Laporan Wartawan Serambi Indonesia, Muhammad Nasir | Banda Aceh
SERAMBINEWS.COM, BANDA ACEH – Sebanyak 18 calon jamaah haji asal Aceh gagal berangkat ke Tanah Suci pada musim haji 2026.
Para jamaah batal terbang karena berbagai alasan, mulai dari meninggal dunia hingga mengalami gangguan kesehatan menjelang keberangkatan.
Data Panitia Penyelenggara Ibadah Haji (PPIH) Embarkasi Aceh mencatat, dari total 18 jamaah yang gagal berangkat, lima orang meninggal dunia sebelum masuk asrama haji, sembilan orang batal berangkat karena sakit sebelum masuk asrama, dan empat lainnya ditunda keberangkatannya setelah berada di Asrama Haji Embarkasi Aceh akibat kondisi kesehatan yang tidak memungkinkan untuk terbang.
Ketua PPIH Embarkasi Aceh, Arijal, mengatakan total jamaah haji Aceh yang awalnya direncanakan berangkat sebanyak 5.502 orang.
Namun, yang akhirnya diberangkatkan ke Arab Saudi hanya 5.484 jamaah yang terbagi dalam 14 kelompok terbang (kloter).
“Rencana awal jamaah kita 5.502 orang, tetapi yang terealisasi sebanyak 5.484 orang. Ada 18 jamaah gagal berangkat, ada yang meninggal dunia, sakit sebelum masuk asrama, dan ada yang sakit menjelang keberangkatan,” ujar Arijal.
Salah satu jamaah yang gagal berangkat terjadi pada detik-detik menjelang keberangkatan Kloter 14, kloter terakhir jamaah haji Aceh.
Baca juga: Alhamdulillah Semua Jamaah Haji Aceh Sudah Berada di Kota Mekkah
Jamaah bernama Saminah Nyomo Santani asal Bener Meriah dinyatakan tidak laik terbang setelah menjalani pemeriksaan kesehatan sebelum keberangkatan di Bandara Sultan Iskandar Muda, Blang Bintang, Aceh Besar, Rabu (20/5/2026).
Akibat kondisi tersebut, pesawat Garuda Indonesia yang mengangkut Kloter 14 hanya menerbangkan 389 jamaah menuju Bandara King Abdul Aziz, Jeddah, Arab Saudi.
Penundaan keberangkatan dilakukan demi menjaga keselamatan jamaah selama perjalanan udara dan pelaksanaan ibadah haji di Arab Saudi.
Meski demikian, seluruh jamaah haji Aceh yang diberangkatkan kini telah tiba di Kota Mekkah.
Kloter 14 yang menjadi rombongan terakhir mendarat di Bandara King Abdul Aziz, Jeddah, pada Rabu pukul 10.00 Waktu Arab Saudi atau 14.00 WIB, sebelum melanjutkan perjalanan darat menuju Mekkah.
Arijal mengingatkan jamaah agar menjaga kondisi fisik menjelang puncak ibadah haji di Arafah, Muzdalifah, dan Mina (Armuzna).
Ia meminta jamaah memperbanyak istirahat dan mengurangi aktivitas yang dapat menguras tenaga agar tetap prima saat menjalani rangkaian ibadah wajib haji.(*)
18 Calon Jamaah Haji Aceh Batal ke Tanah Suci, Karena Meninggal Dunia hingga Sakit
Laporan Wartawan Serambi Indonesia, Muhammad Nasir | Banda Aceh
SERAMBINEWS.COM, BANDA ACEH – Sebanyak 18 calon jamaah haji asal Aceh gagal berangkat ke Tanah Suci pada musim haji 2026. Para jamaah batal terbang karena berbagai alasan, mulai dari meninggal dunia hingga mengalami gangguan kesehatan menjelang keberangkatan.
Data Panitia Penyelenggara Ibadah Haji (PPIH) Embarkasi Aceh mencatat, dari total 18 jamaah yang gagal berangkat, lima orang meninggal dunia sebelum masuk asrama haji, sembilan orang batal berangkat karena sakit sebelum masuk asrama, dan empat lainnya ditunda keberangkatannya setelah berada di Asrama Haji Embarkasi Aceh akibat kondisi kesehatan yang tidak memungkinkan untuk terbang.
Ketua PPIH Embarkasi Aceh, Arijal, mengatakan total jamaah haji Aceh yang awalnya direncanakan berangkat sebanyak 5.502 orang. Namun, yang akhirnya diberangkatkan ke Arab Saudi hanya 5.484 jamaah yang terbagi dalam 14 kelompok terbang (kloter).
“Rencana awal jamaah kita 5.502 orang, tetapi yang terealisasi sebanyak 5.484 orang. Ada 18 jamaah gagal berangkat, ada yang meninggal dunia, sakit sebelum masuk asrama, dan ada yang sakit menjelang keberangkatan,” ujar Arijal.
Salah satu jamaah yang gagal berangkat terjadi pada detik-detik menjelang keberangkatan Kloter 14, kloter terakhir jamaah haji Aceh. Jamaah bernama Saminah Nyomo Santani asal Bener Meriah dinyatakan tidak laik terbang setelah menjalani pemeriksaan kesehatan sebelum keberangkatan di Bandara Sultan Iskandar Muda, Blang Bintang, Aceh Besar, Rabu (20/5/2026).
Akibat kondisi tersebut, pesawat Garuda Indonesia yang mengangkut Kloter 14 hanya menerbangkan 389 jamaah menuju Bandara King Abdul Aziz, Jeddah, Arab Saudi. Penundaan keberangkatan dilakukan demi menjaga keselamatan jamaah selama perjalanan udara dan pelaksanaan ibadah haji di Arab Saudi.
Meski demikian, seluruh jamaah haji Aceh yang diberangkatkan kini telah tiba di Kota Mekkah. Kloter 14 yang menjadi rombongan terakhir mendarat di Bandara King Abdul Aziz, Jeddah, pada Rabu pukul 10.00 Waktu Arab Saudi atau 14.00 WIB, sebelum melanjutkan perjalanan darat menuju Mekkah.
Arijal mengingatkan jamaah agar menjaga kondisi fisik menjelang puncak ibadah haji di Arafah, Muzdalifah, dan Mina (Armuzna). Ia meminta jamaah memperbanyak istirahat dan mengurangi aktivitas yang dapat menguras tenaga agar tetap prima saat menjalani rangkaian ibadah wajib haji.(*)