‘Kalau dia berbuat hal konyol, kami menegurnya!’ – Raphinha ungkap hubungan dekatnya dengan Lamine Yamal di Barcelona
Rina Kusumawati May 21, 2026 01:51 AM

Bintang Barcelona, Raphinha, membagikan kisah tentang perannya sebagai mentor bagi sensasi muda Lamine Yamal, mengungkap bahwa ia tak ragu memberikan teguran bila sang remaja membutuhkan dorongan agar tetap fokus. Winger asal Brasil itu, yang kini menjadi salah satu sosok pemimpin utama di Camp Nou, menggambarkan Yamal yang berusia 18 tahun sebagai adik sendiri ketika berbicara tentang hubungan mereka di dalam maupun di luar lapangan.

Persaudaraan di luar lapangan

Kekompakan antara Raphinha dan Yamal menjadi salah satu sorotan utama musim ini di Barcelona, terutama karena selebrasi bersama mereka yang kerap viral. Raphinha menjelaskan bahwa hubungan mereka terbentuk bukan hanya dari instruksi taktik, tetapi juga dari ikatan pribadi yang kuat.

“Dia 11 tahun lebih muda dariku. Soal selebrasi kami, ya, kami melihatnya di internet dan sepakat untuk menirunya. Hasilnya bagus,” ujar Raphinha kepada TNT Sports. “Tidak ada makna simbolis yang besar di baliknya, selain rasa persaudaraan. Aku benar-benar melihatnya seperti adik kandungku sendiri. Bahkan, dia lebih muda daripada adik laki-lakiku sendiri. Karena itu aku memperlakukannya seperti adik sendiri. Aku berusaha memberikan nasihat yang terbaik untuknya.”

Menjaga sang remaja tetap fokus

Meskipun memuji bakat luar biasa Yamal, Raphinha menegaskan bahwa bahkan pemain paling berbakat pun tetap membutuhkan disiplin. Pemain asal Brasil itu mengungkap bahwa para pemain senior di Barcelona tak segan menegur jika sang bintang muda mulai kehilangan fokus.

“Aku juga berusaha membagikan pengalaman hidupku kepadanya. Tentu saja, soal kemampuan individu dan kualitas, itu bukan sesuatu yang bisa aku ajarkan. Hal itu tidak bisa dipelajari dalam semalam. Itu adalah bakat alami. Tapi aku selalu berusaha menularkan sedikit pengalaman yang kumiliki kepadanya,” ucap Raphinha.

“Dia anak yang sangat baik. Dia selalu mau mendengarkan, sering meminta nasihat, dan bahkan jika dia melakukan sesuatu yang konyol, kami akan menegurnya dan dia mendengarkan. Dia sangat baik; hubungan kami sangat bagus meskipun ada perbedaan usia 11 tahun di antara kami.”

Impian laga final Piala Dunia Brasil vs Spanyol

Menjelang tugas internasional, Raphinha mengakui bahwa dirinya dan Yamal sudah sempat membicarakan kemungkinan bertemu di panggung terbesar sepak bola dunia. Potensi pertemuan antara Brasil dan Spanyol menjadi topik menarik bagi keduanya.

“Neymar dan Lamine Yamal sudah sepakat soal final Brasil melawan Spanyol di Piala Dunia. Aku juga ingin pertandingan seperti itu di final. Akan luar biasa jika Brasil dan Spanyol bertemu di final,” ujar pemain berusia 29 tahun itu. “Aku tidak peduli siapa yang bermain di pihak lawan, termasuk Lamine. Kami juga memiliki banyak pemain berkualitas tinggi di tim kami. Itu akan menjadi pertandingan yang benar-benar seru.”

‘Sekarang aku memikul tanggung jawab lebih besar’

Raphinha kini menjadi salah satu pemain senior baik di klub maupun tim nasional, posisi yang ia anggap penting seiring ambisi Brasil untuk meraih gelar juara dunia keenam. Ia mengenang masa kecilnya ketika melihat euforia Piala Dunia di negaranya dan menyampaikan keinginannya untuk mengembalikan kebahagiaan itu ke lingkungan tempat ia tumbuh.

“Aku masih ingat setelah final, aku keluar bermain bola di jalan. Di lingkungan rumahku, jalanan penuh dengan orang yang berpesta dan memanggang daging barbecue. Di mana pun kamu melihat, semua orang bersenang-senang. Aku ingat hari itu penuh dengan perayaan dan sepak bola. Jika aku memenangkan Piala Dunia, aku akan langsung pulang. Aku merasa tingkat kedewasaanku sekarang berbeda dibanding saat pertama kali membela Brasil di Piala Dunia. Aku merasa sekarang aku memikul tanggung jawab yang lebih besar daripada sebelumnya,” ujar Raphinha menutup pembicaraan.

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.