SRIPOKU.COM, MARTAPURA - Beberapa hari terakhir, terjadi lonjakan antrean kendaraan terjadi di SPBU 24.321.170 atau SPBU Lintas Terukis Rahayu, Kecamatan Martapura, Kabupaten OKU Timur, Sumatra Selatan.
Kondisi ini dipicu meningkatnya konsumsi BBM subsidi setelah adanya kenaikan harga BBM non subsidi pada awal Mei 2026.
Administrasi SPBU Lintas, Diki Irawan, mengatakan hingga pertengahan Mei ini belum ada pengurangan kuota BBM subsidi dari Pertamina.
Namun tingginya permintaan membuat stok harian Pertalite dan Solar lebih cepat habis dibanding hari biasa.
“Untuk bulan Mei ini belum ada pengurangan kuota BBM subsidi. Tetapi konsumsi masyarakat memang meningkat, terutama untuk Pertalite dan Solar,” ujar Diki saat ditemui di SPBU Lintas Martapura, Rabu (20/5/2026).
Baca juga: Antrean Solar di SPBU Indralaya Picu Kemacetan Panjang di Jalinsum Palembang-Prabumulih
Ia menjelaskan, SPBU tersebut setiap hari menerima kuota subsidi sebanyak 16.000 liter Pertalite dan 8.000 liter Solar.
Meski demikian, tingginya aktivitas kendaraan membuat stok itu hanya mampu bertahan sekitar enam jam sejak SPBU mulai beroperasi.
“Kuota Pertalite 16.000 liter per hari biasanya habis kurang lebih enam jam. Solar juga hampir sama,” katanya.
Menurut Diki, meningkatnya antrean kendaraan tidak terlepas dari kenaikan harga BBM non subsidi yang berlaku sejak 4 Mei 2026.
Di SPBU tersebut, BBM non subsidi yang tersedia meliputi Pertamax Turbo, Pertamax, dan Dexlite.
Setelah penyesuaian harga, Pertamax Turbo naik menjadi Rp20.350 per liter, sementara Dexlite mencapai Rp26.400 per liter.
“Kami melihat antrean kendaraan memang meningkat setelah harga BBM non subsidi naik. Banyak masyarakat lebih memilih BBM subsidi,” ungkapnya.
Selain tingginya konsumsi, distribusi BBM juga menjadi tantangan tersendiri.
Pengiriman BBM subsidi dilakukan setiap hari kerja sesuai kuota yang telah ditentukan.
Namun, pihak SPBU mengaku pernah mengalami keterlambatan pasokan akibat keterbatasan armada mobil tangki dari depot.
Baca juga: Pengiriman BBM Telat, Antrean BBM di SPBU Talang Gunung Empat Lawang Mengular hingga Macetkan Jalan
“Pernah ada keterlambatan pengiriman karena keterbatasan mobil tangki dari depot. Kalau itu terjadi, antrean kendaraan biasanya semakin panjang dan masyarakat mulai mempertanyakan kapan mobil tangki masuk serta kapan SPBU kembali buka,” jelas Diki.
Meski demikian, pihak SPBU memastikan stok BBM subsidi tetap tersedia dan masyarakat diminta tidak melakukan pembelian berlebihan atau panic buying.
“Kami selalu menyampaikan kepada masyarakat bahwa BBM masih dalam perjalanan dan kuota dari depot tetap ada. Jadi tidak perlu panik,” pungkasnya.