Sakakemang ini statusnya adalah development dengan target di Q3 2027 kami akan on stream (berproduksi)

Jakarta (ANTARA) - PT Medco E&P Indonesia mempercepat target produksi perdana blok minyak dan gas bumi (migas) Sakakemang, dari yang semula dijadwalkan pada kuartal I 2028, menjadi kuartal III 2027.

Upaya percepatan tersebut merupakan wujud komitmen MedcoEnergi dalam mendukung ketahanan energi nasional.

“Khusus untuk Sakakemang. Sakakemang ini statusnya adalah development dengan target di Q3 2027 kami akan on stream (berproduksi),” ujar Senior VP Business Support MedcoEnergi Iwan Prajogi dalam sesi diskusi dengan tema “MedcoEnergi Today: Value. Focus. Growth” yang digelar dalam IPA Convex, Tangerang, Banten, Rabu (20/5).

Upaya percepatan tersebut ditempuh dengan memanfaatkan fasilitas yang sudah ada, mengintegrasikannya dengan fasilitas di Blok Corridor dan Gresik, sehingga MedcoEnergi tidak perlu membangun fasilitas baru.

“Dengan demikian, waktunya bisa dipercepat, biayanya bisa ditekan,” ucap Iwan.

Dalam kesempatan tersebut, Iwan juga menjelaskan bahwa blok Sakakemang merupakan salah satu aset baru MedcoEnergi yang diakuisisi dari Repsol pada 2025. MedcoEnergi mengakuisisi 45 persen hak partisipasi sekaligus sebagai operator pada Blok Sakakemang.

Blok Sakakemang telah memperoleh persetujuan Rencana Pengembangan (Plan of Development) dari pemerintah Indonesia dan berbatasan langsung dengan Blok Corridor yang juga dioperasikan MedcoEnergi.

Dengan demikian, tutur Iwan, MedcoEnergi sukses memperkuat operasinya di Sumatera Selatan. Kini, MedcoEnergi mengelola empat blok di Sumatera Selatan, yakni Blok Corridor, Blok Sakakemang, Blok Rimau, serta blok South Sumatra.

Sementara itu, akuisisi 80 persen hak partisipasi sekaligus menjadi operator blok South Sakakemang masih dalam proses menunggu persetujuan.

“Salah satu highlight MedcoEnergi di tahun 2025 itu adalah kami memperkuat footprint di Sumatera Selatan,” ujar Iwan.

Terkait dengan kinerja MedcoEnergi, pada kuartal I 2026, perusahaan mencatat produksi migas sebesar 170 mboepd, meningkat 18 persen dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya.

Capaian ini memperkuat posisi Perseroan dalam menjaga keandalan pasokan energi nasional di tengah meningkatnya kebutuhan energi untuk menopang pertumbuhan ekonomi.