Alhamdulillah Semua Jamaah Haji Aceh Sudah Berada di Kota Mekkah
Muhammad Hadi May 20, 2026 08:25 PM

Laporan wartawan Serambi Indonesia Muhammad Nasir I Banda Aceh

SERAMBINEWS.COM, BANDA ACEH – Seluruh jamaah haji Aceh kini telah berkumpul di Kota Mekkah. 

Jamaah haji Aceh Kloter 14, yang merupakan kloter terakhir, telah mendarat di Bandara King Abdul Aziz, Jeddah, Arab Saudi, Rabu (20/5/2026) pukul 10.00 Waktu Arab Saudi (WAS) atau pukul 14.00 WIB. 

Setelah itu, jamaah melanjutkan perjalanan darat menuju Mekkah.

Sebelumnya, Pesawat Garuda Indonesia yang mengangkut Kloter 14 lepas landas dari Bandara Sultan Iskandar Muda (SIM) , Blang Bintang, Aceh Besar, pukul 05.40 WIB menuju Bandara King Abdul Aziz di Jeddah.

Namun, pada detik-detik menjelang keberangkatan kloter terakhir tersebut, satu jamaah gagal berangkat ke Tanah Suci. Jamaah tersebut adalah Saminah Nyomo Santani asal Bener Meriah.

Saat pemeriksaan kesehatan sebelum keberangkatan, ia dinyatakan tidak laik terbang akibat gangguan kesehatan.

Baca juga: Langkah Haru Alfaruq ke Tanah Suci, Jamaah Haji Termuda Aceh Ingin Doakan Ayah di Baitullah

Dengan demikian, Saminah menambah daftar jamaah yang gagal berangkat meski telah masuk Asrama Haji Embarkasi Aceh. Mereka dijadwalkan kembali berangkat pada musim haji tahun berikutnya.

Ketua PPIH Embarkasi Aceh, Arijal, mengatakan total jamaah haji asal Aceh yang berangkat tahun ini sebanyak 5.484 orang. Mereka terbagi dalam 14 kloter yang diberangkatkan pada rentang 5–20 Mei 2026.

“Rencana awal jamaah kita 5.502 orang, tetapi yang terealisasi sebanyak 5.484 orang. 

Ada 18 jamaah gagal berangkat, ada yang meninggal dunia, sakit sebelum masuk asrama, dan ada yang sakit menjelang keberangkatan,” ujar Arijal.

Berdasarkan data PPIH, dari 18 jamaah yang gagal berangkat, sembilan orang batal sebelum masuk asrama haji, lima orang meninggal dunia sebelum masuk asrama, dan empat orang ditunda keberangkatannya setelah masuk asrama, karena kondisi kesehatan.

Baca juga: Asrama Haji Aceh Layani 5.488 Jamaah, Berikan Akomodasi hingga Manasik di Pesawat

Arijal menyebutkan, Banda Aceh menjadi daerah dengan jumlah jamaah terbanyak, yakni 689 orang, disusul Pidie sebanyak 571 orang dan Aceh Besar 542 orang. 

Sementara Simeulue menjadi daerah dengan jumlah jamaah paling sedikit, yakni 27 orang.

Ia juga mengingatkan para jamaah agar menjaga kondisi fisik menjelang puncak ibadah haji, khususnya saat menjalani rangkaian ibadah di Arafah, Muzdalifah, dan Mina (Armuzna).

Menurutnya, proses ibadah di Armuzna membutuhkan tenaga dan kondisi fisik yang prima. 

Karena itu, jamaah diminta memperbanyak istirahat dan mengurangi aktivitas ziarah maupun wisata religi di Kota Mekkah.

“Saat ini jamaah harus fokus mempersiapkan diri untuk ibadah, memperbanyak zikir, dan melantunkan doa,” ujar Arijal.

Ia menambahkan, puncak ibadah haji di Arafah akan sangat menguras tenaga, terutama bagi jamaah lanjut usia. 

Baca juga: Jamaah Haji Kloter Terakhir Tinggalkan Aceh

Karena itu, jamaah diminta memanfaatkan waktu persiapan untuk menjaga stamina dan memprioritaskan energi demi pelaksanaan ibadah wajib nanti.

Selain itu, jamaah juga diimbau selalu mendengarkan arahan petugas selama menjalankan seluruh rangkaian ibadah haji.

Gagal di Detik-Detik Jelang Take Off

Pada detik-detik menjelang keberangkatan Jamaah Haji Aceh Kloter 14, satu jamaah perempuan dinyatakan gagal berangkat.

Rabu (20/5/2026) pukul 05.40 WIB, pesawat Garuda Indonesia yang mengangkut Kloter 14 lepas landas dari Bandara Sultan Iskandar Muda, Blang Bintang, Aceh Besar, menuju Bandara King Abdul Aziz, Jeddah, Arab Saudi.

Jamaah yang gagal berangkat tersebut adalah Saminah Nyomo Santani asal Bener Meriah.

Informasi itu disampaikan Kasubbag Humas PPIH Embarkasi Banda Aceh, Darwin. 

Baca juga: Jamaah Haji Kloter Terakhir Aceh Sudah Mendarat di Jeddah, Jalan Darat ke Mekkah

Menurut Darwin, saat pemeriksaan kesehatan menjelang keberangkatan, jamaah tersebut dinyatakan tidak laik terbang akibat gangguan kesehatan. Karena itu, Kloter 14 hanya menerbangkan 389 jamaah setelah sebelumnya terdapat tiga open seat.

Penundaan keberangkatan dilakukan demi menjaga kondisi kesehatan jamaah serta keselamatan selama perjalanan udara menuju Arab Saudi.

Pada kloter terakhir ini, Mariono Pangat Adam menjadi jamaah tertua dengan usia 95 tahun. 

Sementara jamaah termuda adalah Muhammad Alfaruq Addawami yang masih berusia 15 tahun. Keduanya berasal dari Bener Meriah.(mun)

Baca juga: Kesehatannya Drop Saat Masuk Asrama Haji, 2 JCH Kloter 9 Asal Aceh Selatan Gagal Berangkat

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.