Neymar kembali menegaskan hasrat besarnya untuk memperkuat tim nasional Brasil di Piala Dunia 2026, sambil menunggu dengan penuh ketegangan pengumuman skuad dari Carlo Ancelotti. Bintang Santos itu juga menceritakan kisah di balik jaket kuning mencolok yang ia kenakan setelah pertandingan terakhirnya, mengungkap bahwa pakaian tersebut merupakan hadiah pribadi dari Romeo Beckham, putra legenda Inggris Sir David Beckham.
Hadiah dari keluarga Beckham picu kehebohan di media sosial
Neymar menarik perhatian di area wawancara usai kekalahan Santos 0-3 dari Coritiba dalam laga Serie A Brasil pada hari Minggu. Penyerang berusia 34 tahun itu tampil mengenakan jaket berwarna hijau dan kuning mencolok yang oleh banyak penggemar dianggap sebagai sinyal kepada tim nasional. Namun, Neymar segera meluruskan bahwa jaket tersebut adalah hadiah pribadi dari Romeo Beckham, putra Sir David Beckham.
“Jaket ini adalah hadiah dari teman saya, putra Beckham, Romeo Beckham,” jelas Neymar kepada para wartawan. “Dia bahkan menulis sesuatu tentang Olimpiade di sini. Saya bilang kepadanya bahwa saya akan memakainya. Jadi, bukan untuk mengirim pesan apa pun.”
Ia menambahkan: “Semua orang menunggu hal ini, menunggu pengumuman besok. Mengapa tidak memakainya? Selain sebagai pemain, saya ingin berada di sana. Jika saya tidak terpilih, saya akan menjadi seseorang yang tetap mendukung Brasil di Piala Dunia.”
Neymar akui 'mimpi' tampil di Piala Dunia masih menyala
Meski jaket itu hanyalah tanda persahabatan, ambisi Neymar untuk kembali membela Selecao sama sekali tidak bisa dianggap remeh. Mantan pemain Barcelona dan Paris Saint-Germain itu telah melalui perjalanan panjang dalam pemulihan cedera, namun tetap fokus untuk memimpin negaranya di tahun 2026. Ia mengakui bahwa keinginan tampil di Piala Dunia menjadi motivasi utamanya selama menjalani proses rehabilitasi berat dalam beberapa bulan terakhir.
Ia berkata: “Tentu saja ini adalah mimpi saya, saya selalu menegaskan itu kepada kalian. Impian saya adalah tampil di Piala Dunia. Saya bekerja untuk itu.” Neymar telah menjadi sosok penting bagi Brasil selama lebih dari satu dekade, bahkan melampaui rekor legenda Pele sebagai pencetak gol terbanyak sepanjang masa, dan kemungkinan keterlibatannya masih menjadi bahan perbincangan utama di seluruh negeri yang gila sepak bola itu.
Menghadapi keraguan dan rintangan fisik
Perjalanan menuju Piala Dunia 2026 tidak berjalan mulus bagi bintang Santos tersebut, yang terus mendapat sorotan terkait kondisi fisiknya. Dengan Ancelotti diperkirakan akan memprioritaskan pemain yang berada dalam kebugaran terbaik, Neymar harus membuktikan dirinya masih mampu bersaing di level tertinggi. Ia mengungkapkan kekecewaannya terhadap narasi negatif yang beredar tentang pemulihannya, namun menegaskan kini dirinya mulai menemukan ritme permainan kembali.
“Secara fisik, saya merasa sangat baik. Saya terus berkembang di setiap pertandingan, melakukan yang terbaik yang saya bisa. Saya akui ini tidak mudah,” ujar Neymar. Ia juga menanggapi kritik terhadap komitmennya selama masa pemulihan dengan mengatakan: “Bertahun-tahun saya bekerja keras, namun banyak informasi keliru tentang kondisi saya dan apa yang saya lakukan. Sangat menyedihkan mendengar hal-hal yang dibicarakan orang. Saya bekerja keras, diam-diam, di rumah, sambil menahan rasa sakit karena ucapan orang.”
Kekacauan pergantian pemain tingkatkan penderitaan Santos
Pernyataan Neymar muncul setelah sore yang penuh frustrasi di lapangan, ketika ambisi pribadinya berbenturan dengan hasil buruk tim. Sebuah kesalahan administratif yang aneh menyebabkan dirinya diganti secara tidak sengaja, membuat sang penyerang geram saat Santos takluk 0-3 dari Coritiba. Meski timnya tengah terpuruk, Neymar tetap berharap performa individunya cukup untuk menarik perhatian Ancelotti.
Pada akhirnya, menyerahkan keputusan akhir kepada pelatih asal Italia itu, Neymar menutup dengan berkata: “Semoga besok berjalan sesuai kehendak Tuhan. Apa pun yang terjadi, Ancelotti pasti akan memanggil 26 pemain terbaik untuk perjuangan ini.”