Laporan Wartawan Tribun Jatim Network, Hanif Manshuri
TRIBUNJATIM.COM, LAMONGAN - Dua jemaah haji asal Kabupaten Lamongan, Jawa Timur, dilaporkan meninggal dunia saat menunaikan ibadah haji di Tanah Suci.
Kedua jemaah wafat di lokasi berbeda, yakni di Makkah dan Madinah.
Baca juga: Jemaah Haji Bojonegoro Meninggal Dunia di Madinah, Sakit & Sempat Dirawat di Rumah Sakit
Kepala Kementerian Haji dan Umrah (Kemenhaj) Lamongan, Abdul Ghofur mengatakan, dua jemaah yang meninggal dunia masing-masing bernama Mat Sahid dan Sibiatun Saji.
Mat Sahid merupakan warga Desa Sidodowo, Kecamatan Modo, yang tergabung dalam Kloter 30 Surabaya.
Jemaah lanjut usia tersebut meninggal dunia di rumah sakit di Makkah karena sakit.
"Jemaah atas nama Mat Sahid merupakan jemaah lanjut usia. Beliau meninggal dunia di rumah sakit Arab Saudi di Makkah karena sakit," kata Abdul Ghofur kepada wartawan, Rabu (20/5/2026).
Sementara itu, jemaah kedua bernama Sibiatun Saji, warga Kecamatan Pucuk.
Almarhumah tergabung dalam Kloter 33 Surabaya dan meninggal dunia di Madinah sebelum diberangkatkan menuju Makkah.
Dikatakan, pihaknya telah mendatangi rumah duka untuk melakukan takziah sekaligus memberikan pendampingan kepada keluarga jemaah.
"Kami dari Kemenhaj Lamongan hari Senin kemarin juga sudah takziah ke rumah duka," ujarnya.
"Prinsipnya, jika ada jamaah haji yang meninggal, maka kami melakukan kunjungan ke rumah duka sejak dulu," jelas Abdul Ghofur.
Ia memastikan seluruh hak jemaah yang meninggal dunia tetap dipenuhi pemerintah.
Salah satunya, ibadah haji kedua jemaah akan dibadalkan oleh petugas haji di Tanah Suci.
"Hajinya akan dibadalkan oleh petugas haji. Jadi keluarga tidak perlu khawatir karena ibadah hajinya tetap disempurnakan," jelasnya.
Selain itu, jemaah yang meninggal dunia di Makkah akan dimakamkan di area pemakaman khusus jemaah haji di Arab Saudi dan disalatkan di Masjidil Haram.
"Jenazah akan dimakamkan di pemakaman khusus jamaah haji yang meninggal di Makkah dan disalatkan di Masjidil Haram," tambahnya.
Tak hanya itu, pemerintah juga memastikan santunan asuransi kematian bagi jemaah akan diberikan kepada ahli waris.
"Asuransi meninggal dunia akan otomatis diproses melalui sistem dan masuk ke rekening jamaah," pungkas Ghofur.