Makassar (ANTARA) - Universitas Hasanuddin (Unhas) dan Centre for Strategic and International Studies (CSIS) menjajaki kemitraan strategis dalam penguatan kajian isu-isu global dan kawasan Indo-Pasifik

Rektor Unhas Jamaluddin Jompa (JJ) di Makassar, Rabu, mengatakan penjajakan mulai dari penguatan kajian strategis, diplomasi akademik, pengembangan sumber daya manusia, hingga kontribusi perguruan tinggi dalam isu global.

Dirinya menjelaskan Unhas terus mendorong transformasi perguruan tinggi yang tidak hanya unggul dalam pendidikan dan riset, tetapi juga aktif membangun jejaring global bersama berbagai mitra strategis.

Dalam konteks tersebut, kata dia, CSIS dinilai memiliki pengalaman dan kapasitas yang relevan untuk mendukung penguatan peran akademik Unhas di tingkat nasional maupun internasional.

“Kami sangat bangga dan senang dapat menjadikan CSIS sebagai mitra strategis," ujarnya saat menerima Senior Fellow CSIS Jakarta yang juga menjabat Duta Besar Indonesia untuk Inggris Raya, Irlandia, dan Organisasi Maritim Internasional (2016–2020) Dr Rizal Sukma bersama rombongan di Makassar.

Ia mengemukakan pentingnya memperkuat hubungan tersebut.

"Hubungan ini tentu bisa terus diperkuat melalui berbagai kerja sama konkret, terutama dalam pengembangan kajian strategis, diplomasi akademik, dan kontribusi perguruan tinggi terhadap isu-isu global,” katanya.

Ia menambahkan Unhas memiliki berbagai potensi yang dapat ditawarkan dalam kemitraan tersebut, mulai dari kapasitas riset multidisiplin, pengembangan sumber daya manusia unggul, hingga jejaring kolaborasi kawasan yang selama ini terus dibangun universitas.

Menurut dia, penguatan sinergi dengan lembaga strategis seperti CSIS akan memberi nilai tambah bagi pengembangan institusi sekaligus kontribusi Indonesia dalam percaturan global.

Kolaborasi Unhas bersama CSIS sebelumnya telah diwujudkan melalui rangkaian kegiatan akademik, di antaranya seminar nasional bertajuk “Menata Kebijakan Luar Negeri Indonesia dalam Menghadapi Era Rivalitas Antarkekuatan Besar”.