut dapat selesai tepat waktu.

“Kami bersama Forkopimda sedang berkunjung ke Sekolah Rakyat yang dibangunkan oleh pak Presiden, yang mana kami Pemkab Gresik dan juga mewakili masyarakat Gresik mengucapkan banyak terima kasih,” ujarnya.

Menurut Gus Yani, Sekolah Rakyat menjadi program penting untuk meningkatkan kualitas pendidikan anak-anak dari keluarga kurang mampu.

Pada kesempatan itu, Gus Yani juga menegaskan, bahwa sekolah tersebut tidak dibuka untuk umum, karena diperuntukkan khusus bagi keluarga desil 1.

“Sedang kami identifikasi murid sesuai desil 1, karena Sekolah Rakyat tidak buka pendaftaran, seluruhnya harus dari keluarga desil 1 keluarga miskin,” ungkapnya.

Fasilitas Lengkap dari Asrama hingga Amphitheater

Sekolah Rakyat di Sidayu dibangun dengan fasilitas yang cukup lengkap. Gedung SD, SMP dan SMA masing-masing terdiri dari dua lantai.

Selain ruang belajar, tersedia pula:

  • Asrama siswa SD, SMP, dan SMA untuk mendukung sistem pendidikan berasrama
  • Rusun guru, guest house, masjid, gedung ibadah, hingga gedung serbaguna
  • Laboratorium lengkap, amphitheater, kantin terpisah tiap jenjang sekolah, serta dapur umum
  • Fasilitas olahraga seperti lapangan mini soccer dan dua lapangan basket
  • Infrastruktur pendukung berupa ruang genset, ruang pompa, gudang perawatan, hingga tempat pembuangan sampah

Tak hanya itu, Pemkab Gresik juga menyiapkan dukungan tambahan melalui APBD untuk menyempurnakan akses jalan dan infrastruktur penunjang di luar kawasan sekolah.

Pendidikan Berstandar Internasional untuk Anak Miskin

Gus Yani menyebut, program Sekolah Rakyat menjadi bentuk nyata perhatian pemerintah terhadap keluarga kurang mampu melalui pendidikan berkualitas.

Ia menilai konsep sekolah tersebut sangat mulia, karena memberikan kesempatan pendidikan dengan fasilitas memadai bagi anak-anak miskin.

“Apresiasi program mulia, di mana pak Presiden ingin memuliakan keluarga kurang mampu dengan pendidikan taraf internasional,” tutur Gus Yani.

Sementara itu, Kepala Dinas Cipta Karya, Perumahan dan Kawasan Permukiman (CKPKP) Gresik, Ida Lailatussadiyah, memastikan progres pembangunan terus dikebut agar target selesai Juni dapat tercapai.

“Tanggal 20 Juni deadline, minggu ini sudah 63 persen,” ujarnya.

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.