Bundesliga akan kedatangan wajah baru musim depan setelah salah satu klub provinsi mencatatkan kisah naik kelas yang bak dongeng.
Saat Hoffenheim promosi ke Bundesliga Jerman untuk pertama kalinya pada tahun 2008, ada satu statistik yang paling menarik perhatian.
Bukan karena mereka berhasil naik dari divisi kedelapan hingga ke kasta tertinggi dalam waktu kurang dari 20 tahun, atau karena mereka langsung promosi dari Bundesliga 2 di musim pertama mereka bermain secara profesional.
Yang paling menarik justru fakta bahwa desa Hoffenheim hanya memiliki sekitar 3.000 penduduk — artinya seluruh populasi tersebut hanya bisa memenuhi sekitar 10 persen dari kapasitas Rhein-Neckar-Arena yang baru dibangun kala itu di kota terdekat, Sinsheim, yang berkapasitas 30.000 penonton.
Kenaikan Hoffenheim memang tidak sepenuhnya seperti dongeng klasik, karena klub tersebut banyak terbantu oleh dukungan finansial dari miliarder Dietmar Hopp. Meski demikian, mereka tetap layak diapresiasi karena mampu bertahan di Bundesliga dan bahkan finis di posisi ketiga di bawah asuhan pelatih yang kini menangani timnas Jerman, Julian Nagelsmann, pada musim 2017/18.
Namun musim depan, mereka akan menghadapi tim yang mungkin memiliki klaim lebih kuat sebagai klub terkecil yang pernah bermain di Bundesliga.
SV Elversberg memastikan promosi ke kasta tertinggi untuk pertama kalinya dalam sejarah klub pada hari terakhir musim Bundesliga, setelah menang 3-0 atas Preussen Munster dan finis sebagai runner-up di divisi dua.
Markas mereka, Ursapharm-Arena an der Kaiserlinde, hanya berkapasitas sekitar 10.000 penonton — namun stadion tersebut hampir dapat menampung seluruh penduduk kota Spiesen-Elversberg, yang jumlahnya sekitar 13.000 jiwa.
Elversberg masih bermain di divisi regional keempat Jerman pada musim 2021/22, dan bahkan belum pernah tampil di Bundesliga 2 sebelum musim 2023/24.
Meski begitu, klub asal Saarland ini hampir promosi setahun sebelumnya setelah finis di posisi ketiga, tetapi kalah agregat 4-3 dari Heidenheim dalam babak playoff promosi/degradasi.
Pelatih Horst Steffen kemudian meninggalkan klub untuk bergabung dengan Werder Bremen, dan Elversberg menunjuk pelatih muda yang belum dikenal luas, Vincent Wagner. Di bawah asuhannya, tim menjalani musim gemilang dengan finis di posisi kedua di belakang Schalke, unggul selisih gol dari Paderborn yang berada di posisi ketiga.
Artinya, Spiesen-Elversberg akan menjadi kota terkecil yang diwakili di Bundesliga, karena Hoffenheim sebenarnya berbasis di kota Sinsheim yang berpenduduk sekitar 36.000 orang.
Namun, secara luar biasa, Spiesen-Elversberg bukanlah kota terkecil yang pernah menjadi rumah bagi klub peserta liga utama Eropa dalam beberapa tahun terakhir.
Gelar tersebut dipegang oleh Guingamp, yang bermain di Ligue 1 Prancis antara tahun 2013 hingga 2019, meskipun kota tersebut hanya memiliki sekitar 7.000 penduduk.