Dari Kanvas ke Dunia Digital, Maria Novita Mencoba Melek Algoritma di Pelatihan Rumah BUMN Sidoarjo
Adrianus Adhi May 20, 2026 08:32 PM

SURYA.co.id, Sidoarjo - Bagi Maria Novita, dunia usaha dan pemasaran digital awalnya terasa bagai belantara yang asing. Sebagai seorang pelukis yang terbiasa menuangkan gagasan estetis di atas medium fisik, fokus hidupnya selama bertahun-tahun hanyalah menciptakan karya seni murni tanpa pernah memikirkan bagaimana cara menjualnya secara sistematis.

Latar belakang pendidikannya yang kental di bidang seni rupa sempat membuatnya merasa buta terhadap dunia bisnis. Ia merasa bahwa ruang kreativitasnya sangat kontras dengan dunia pemasaran digital yang serba terstruktur dan sarat akan hitungan algoritma media sosial.

"Saya ini kan basic-nya seniman. Saya dulu sekolah di SMK Seni Rupa atau SMSR, lalu lanjut saya kuliah S1 Seni Rupa di Unesa. Artinya, saya basic-nya seorang seniman yang sebenarnya sangat tidak paham terkait bisnis," tutur Maria kepada SURYA.co.id.

Titik balik transformasi Maria dari seorang seniman murni menjadi wirausahawan yang melek digital terlihat jelas dalam Pelatihan Digital Marketing yang digelar di Rumah BUMN Sidoarjo, Rabu (20/5/2026) pagi.

Di tempat ini, ia bersama belasan pelaku UMKM Sidoarjo lainnya berkumpul untuk mempelajari strategi bertahan dan bertumbuh di era digital.

Baca juga: Kisah UMKM Sidoarjo Me’s Butter Cookie, Dari Dapur Rumahan ke Panggung Expo Nasional

Pelatihan yang memicu antusiasme tinggi tersebut dipandu langsung oleh Citra Rani Angga Riswari, S.Sos., M.Med.Kom., akademisi sekaligus Dosen Ilmu Komunikasi Universitas Dr. Soetomo (Unitomo) Surabaya. Citra secara khusus memberikan bimbingan praktis agar para pelaku usaha mikro mampu menjinakkan algoritma berbagai platform media sosial

Di sela-sela sesi pelatihan, Maria dengan bangga memperkenalkan usahanya yang kini mulai berkembang ke arah komersial. "Nama saya Maria Novita, saya seorang pelukis, dan usaha saya di tas lukis. Lebih spesifiknya di situ, hand painting," ujarnya

Sebagai salah satu nasabah setia Bank Rakyat Indonesia (BRI), Maria aktif memanfaatkan berbagai program pembinaan di Rumah BUMN Sidoarjo untuk menambal ketidaktahuannya di bidang manajemen bisnis. Keterlibatannya yang konsisten dalam setiap kelas pelatihan perlahan mulai membuahkan hasil yang signifikan bagi usahanya.

Maria mengakui dampak luar biasa yang ia rasakan setelah rutin mendapatkan pendampingan bisnis dari para praktisi dan akademisi.

"Dengan materi-materi yang saya selalu ikuti di Rumah BUMN ini, untuk pengembangan usaha bisnis di situ saya mengalami semacam kemajuan yang sangat luar biasa sebenarnya," ungkap Maria dengan penuh syukur.

Dalam sesi pelatihan hari itu, Maria dan belasan peserta lainnya diajarkan oleh Citra Rani untuk memahami karakteristik unik dari setiap platform pemasaran, khususnya TikTok dan Instagram.

Baca juga: Kisah UMKM Sidoarjo Me’s Butter Cookie, Dari Dapur Rumahan ke Panggung Expo Nasional

Menurut Citra, kegagalan umum pelaku UMKM sering kali disebabkan oleh kebiasaan menyamakan metode pembuatan konten di semua media sosial.

