SRIPOKU.COMKAYUAGUNG – Video dua gajah liar berada di lorong pasar Jukung, Desa Bukit Batu, Kecamatan Air Sugihan, Kabupaten Ogan Komering Ilir (OKI), Sumatera Selatan viral.
Dalam video tersebut, tampak sepasang satwa berukuran raksasa itu berjalan beriringan keluar dari lorong pasar pada Selasa (19/5/2026) malam.
"Tolong Pak tolong, ada gajah liar ukuran besar induk dan anaknya masuk pasar malam ini," ujar suara seorang pria saat mengabadikan momen langka itu dengan kamera ponselnya.
Kemunculan satwa bertubuh besar di area yang sangat dekat dengan aktivitas masyarakat ini tak pelak memicu kekhawatiran.
Baca juga: Sawah Digital yang Gersang: Gajah di Tengah Ladang Kemarau
Meskipun sempat memicu kehebohan di media sosial, Kepala Desa (Kades) Bukit Batu, Rumida, mengklarifikasi pemandangan gajah melintas di kawasan tersebut sebenarnya bukanlah hal yang baru bagi warga setempat.
Hanya saja, aksi gajah yang sampai masuk jauh ke dalam lorong pasar memang baru kali ini terekam dengan jelas oleh kamera warga.
"Sebenarnya sudah sering gajah liar melintas di sekitar Pasar Jukung. Tapi biasanya gajah-gajah itu hanya lewat di jalan bagian depan saja. Baru kali ini terekam ada yang masuk sampai ke lorong pasar," ujar Rumida ketika dikonfirmasi awak media pada Rabu (20/5/2026) sore.
Menurutnya, warga setempat umumnya sudah memaklumi dan terbiasa dengan kehadiran satwa besar tersebut.
Beruntung dalam kejadian semalam, kawanan gajah itu hanya menumpang lewat tanpa merusak fasilitas pasar atau lapak pedagang
"Kawanan gajah yang melintas ini langsung pergi begitu saja, tidak ada barang-barang yang dirusak saat mereka lewat. Jadi menurut kami pemandangan seperti ini sudah biasa terjadi dan warga sudah mengantisipasinya," terangnya.
Baca juga: Menelusuri Asal Usul Nama Kabupaten Lahat, Daerah Wisata Alam dan Penangkaran Gajah di Sumsel
Dikonfirmasi terpisah Kapolsek Air Sugihan, Iptu Belky Framulia membenarkan adanya peristiwa dua ekor gajah liar sempat menyambangi kawasan pasar Jukung.
Pihak kepolisian memastikan situasi di lapangan sudah kondusif dan aman, karena kawanan gajah tersebut tidak menetap atau mengamuk di permukiman warga.
"Benar ada kawanan gajah yang melintas di Pasar Jukung. Namun mereka hanya melintas saja, tidak ada riwayat merusak dan saat ini posisinya sudah kembali masuk ke dalam hutan," pungkas Belky.