Laporan Wartawan TribunnewsBogor.com, Rahmat Hidayat
TRIBUNNEWSBOGOR.COM, BOGOR TENGAH - Wakil Wali Kota Bogor Jenal Mutaqin sebut alat pendeteksi banjir atau early warning system (EWS) sangat penting dipasang di sungai-sungai besar.
Sungai besar yang mengalir di Kota Bogor sendiri diketahui yakni Sungai Ciliwung dan Cisadane.
EWS ini menjadi tanda untuk warga agar siaga ketika air sungai meluap.
"Saya rasa untuk sungai-sungai dan kali-kali besar dan sering banjir, memang harus mengantisipasi dan mengetahui potensi banjir yang akan datang, warga udah bisa lebih antisipasi lagi,” kata Jenal Mutaqin kepada TribunnewsBogor.com.
Saat ini baru ada dua titik yang dipasang EWS yakni di wilayah Panaragan.
EWS ini menjadi alat yang penting untuk warga.
JM berwacana akan menambah EWS ini.
“Nah, nanti kita coba rapat lagi dengan BPBD ya. Karena itu alatnya memang tidak murah ya. Tapi kalau masih terjangkau, kita coba bahas dengan BPBD untuk pengadaan alat peringatan banjir lebih dini,” ucapnya.
Sementara itu, Kampung Panaragan RW 007, Kecamatan Bogor Tengah, Kota Bogor, menjadi salah satu kampung padat penduduk di Kota Bogor yang berada di bantaran Sungai Cisadane.
Akibat letaknya itu, Kelurahan Panaragan memasang alat pendeteksi banjir atau early warning system (EWS) lengkap disertai alarm yang suaranya dapat terdengar oleh warga satu kampung.
Alat pendeteksi banjir ini dipasang tepat di bantaran sungai.
Alat ini berupa tiang yang dicat menggunakan warna merah disertai tinggi muka air mulai dari 50 sampai 250 centimeter.
Jika air sungai sudah naik, alarm secara manual dibunyikan oleh Ketua RW setempat.