Mengenai platform TikTok, Citra menekankan pentingnya menjaga konsistensi unggahan harian agar algoritma platform tersebut bersahabat dengan akun bisnis para peserta.

"Algoritma TikTok itu, Ibu-ibu, dia tidak senang yang sekali ini posting, besok tidak posting lagi, posting lagi, tidak posting lagi. Algoritma TikTok tidak begitu. Memang harus... jadi apa pun bisa dibuat konten," jelas Citra di depan kelas.

Citra menyarankan para pelaku usaha, termasuk Maria, untuk mendokumentasikan setiap proses kreatif di balik layar pembuatan produk mereka.

Suasana Pelatihan Digital Marketing di Rumah BUMN Sidoarjo
DIGITAL MARKETING - Suasana Pelatihan Digital Marketing di Rumah BUMN Sidoarjo

Guna memberikan pemahaman yang lebih konkret, Citra melakukan simulasi interaktif langsung dengan salah seorang peserta pelatihan lainnya.

Sebaliknya, saat membahas platform Instagram, Citra menjelaskan bahwa sistem kerja algoritmanya tidak terlalu menuntut konsistensi harian seperti TikTok.

Keberhasilan promosi di Instagram justru sangat ditentukan oleh ketepatan waktu unggah atau yang sering disebut sebagai prime time.

Para peserta juga dibimbing untuk tidak menebak-nebak waktu luang konsumen mereka, melainkan membaca data riil yang disajikan oleh platform tersebut.

Pelatihan semakin interaktif ketika sesi tanya jawab dibuka dan para pelaku UMKM mulai saling bertukar pikiran mengenai taktik menaikkan jumlah pengikut.

Beberapa peserta mengusulkan metode saling mengikuti akun (cross-following) sesama anggota pelatihan sebagai dorongan interaksi organik di awal membangun akun.

Citra sangat mendukung gagasan tersebut dan menyerukan pentingnya kolaborasi erat antar sesama pengusaha kecil guna menghadapi persaingan pasar yang ketat.

"Sekarang itu sudah tidak musim yang namanya saingan, ya. Kita harus kolaborasi, karena kita rezeki sudah ada yang mengatur. Jadi meskipun sama-sama jualan brownies, sama-sama jualan minuman, ya tidak apa-apa kita saling support saja," tegas Citra.

Meskipun iklan berbayar juga sangat efektif, Citra menyarankan agar pelaku UMKM pemula seperti Maria mengoptimalkan taktik pemasaran organik dan kekuatan komunitas terlebih dahulu.

Dukungan komunitas dinilai jauh lebih stabil untuk membangun fondasi pengikut yang loyal sebelum pelaku usaha memutuskan mengalokasikan anggaran untuk iklan.

Berita INFOGRAFIS TRIK Penggunaan Digital Marketing di media sosial
INFOGRAFIS TRIK Penggunaan Digital Marketing di media sosial

Selain itu, Citra juga mengenalkan teknik bertukar peran di platform Threads yang saat ini membutuhkan interaksi organik yang tinggi untuk berkembang. Mendapatkan seratus pengikut pertama melalui obrolan aktif di kolom komentar merupakan salah satu milestone penting bagi akun bisnis baru di platform tersebut.

Taktik sederhana lainnya yang dibagikan adalah dengan memanfaatkan pembeli di toko fisik untuk diajak mengikuti akun media sosial bisnis pelaku usaha. Mengonversi pelanggan offline menjadi pengikut online dinilai sebagai salah satu langkah taktis yang sering kali dilewatkan oleh para pelaku UMKM.

Sebelum sesi materi ditutup, Citra membantu mencarikan solusi atas kendala teknis yang dihadapi para peserta, termasuk kesulitan menghubungkan WhatsApp Business ke profil media sosial mereka.

Bimbingan teknis secara langsung ini diberikan agar hambatan operasional sehari-hari para peserta dapat segera teratasi.

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.