TRIBUNJOGJA.COM - Cuaca ekstrem berupa hujan deras yang disertai angin kencang melanda wilayah Kota Yogyakarta pada Rabu (20/5/26) siang hingga sore.
Akibatnya, belasan kejadian mulai dari pohon tumbang, dahan patah, sampai kerusakan bangunan dilaporkan terjadi di berbagai titik kemantren.
Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Yogyakarta, Nur Hidayat, menuturkan, rentetan insiden selaras dengan peringatan dini cuaca ekstrem yang dikeluarkan sejak pukul 13.07 WIB.
Dampak angin kencang pun memicu kerusakan di sedikitnya 18 titik lokasi yang tersebar di beberapa wilayah seperti Jetis, Gondokusuman, Danurejan, dan Tegalrejo.
"Hujan deras disertai angin kencang menyebabkan beberapa pohon tumbang, dahan patah, dan atap rumah warga rusak terbawa angin. Tim Reaksi Cepat (TRC) bersama unsur terkait langsung bergerak cepat ke lokasi untuk melakukan penanganan," ujarnya.
Berdasarkan data yang dihimpun BPBD Kota Yogyakarta, terjangan angin kencang memicu sejumlah pohon tumbang dan dahan patah di sektor fasilitas publik.
Di Jalan Tentara Pelajar No. 2, Bumijo, Jetis, sebuah pohon Waru setinggi kurang lebih 15 meter ambruk menutup akses jalan dan memutus jaringan kabel telepon.
Dampak serupa juga terjadi di Jalan Sunaryo No. 14, Kotabaru, Gondokusuman, di mana pohon Cemara setinggi 15 meter tumbang menimpa pagar Gedung Inten, jaringan listrik, serta kabel telepon hingga malam ini masih dalam proses pengondisian.
Selain pohon tumbang, dahan berukuran besar juga dilaporkan patah di dua titik terpisah di wilayah Kemantren Gondokusuman.
Insiden pertama terjadi di lingkungan Kampus 5 Sanata Dharma, Jalan Ahmad Jazuli, di mana dahan pohon perindang berdiameter 40 sentimeter patah dan merusak atap parkiran kampus.
Tak berselang lama, dahan pohon di depan SDN Bhayangkara, Jalan Kemakmuran, Klitren, juga patah hingga sempat menghalangi arus lalu lintas sebelum akhirnya berhasil dievakuasi oleh petugas.
Keganasan angin kencang siang itu juga merobohkan sebuah tower setinggi 5 meter di Karangwaru 216B, Tegalrejo, yang kemudian menimpa atap rumah milik warga.
Selain insiden tower tersebut, tercatat ada 13 rumah warga yang mengalami kerusakan dari sedang hingga parah pada bagian atap akibat terpaan angin.
Di Kemantren Jetis, atap rumah Ibu Siswanti di Jogoyudan RT 47 dilaporkan rusak dan langsung diberikan penanganan darurat berupa pemasangan terpal oleh tim gabungan.
Wilayah Terban, Kemantren Gondokusuman, menjadi salah satu titik terdampak paling banyak untuk kerusakan atap rumah.
Di kawasan Terban RT 22 misalnya, angin kencang menyapu atap rumah, merusak ruang lantai tiga milik, dan menghempas atap gudang milik warga.
Hingga Rabu malam, proses evakuasi material pohon dan perbaikan darurat masih terus diupayakan oleh tim gabungan di lapangan.
Mayoritas warga terdampak membutuhkan bantuan logistik darurat berupa terpal untuk menutup bagian atap yang bolong guna mengantisipasi terjadinya hujan susulan.
"Proses penanganan di lapangan melibatkan banyak pihak, mulai dari TRC BPBD, Damkarmat, DLH, Ditlantas Polda DIY, Koramil dan Linmas Jetis, PLN, SAR DIY, hingga Kampung Tangguh Bencana (KTB), serta masyarakat sekitar," pungkas Kalak BPBD. (aka)