Penantian selama 22 tahun untuk kembali berjaya di kasta tertinggi akhirnya berakhir, saat The Gunners kini memburu kejayaan di Liga Champions.
Arsenal tengah merayakan keberhasilan mereka dinobatkan sebagai juara Liga Premier untuk pertama kalinya dalam 22 tahun terakhir.
Gelar liga tertinggi pertama The Gunners sejak era legendaris tim ‘Invincibles’ musim 2003/04 di bawah asuhan Arsene Wenger resmi dipastikan pada Selasa malam, setelah rival mereka Manchester City ditahan imbang 1-1 oleh Bournemouth yang tengah tampil impresif. Hasil tersebut juga memastikan Bournemouth lolos ke kompetisi Eropa untuk pertama kalinya dalam sejarah klub di bawah pelatih kepala yang akan hengkang, Andoni Iraola.
Hasil imbang di pantai selatan Inggris itu membuat Arsenal unggul empat poin di puncak klasemen dengan hanya satu pertandingan tersisa musim ini. Sebelumnya, Arsenal menekan Manchester City lewat kemenangan tipis 1-0 atas Burnley yang sudah terdegradasi di Stadion Emirates pada Senin malam, dengan Kai Havertz menjadi pencetak gol tunggal dalam laga tersebut.
Manchester City harus puas dengan raihan dua trofi domestik musim ini, dalam musim terakhir Pep Guardiola sebagai pelatih. Ia diperkirakan akan digantikan oleh mantan manajer Chelsea, Enzo Maresca, di kursi pelatih Stadion Etihad pada musim panas mendatang.
Sementara itu, Arsenal masih berpeluang meraih double bersejarah, karena mereka akan menghadapi juara bertahan Paris Saint-Germain dalam final Liga Champions yang akan digelar di Budapest pada 30 Mei mendatang.
Hasil imbang penting City di markas Bournemouth, sehari setelah kemenangan Arsenal atas Burnley, secara resmi menutup persaingan gelar Liga Premier musim ini dengan satu pekan tersisa. Artinya, perebutan juara tidak akan berlanjut hingga pertandingan terakhir akhir pekan ini.
Pada Minggu mendatang, City akan menjamu finalis Liga Europa, Aston Villa, sementara Arsenal akan bertandang menghadapi rival sekota, Crystal Palace, yang juga berhasil mencapai final Liga Konferensi.
Latihan perayaan: Para pemain Arsenal sempat berpose dengan replika karton trofi Liga Premier di markas latihan mereka di London Colney.
Hasil pertandingan melawan Palace kini tidak lagi memengaruhi posisi Arsenal, sehingga Mikel Arteta memiliki keleluasaan untuk merotasi pemain sebelum laga penentuan melawan PSG, jika ia menghendaki demikian.
Namun, momen setelah pertandingan di Selhurst Park akan menjadi sangat berarti, karena Arsenal akan secara resmi menerima dan mengangkat trofi Liga Premier setelah peluit panjang dibunyikan.
Para pemain bahkan tampak sudah memulai perayaan di markas latihan London Colney pada Selasa malam, dengan menggunakan replika karton trofi sebagai simbol kemenangan mereka.